Tampilkan postingan dengan label JAGUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAGUNG. Tampilkan semua postingan

POTENSI PASAR DAN PELUANG USAHA BUDIDAYA JAGUNG

Jagung merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan karbohidrat sangat besar. Di Indonesia, kebutuhan jagung sangat besar, untuk jagung pipil kering kebutuhan per tahun lebih dari 10 juta ton. Konsumsi bahan pangan ini paling besar digunakan dalam industri pakan ternak. Memang, sebagian besar bahan baku pembuatan pakan ternak adalah jagung. Kurang lebih sekitar 51% dari komposisi pakan ternak menggunakan bahan dasar jagung.

Potensi Pasar Jagung

Perkembangan industri peternakan di Indonesia berpotensi meningkatkan permintaan terhadap jagung, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan potensi pasar bagi komoditas jagung. Selain di sektor peternakan, jagung juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan bagi manusia. Pemanfaatan jagung sebagai bahan pangan sudah mulai dilirik oleh masyarakat, terutama peran dan fungsinya untuk sebagai pengganti atau pelengkap bahan pangan yang berbahan beras. Saat ini, di pasaran sudah banyak beredar produk pangan yang berbahan dasar jagung, seperti tepung jagung yang mulai dilirik masyarakat sebagai bahan pembuat kue atau produk olahan pangan lainnya.

Peluang Usaha Jagung

Meningkatnya permintaan pasar terhadap komoditas jagung akan meningkatkan pula potensi pasar dan harga untuk bahan pangan yang satu ini. Dengan demikian, peluang usaha budidaya jagung juga semakin terbuka lebar. Peluang usaha budiaya jagung memiliki banyak kelebihan, disamping teknik dan cara budidaya yang cukup mudah, peluang usaha budidaya jagung juga bisa dikembangkan dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada pada tanaman jagung. Dalam hal ini, potensi bisnis yang dikembangkan tidak terbatas pada biji jagung yang dihasilkan, tetapi daun dan batang tanaman jagung juga bisa menjadi potensi bisnis yang memiliki prospek cerah. Daun dan batang tanaman jagung juga memiliki nilai ekonomi yang cukup baik, terutama dimanfaatkan sebagai pakan hijauan untuk ternak, misalnya sapi atau kerbau.

Teknik dan cara budidaya yang relatif mudah juga menjadi keuntungan tersendiri pada usaha budidaya jagung. Dengan menerapkan teknik yang sederhana, budidaya jagung tidak memerlukan banyak penanganan, sehingga biaya pemeliharaan selama proses produksi bisa ditekan. Selain itu, modifikasi pola penanaman jagung juga bisa dikembangkan. Misalnya, tanaman jagung ditanam dengan jarak yang cukup rapat. Setelah mencapai umur atau ukuran tertentu bisa dilakukan penjarangan. Tanaman jagung yang dipotong atau dibuang, bisa dijadikan sebagai pakan hijauan untuk ternak, sehingga memberikan nilai tambah tersendiri.



Hampir seluruh bagian tanaman jagung memiliki nilai ekonomis yang cukup bagus, misalnya, batang dan daun tanaman muda pada saat melakukan penjarangan bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, batang tanaman yang sudah tua, pasca panen, dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk organik, kulit jagung bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan batang yang sudah mengering bisa dimanfaatkan sebagai kayu bakar.
Jagung banyak sekali dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun sebagai bahan baku industri.

Pemanfaatan Jagung Sebagai Pakan ternak

Permintaan tertinggi terhadap komoditas jagung sejauh ini didominasi untuk keperluan pembuatan atau campuran pakan ternak. Hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh industri pakan ternak, tetapi peternak perorangan baik skala kecil maupun skala besar banyak yang memanfaatkan jagung sebagai bahan campuran pakan. Bahkan tidak jarang peternak yang memanfaatkan jagung sebagai pakan utama dalam usaha ternaknya. Memang, kandungan nutrisi dan karbohidrat yang cukup tinggi pada jagung sangat membantu meningkatkan hasi produksi usaha ternak.

