PERSIAPAN KOLAM PEMIJAHAN IKAN GURAMI

Persiapan Kolam Pemijahan Ikan Gurami – Kolam merupakan salah satu sarana utama dalam kegiatan agribisnis perikanan. Keberhasilan proses pemijahan ikan gurami tidak terlepas dari kesiapan teknis kolam pemijahan yang digunakan. Untuk kegiatan pemijahan ikan gurami, persiapan kolam dilakukan lebih spesifik, dibanding dengan kolam pemeliharaan ikan lainnya. Ukuran kolam sebaiknya tidak terlalu luas, cukup 20-25 m², kedalaman air 1-1,25 cm. Persiapan kolam pemijahan ini dilakukan pada saat induk-induk ikan gurami, baik jantan maupun betina sudah memasuki fase matang gonad. Beberapa kegiatan dalam persiapan kolam pemijahan antara lain pembersihan dan perbaikan pematang atau dinding kolam, pengeringan kolam, serta pembuatan sarang.

Pembersihan Dan Perbaikan Dinding Kolam

Pembersihan dilakukan dengan menyiangi rumput-rumput yang ada di dinding kolam. Pembersihan tersebut bertujuan agar dinding tidak dijadikan sebagai sarang hama ikan gurami, seperti ular. Rumput-rumput di dasar kolam yang tidak terlalu tinggi dibiarkan tumbuh, karena bisa menjadi makanan hijauan ikan gurami. Dinding kolam yang rusak atau bocor juga harus diperbaiki agar air kolam tidak surut (tetap stabil). Kebocoran dinding kolam biasanya diakibatkan oleh kepiting, sehingga pada saat melakukan perbaikan usahakan untuk menangkap kepiting yang membuat sarang di tempat terjadinya kebocoran.

Pengeringan Kolam

Selain pembersihan, kolam juga harus dikeringkan agar bibit-bibit penyakit di dalam kolam terkena sinar matahari, sehingga populasinya tidak terlalu tinggi. Pada saat melakukan pengeringan, sebaiknya dasar kolam juga ditaburi dengan kapur dolomit untuk menetralkan pH air. Pengapuran jangan terlalu banyak, cukup ditebar tipis-tipis saja. Selain untuk mengurangi populasi penyakit, pengeringan juga bertujuan untuk menghilangkan gas-gas beracun yang berpotensi membahayakan ikan. Jika kondisi cuaca tidak hujan atau musim kemarau, pengeringan cukup dilakukan selama enam hari. Tetapi jika musim hujan, pengeringan kolam dilakukan selama empat belas hari.

Pembuatan Sarang




Secara alamiah, pada saat menjelang pemijahan, ikan gurami jantan akan membuat sarang dengan bentuk menyerupai sarang burung. Biasanya terbuat dari rumput-rumput kering yang diperoleh di sekitar perairan. Sarang tersebut digunakan sebagai tempat untuk meletakkan telur. Tetapi, dalam praktik agribisnis budidaya ikan gurami secara intensif, untuk mempercepat proses pemijahan dibutuhkan sarang buatan. Petani atau pembudidaya biasanya membuat sarang pemijahan menggunakan bahan ijuk. Sebelum digunakan sebagai bahan sarang buatan, ijuk terlebih dahulu dicuci bersih kemudian dikeringkan. Pengeringan bertujuan untuk mengurangi bibit penyakit yang menempel pada ijuk. Ijuk dibuat menyerupai sarang burung, berbentuk membulat dengan diameter kurang lebih 20 cm. Setelah siap, sarang dipasang pada patok bambu dengan kedalaman 20-30 dari dasar kolam. Letakkan sarang tersebut agak jauh dari tanggul sehingga hama tidak mudah menyerang. Pemasangan sarang dilakukan dengan mulut sarang menghadap ke samping.

Pengisian Air

Setelah semua persiapan kolam selesai, lakukan pengisian air sedalam 60-80 cm dari dasar kolam. Ketinggian air kolam tersebut tetap dipertahankan hingga menjelang pemijahan. Memasuki proses pemijahan, ketinggian air kolam dinaikkan menjadi 1-1,25 cm dari dasar kolam. Air kolam tetap dalam kondisi mengalir agar suplai oksigen tetap terjaga, sehingga kebutuhan oksigen induk ikan gurami tetap terpenuhi.

Setelah semua proses di atas selesai, kolam telah siap digunakan sebagai tempat pemijahan. Sebaiknya segera dilakukan proses pelepasan induk, agar kolam bisa langsung berfungsi. Hal tersebut bertujuan agar kualitas kolam pemijahan masih dalam kondisi baik dan menghemat waktu budidaya.

ARTIKEL POPULER