ANALISA USAHA BISNIS BUDIDAYA BUAH NAGA

Analisa Usaha Bisnis Budidaya Buah Naga – Buah naga merupakan salah satu komoditas yang dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi. Popularitas tanaman yang awalnya dibudidayakan sebagai tanaman hias ini mulai melambung saat diketahui bahwa buah naga memiliki khasiat dan manfaat yang luar biasa besar bagi kesehatan manusia. Bahkan buah naga cukup dikenal memiliki khasiat yang sangat ampuh sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Popularitas buah naga tersebut tentu saja berimbas pada meningkatnya permintaan konsumen terhadap buah naga. Permintaan yang besar tersebut belum sepenuhnya terpenuhi oleh produksi buah naga. Sehingga tidak mengherankan jika buah berkulit seperti sisik naga tersebut dijual di pasaran dengan harga yang relatif mahal. Fenomena tersebut tentu sangat menarik minat para petani untuk mencoba membidik usaha bisnis budidaya buah naga. Disamping harganya yang relatif tinggi, produktivitas tanaman buah naga juga tergolong sangat tinggi sebagai komoditas pertanian. Oleh karena itu, banyak elemen masyarakat yang berbondong-bodong membudidayakan buah naga, baik di pekarangan rumah maupun dalam skala yang lebih luas.

Di bawah ini akan kami uraikan Analisa Usaha Budidaya Buah Naga, yang kami harapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembaca sekalian dalam mempertimbangkan untuk memilih peluang usaha bisnis buah naga yang memiliki potensi sangat besar.

Analisa Usaha Bisnis Budidaya Buah Naga




Analisa usaha yang kami sajikan di bawah ini bertujuan untuk melengkapi informasi bagi pembaca yang berniat untuk mengawali usaha bisnis budidaya buah naga. Sebagai pelengkap informasi, tentu saja masih banyak kekurangan-kekurangan yang belum kami sebutkan, karena keterbatasan data yang kami miliki terutama berkaitan dengan variable produksi dan harga atau biaya yang harus dikeluarkan untuk masing-masing variable. Luas areal budidaya diasumsikan 1.600 m² dengan populasi sekitar 1.000 tanaman. Penanaman menggunakan sistem tiang panjatan tunggal, sehingga jika satu tiang panjatan digunakan untuk menopang empat tanaman buah naga, maka dibutuhkan sebanyak 250 batang tiang panjatan. Seluruh estimasi dibuat dengan perkiraan harga pada tahun 2012.

Biaya Produksi Tahun Pertama
Sewa Lahan 1.600 m² = Rp 1.600.000/tahun
Bibit tanaman 1.000 batang x Rp 10.000 Rp 10.000.000
Kapur Pertanian 200 kg x Rp 300 = Rp 60.000
Pupuk Organik 5.000 kg x Rp 1.000 = Rp 5.000.000
pupuk NPK 3 sak x Rp 118.000 = Rp 354.000
Pestisida = Rp 300.000
Tenaga Kerja = Rp 6.000.000
Tiang Panjatan Tunggal 250 x Rp 8.000 = Rp 2.000.000
Jumlah = Rp 25.314.000

Biaya Produksi Tahun Kedua
Sewa Lahan 1.600 m² = Rp 1.600.000/tahun
Pupuk Organik 5.000 kg x Rp 1.000 = Rp 5.000.000
Pupuk NPK 3 sak x Rp 118.000 = Rp 354.000
Pestisida = Rp 300.000
Tenaga Kerja = Rp 4.000.000
Jumlah = Rp 11.254.000

Biaya Produksi Tahun Ketiga
Biaya produksi tahun ketiga diperkirakan sama dengan biaya produksi tahun kedua, yaitu Rp 11.254.000.

Total Biaya Produksi Selama Tiga Tahun
Rp 25.314.000 + Rp 11.254.000 + Rp 11.254.000 = Rp 47.822.000

Pendapatan Selama Tiga Tahun
Estimasi Produksi Tahun Pertama = 1.800 kg x Rp 14.000 = Rp 25.200.000
Estimasi Produksi Tahun Kedua = 2.500 kg x Rp 14.000 = Rp 35.000.000
Estimasi Produksi Tahun Ketiga = 3.700 kg x Rp 14.000 = Rp 51.800.000
Total Pendapatan Selama Tiga Tahun = Rp 112.000.000

Laba Usaha Selama Tiga Tahun
Rp 112.000.000 – Rp 47.822.000 = Rp 64.178.000
Keuntungan rata-rata per tahun Rp 64.178.000 : 3 = Rp 21.393.000

Laba yang sangat besar, mengingat lahan yang digunakan hanya seluas 1.600 m². Dan keuntungan akan semakin meningkat pada tahun keempat, karena biaya yang dikeluarkan semakin kecil. Disamping itu, produktivitas tanaman, jika perawatan yang dilakukan sudah benar, akan semakin meningkat.

Demikian informasi terbaik yang kami sajikan, semoga Analisa Usaha Bisnis Budidaya Buah Naga, bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

ARTIKEL POPULER