Pemanfaatan Jagung Sebagai Bahan Pangan

Bagi sebagian masyarakat di Indonesia, terutama di daerah pedesaan yang memiliki lahan pertanian dengan keterbatasan saluran irigasi, jagung menjadi bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari untuk menggantikan bahan pangan beras. Selain itu, pemanfaatan jagung sebagai bahan dasar olahan pangan juga sudah mulai banyak dilakukan oleh masyarakat.

Pemanfaatan Jagung Sebagai Bahan Baku Industri

Pemanfaatan jagung sebagai bahan baku industri juga mengalami peningkatan yang cukup besar. Produk tepung jagung yang mulai banyak beredar di pasaran dengan peningkatan permintaan konsumen yang cukup signifikan tentu saja akan mempengaruhi tingkat serapan masyarakat terhadap komoditas jagung. Selain produk tepung jagung, produk industri lain yang berbahan dasar jagung adalah pati jagung, sirup jagung, gula jagung, minyak jagung, dan dextrin. Selain itu, berkembangnya industri destilasi dan fermentasi jagung juga sangat mempengaruhi laju peningkatan permintaan komoditas jagung. Produk industri-industri tersebut diantaranya aseton, asam laktat, etik alkohol, gliserol, asam sitrat, dan lain-lain.

Demikian informasi singkat ini kami sajikan, semoga dapat menambah referensi dan bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

ANEKA RESEP MASAKAN DAN MENU JAGUNG

Resep masakan dan menu berbahan dasar jagung bisa menjadi alternatif pangan sebagai sumber karbohidrat utama pengganti beras. Menu jagung bisa menjadi pilihan jika suatu saat terjadi kelangkaan pangan. Selain itu, memasukkan menu jagung sebagai menu harian juga akan memperkaya variasi asupan gizi. Berikut ini akan kami sajikan informasi mengenai resep masakan dan menu jagung.

Resep Masakan Dan Menu Kentang Isi Rogout

Bahan Resep Masakan Dan Menu Kentang Isi Rogout

Adonan kentang :
1.500 gram kentang rebus yang dihaluskan, 2 sendok makan keju parut, 2 sendok teh garam, 4 sendok makan mentega, 2 butir kuning telur, 2 sendok teh pala bubuk, 2 sendok teh merica bubuk, 4 sendok makan susu bubuk.

Isi :
150 gram wortel rebus yang dicincang kecil-kecil, 200 gram jagung manis, 150 gram buncis yang dipotong kecil-kecil, 300 gram daging sapi giling, 2 buah bawang bombai yang dicincang kasar, 6 siung bawang putih yang dicincang halus, 4 sendok makan tepung terigu, ½ sendok teh merica bubuk, 1 sendok teh garam, ¼ sendok teh pala bubuk, 500 ml susu cair, 2 butir telur, minyak goreng secukupnya.

Cara Membuat Resep Masakan Dan Menu Kentang Isi Rogout

Isi :
Bawang bombai dan bawang putih ditumis hingga mengeluarkan bau harup, kemudian tambahkan daging sapi giling. Aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan wortel, buncis, dan jagung manis yang sudah disiapkan. Aduk beberapa saat hingga sayuran terlihat layu. Tambahkan tepung terigu, merica, garam, dan pala, kemudian tuangkan susu cair dan aduk-aduk hingga rata dan adonan menjadi licin. Angkat, dalam kondisi masih panas, masukkan telur, kemudian diaduk hingga rata.

Campur semua bahan adonan kentang kecuali kuning telur, kemudian aduk hingga rata. Ambil ½ bagian adonan kemudian taruh di atas pinggan panas. Masukkan adonan isi yang telah disiapkan, tutup dengan sisa adonan. Olesi permukaan adonan menggunakan kuning telur. Oven dengan suhu 125°C hingga matang. Sajikan dalam keadaan hangat.

