Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur nitrogen (N) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur phosphat (P) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur kalium (K) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur kalsium (Ca) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur magnesium (Mg) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur sulfur (S) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur almunium (Al) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur ferum (Fe) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur mangan (Mn) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur molibdenum (Mo) pada tanah mineral
Ilustrasihadap tingkat kelarutan unsur boron (B) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur tembaga (Cu) pada tanah mineral
Ilustrasi pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur seng (Zn) pada tanah mineral
Penjelasan
Dengan mempertimbangkan tingkat kelarutan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan, jika suatu tanaman ditanam pada tanah masam maka unsur hara yang tersedia dalam jumlah banyak adalah unsur hara mikro. Sementara itu, unsur hara mikro yang sebetulnya hanya dibutuhkan sedikit oleh tanaman justru tersedia dalam jumlah yang besar, sehingga berpotensi menimbulkan keracunan pada tanaman, misalnya tanaman menjadi keracunan besi (Fe) atan almunium (Al).
Tingginya ketersediaan unsur hara mikro pada tanah-tanah masam juga mengakibatkan ikatan-ikatan antarion tanah menjadi tinggi. Usur besi, mangan, dan almunium akan mengikat kuat terhadap unsur hara makro, terutama phosphor. Hal ini mengakibatkan ketersediaan unsur hara makro pada tanah masam menjadi rendah. Jika tanaman tetap dipaksakan pada tanah yang ber pH rendah akan mengalami kekurangan atau kahat unsur hara.
Ilustrasi tersebut juga bisa memberikan penjelasan mengenai tingkat kelarutan atau ketersediaan unsur hara pada tanah-tanah alkalis dengan pH di atas 7. Dimana pada pH di atas 7.5 ketersediaan unsur hara makro selain kalsium semakin rendah. Pada kondisi ini, unsur hara makro terutama unsur phosphor akan terikat dengan unsur kalsium yang tersedia dalam jumlah banyak.
Dengan melihat pengaruh pH tanah terhadap tingkat kelarutan unsur hara serta mempertimbangkan kebanyakan tanah di Indonesia, sebagai wilayah yang beriklim tropik basah dengan kecenderungan bernilai pH rendah (asam), maka dalam aplikasi budidaya di sektor pertanian membutuhkan pengapuran dalam jumlah cukup, agar unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman tersedia dalam jumlah banyak dan langsung dapat diserap oleh akar tanaman.