Resep Masakan Dan Menu Kue Lumpur Kentang Jagung




Bahan Resep Masakan Dan Menu Kue Lumpur Kentang Jagung

300 gram kentang kukus kemudian dihaluskan, 200 gram tepung terigu, 10 butir kuning telur, 4 butir putih telur, 250 gram gula pasir, vanili bubuk secukupnya, 250 gram jagung manis yang diserut halus, 700 ml susu cair, 700 gram margarine yang dilelehkan, 200 gram keju parut, 200 gram jagung manis pipil yang direbus dan tiriskan.

Cara Membuat Resep Masakan Dan Menu Kue Lumpur Kentang Jagung

Campurkan kentang kukus, tepung terigu, gula pasir, vanili, dan jagung manis serut. Aduk hingga rata, kemudian tambahkan kuning telur dan putih telur, aduk kembali hingga rata. Sambil terus diaduk, tuangkan susu cair sedikit demi sedikit. Masukkan margarin leleh dan garam, aduk kembali hingga rata. Tambahkan keju parut, aduk kembali hingga rata.

Panaskan cetakan kue lumpur, kemudian diolesi dengan minyak secukupnya. Tuangkan adonan ke dalam cetakan, kemudian masak dengan api sedang hingga matang. Angkat dan taburi dengan jagung manis pipil yang sudah direbus. Sajikan dalam keadaan hangat.

Resep Masakan Dan Menu Pizza Mie Jagung Manis

Bahan Resep Masakan Dan Menu Pizza Mie Jagung Manis

4 bungkus mie instant, 4 butir telur, 200 gram daging giling, 4 buah wortel yang dipotong kecil-kecil, 5 buah jagung manis yang dipipil, 100 gram keju yang diparut kasar, 2 siung bawang putih dan bawang merah yang dihaluskan, merica bubuk secukupnya, mayonais dan sambal botol sebagai pendamping menu.

Cara Membuat Resep Masakan Dan Menu Pizza Mie Jagung Manis

Rebus mie instant kemudian tiriskan dan dipotong-potong. Tumis daging giling dan bumbu-bumbu hingga matang. Dalam wadah yang cukup besar, masukkan mie instan yang telah dipotong-potong, telur, dan 1 bungkus bumbu mie instang dalam kemasan. Aduk hingga rata, kemudian masukkan daging tumis, wortel, jagung pipil dan keju parut. Aduk hingga rata. Ambil penggorengan anti lengket, kemudian beri 4 sendok makan minyak goreng. Masukkan campuran mie kemudian masak dengan api kecil hingga matang. Sajikan hangat-hangat dengan mayonais dan sambal botol.

PELUANG USAHA BISNIS MAKANAN DARI JAGUNG

Jagung merupakan komoditas pangan kaya akan kandungan karbohidrat. Jagung biasa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pangan, bahan pembuatan pakan ternak, maupun ikan. Peluang usaha bisnis makanan dari jagung bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil. Sementara potensi keuntungan usaha bisnis makanan dari jagung ini cukup besar. Pada artikel ini, kami akan membahas secara garis besar mengenai peluang usaha bisnis makanan dari jagung yang bisa dijadikan pilihan untuk mengembangkan usaha tersebut.

Peluang usaha bisnis makanan - jagung bakar

Peluang usaha bisnis jagung bakar ini memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Bisa jalankan dengan modal yang tidak begitu besar dengan potensi keuntungan yang cukup besar. Usaha bisnis jagung bakar kini marak bermunculan di kota-kota besar. Sasaran pasar bisnis jagung bakar dari semua kalangan, baik anak-anak, remaja, orang tua, ekonomi lemah, hingga ekonomi kelas atas. Pasalnya, jagung bakar kini menjadi salah satu makanan tradisional dengan cita rasa yang cukup digemari oleh masyarakat. Apalagi jika bisnis jagung bakar ini sedikit dimodifikasi dengan menawarkan berbagai pilihan rasa kepada konsumen, tentu akan banyak dicari orang. Memang, makanan tradisional kini mulai banyak bermunculan di kota-kota besar dan memiliki banyak peminat. Tak terkecuali jagung bakar, dengan rasa yang gurih, makanan tradisional ini mulai melambung popularitasnya di perkotaan. Biasanya para pedagang jagung bakar menjajakan dagangannya menggunakan gerobak.

Peluang usaha bisnis makanan - jagung manis

Peluang usaha bisnis jagung manis juga mengalami peningkatan. Bahkan usaha bisnis yang satu ini sudah banyak dijalankan dengan konsep rumah makan semi modern. Beberapa gerai jagung manis di kota-kota besar mulai bermunculan, misalnya di kota gudeg, Yogyakarta, yang marak dengan hadirnya gerai jagung manis. Konsep penjualannya juga dibuat sedikit modern, dengan penyajian menu menggunaan cups atau cangkir. Peluang usaha bisnis jagung manis ini pun bisa dilakukan dengan menggunakan kerobak.

Peluang usaha bisinis makanan - emping jagung




Emping jagung merupakan produk olahan dari jagung dengan cita rasa yang beragam, mulai dari gurih, manis, hingga pedas. Banyak masyarakat Indonesia yang menyukai cemilan ringan berbahan dasar jagung ini. Jika dibandingkan dengan jagung manis atau jagung bakar, produk olahan ini memang sedikit lebih rumit. Memerlukan proses penanganan sebelum bisa ditawarkan kepada konsumen. Namun, bagi yang menggemari kegiatan pengolahan tentu saja tidak mengalami kesulitan yang berarti. Pekerjaan yang agak membutuhkan sedikit keahlian dalam pembuatan emping jagung adalah proses pemipihan. Jika tenaga kerja belum terbiasa, maka kemungkinan rusak sangat besar, bisa mencapai 30%. Namun, jika tenaga kerja sudah terbiasa dan terlatih, maka kegiatan pemipihan ini tidak begitu menjadi kendala. Emping jagung memiliki prospek yang cukup bagus, disamping produk olahan ini memiliki daya tahan yang lebih lama dibanding produk lainnya. Bila Anda memiliki keahlian dan hobi dalam bidang pengolahan makanan ringan, memilih peluang usaha bisnis emping jagung sangat menguntungkan. Prosentase keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 30% dari modal.

Peluang usaha bisnis makanan - keripik jagung

Peluang usaha bisnis makanan keripik jagung tidak beda jauh dengan emping jagung. Yang membedakan hanya jenis produk olahan tersebut. Keripik jagung juga memiliki banyak penggemar, sehingga memilih peluang usaha ini sangat berpotensi menjadi besar. Apalagi jika kemasan dibuat lebih elegan, pasti nilai jual produk akan lebih tinggi. Teknis pembuatannya juga lebih mudah dibanding pembuatan emping jagung. Selain itu, keripik jagung merupakan makanan ringan yang sudah memiliki reputasi cukup baik. Di negara Meksiko, keripik jagung menjadi salah satu makanan ringan yang sangat populer, dengan nama keripik jagung Tortila.

Peluang usaha bisnis makanan - susu jagung

Susu jagung merupakan salah satu produk olahan yang belum banyak dikenal di Indonesia. Namun, produk ini sagat populer di negara Thailand. Produk olahan susu jagung bisa menjadi alternatif susu nabati selain susu kedelai. Sementara prospek dan peluang bisnis susu nabati sangat besar, mengingat banyak orang yang alergi mengonsumsi susu sapi, sehingga susu nabati bisa menjadi pilihan. Keuntungan susu jagung adalah tidak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi oleh para penderita penyakit kolesterol tinggi. Berhubung merupakan produk yang belum banyak dikenal, pada satu sisi usaha ini memiliki prospek yang cerah, karena pangsa pasar belum tergarap oleh pesaing. Namun, disisi lain, untuk memasarkan produk baru tentu saja membutuhkan upaya promosi yang lebih besar.

Peluang usaha bisnis makanan - bubur jagung

Bubur jagung memiliki segmen penggemar sendiri. Makanan ini tidak hanya ditujukan bagi orang yang sedang menderita sakit atau anak kecil saja, namun, banyak segmen masyarakat yang mulai menyukai bubur jagung. Jika Anda memiliki keterampilan dalam memasak memilik peluang usaha bisnis bubur jagung sangat disarankan. Disamping modal usaha yang relatif terjangkau, keuntungan bisnis bubur jagung juga cukup besar, bisa mencapai 60%.

Peluang usaha bisnis makanan - nasi jagung

Jagung memiliki kandungan kabohidrat cukup tinggi, sehingga bahan pangan ini sering dijadikan sebagai sumber karbohidrat pengganti beras. Nasi jagung banyak terdapat di daerah-daerah yang memiliki lahan dengan keterbatasan saluran irigasi, terutama di pegungunan atau dataran tinggi. Kebanyakan masyarakat dataran tinggi menggunakan nasi jagung sebagai menu pokok sehari-hari. Namun, kenikmatan nasi jagung juga bisa menjadi peluang bisnis tersendiri. Mengingat masyarakat perkotaan tidak sering mengonsumsi nasi jagung, sehingga dengan menawarkan nasi jagung pada mereka, tentu akan mendapatkan respon yang cukup baik. Selain pembuatannya yang mudah, modal kecil, keuntungan yang didapat juga cukup tinggi. Jika Anda memiliki tempat yang cukup strategis untuk berjualan nasi jagung, pilihan peluang usaha bisnis ini sangat menjanjikan.

HAMA PENYAKIT TANAMAN JAGUNG

Hama Penyakit Tanaman Jagung - Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas pertanian subsektor tanaman pangan. Pada saat proses produksi atau dalam fase budidaya, tanaman jagung juga tidak luput dari serangan hama penyakit, seperti halnya tanaman pertanian lain. Kerugian akibat serangan hama penyakit jagung bisa dibilang tidak kecil, bahkan beberapa diantaranya berpotensi menimbulkan kegagalan panen. Oleh karena itu, penanganan tepat terhadap serangan hama dan penyakit tanaman jagung akan meningkatkan hasil produksi petani. Pada artikel ini akan kami uraikan satu per satu hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung di areal budidaya.

Hama Tanaman Jagung

Hama tanaman jagung meliputi hama ulat tanah, ulat grayak, belalang, kumbang bubuk, lalat bibit, penggerek tongkol, penggerek batang, serta kutu daun. Hama ini berpotensi menggagalkan panen jika tidak dapat dikendalikan. Sebagai petani, pengamatan maupun pemahaman mengenai masing-masing hama perlu dipelajari agar selama proses budidaya jagung dapat mengendalikan serangan hama sehingga hasil produksi jagung meningkat.

Ulat Tanah (Agrotis sp.)

Hama jenis ini menyerang tanaman jagung muda di malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Ulat tanah menyerang batang tanaman jagung muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga sebagai ulat pemotong. Pengendalian hama ulat pada budidaya jagung dapat dilakukan menggunakan insektisida biologi dari golongan bakteri seperti Bacilius thuringiensis atau insektisida biologi dari golongan jamur seperti Beauvaria bassiana. Secara kimiawi pengendalian hama ulat bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Belalang (Locusta sp., dan Oxya chinensis)




Belalang yang menyerang tanaman jagung ada dua jenis, yaitu Locusta sp., dan Oxya chinensis. Seperti halnya ulat tanah, hama jenis ini menyerang tanaman jagung saat masih muda, dengan cara memakan tunas jagung muda (baru tumbuh). Hama belalang pada tanaman jagung merupakan hama migran, dimana tingkat kerusakannya tergantung dari jumlah populasi serta tipe tanaman yang diserang.

Gejala Serangan:
Hama ini menyerang terutama di bagian daun, daun terlihat rusak karena serangan dari belalang tersebut, jika populasinya banyak serta belalang sedang dalam keadaan kelaparan, hama ini bisa menghabiskan tanaman jagung sekaligus sampai tulang–tulang daunnya.

Pengendalian hama belalang pada budidaya jagung secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Kumbang Bubuk (Sitophilus zeamais Motsch)

Kerusakan biji oleh kumbang bubuk dapat mencapai 85% dengan penyusutan bobot biji 17%. Sitophilus zeamais Motsch dikenal dengan maize weevil atau kumbang bubuk, merupakan serangga polifag (memiliki banyak tanaman inang).

Selain menyerang jagung, hama kumbang bubuk juga menyerang beras, gandum, kacang tanah, kacang kapri, kacang kedelai, kelapa maupun jambu mente. S. Zeamais lebih dominan menyerang jagung dan beras. S. Zeamais merusak biji jagung saat penyimpanan dan juga dapat menyerang tongkol jagung di lahan.

Telur diletakkan satu per satu di lubang gerekan di dalam biji, Keperidian imago sekitar 300-400 butir telur, stadia telur kurang lebih enam hari pada suhu 25°C. Larva menggerek biji jagung serta hidup di dalam biji, umur kurang lebih 20 hari pada suhu 25°C, kelembaban nisbi 70%. Pupa terbentuk di dalam biji jagung dengan stadia pupa berkisar 5-8 hari.

Imago yang terbentuk berada di dalam biji selama beberapa hari sebelum membuat lubang keluar. Imago dapat bertahan hidup cukup lama yaitu sekitar 3-5 bulan jika tersedia makanan, sekitar 36 hari jika tanpa makan.

Siklus hidup sekitar 30-45 hari saat kondisi suhu optimum 29°C, kadar air biji 14% serta kelembaban nisbi 70%. Perkembangan populasi sangat cepat bila bahan simpanan kadar airnya di atas 15%.

Pengendalian
a) Pengelolaan Tanaman
Serangan selama tanaman masih di lahan dapat terjadi jika tongkol terbuka. Tanaman yang kekeringan, dengan pemberian pupuk rendah menyebabkan tanaman mudah terserang busuk tongkol sehingga dapat diinfeksi oleh kumbang bubuk. Panen tepat waktu saat jagung mencapai masak fisiologis dapat mencegah Sitophilus zeamais, karena pemanenan tertunda dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan biji jagung saat penyimpanan.

b) Varietas Resisten/Tahan
Penggunaan varietas dengan kandungan asam fenolat tinggi dan kandungan asam aminonya rendah dapat menekan kumbang bubuk, serta penggunaan varietas berpenutup kelobot yang baik.

c) Kebersihan dan Pengelolaan Gudang
Kebanyakan hama gudang cenderung bersembunyi atau melakukan hibernasi sesudah gudang tersebut kosong. Untuk itu harus dibersihkan semua struktur gudang serta membakar semua biji yang terkontaminasi. Biji-biji terkontaminasi ini dijauhkan dari area gudang, lalu dimusnahkan. Selain itu, karung-karung bekas yang masih berisi sisa biji jagung juga harus dibuang. Semua struktur gudang diperbaiki, termasuk dinding retak, dimana serangga dapat bersembunyi di dinding retak. Pada dinding maupun plafon gudang disemprot menggunakan insektisida.

d) Persiapan Biji Jagung Simpanan
Sebelum penyimpanan, perhatikan kadar air dalam biji jagung. Kadar air biji ≤ 12% dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Perkembangan populasi kumbang bubuk akan meningkat pada kadar air 15% atau lebih.

e) Fisik dan Mekanis
Ketika suhu lebih rendah dari 50°C dan di atas 35°C perkembangan serangga akan berhenti. Penjemuran dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Sortasi dilakukan dengan memisahkan biji rusak yang terinfeksi oleh serangga dengan biji sehat (utuh).

f) Bahan Tanaman
Pengendalian hama kumbang bubuk selama budidaya jagung dapat menggunakan bahan organik dari tanaman, seperti daun Annona sp., Hyptis spricigera, Lantana camara, daun Ageratum conyzoides, Chromolaena odorata, akar dari Khaya senegelensis, Acorus calamus, bunga dari Pyrethrum sp., Capsicum sp., maupun tepung biji dari Annona sp. dan Melia sp.

g) Hayati
Penggunaan agensi patogen dapat mengendalikan kumbang bubuk seperti Beauveria bassiana pada konsentrasi 109 konidia/ml takaran 20 ml/kg biji dapat mencapai kematian 50%. Penggunaan parasitoid Anisopteromalus calandrae juga mampu menekan kumbang bubuk.

h) Fumigasi
Fumigan merupakan senyawa kimia dimana senyawa ini dalam suhu serta tekanan tertentu berbentuk gas. Fumigan dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernapasan. Fumigasi dapat dilakukan di tumpukan komoditas jagung kemudian ditutup rapat menggunakan lembaran plastik. Fumigasi dapat pula dilakukan saat penyimpanan kedap udara seperti penyimpanan dalam silo, menggunakan kaleng kedap udara atau pengemasan menggunakan jerigen plastik, botol yang diisi sampai penuh kemudian mulut botol atau jerigen dilapisi parafin untuk penyimpanan skala kecil. Fumigasi menggunakan phospine (PH3), atau Methyl Bromida (CH3Br).

Lalat Bibit (Atherigona sp.)

Lalat bibit yang menyerang tanaman jagung hanya ditemukan di daerah Jawa dan Sumatera. Lalat bibit dapat merusak pertanaman jagung hingga 80% bahkan lebih (puso). Lama hidup serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari, serangga betina hidup dua kali lebih lama daripada serangga jantan. Serangga dewasa sangat aktif terbang serta sangat tertarik dengan kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah. Imago kecil berukuran panjang 2,5-4,5 mm.
Telur Imago betina mulai meletakkan telur tiga sampai lima hari setelah kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan telurnya selama tiga sampai tujuh hari. Telur ini diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang, serta diletakkan di bawah permukaan daun.
Awalnya, larva terdiri dari tiga instar berwarna putih krem, selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap. Larva yang baru menetas melubangi batang, kemudian membuat terowongan sampai dasar batang, sehingga tanaman menjadi kuning, akhirnya mati.
Pupa terdapat di pangkal batang dekat atau di bawah permukaan tanah, umur pupa 12 hari. Puparium berwarna coklat kemerah-merahan sampai coklat, memiliki ukuran panjang 4,1 mm.

Gejala:
Tanaman muda menguning karena larva yang baru menetas melubangi batang, kemudian membuat terowongan hingga ke dasar batang sehingga tanaman menguning, akhirnya mati. Jika tanaman mengalami proses pemulihan, maka pertumbuhannya akan kerdil.

Pengendalian
a) Hayati
- Parasitoid Trichogramma spp. memarasit telur, Opius sp. dan Tetrastichus sp. memarasit larva
- Predator Clubiona japonicola, merupakan predator imago.

b) Kultur Teknis
Oleh karena aktivitas lalat bibit hanya selama satu sampai dua bulan saat musim hujan, secara kultur tenis dapat melakukan pengubahan waktu tanam, pergiliran tanaman, atau melakukan tanam serempak.

c) Varietas Resisten
- Galur jagung QPM putih tahan lalat bibit adalah MSQ-P1(S1)-C1-11, MSQ-P1(S1)-C1-12, MSQ-P1(S1)-C1-44, MSQ-P1(S1)-C1-45,
- Galur jagung QPM kuning adalah MSQ-K1(S1)-C1-16, MSQ-K1(S1)-C1-35, MSQ-K1(S1)-C1-50.

d) Kimiawi
Pengendalian menggunakan insektisida dapat dilakukan saat perlakuan benih menggunakan thiodikarb (dosis 7,5-15 g b.a./kg benih) atau karbofuran (dosis 6 g b.a./kg benih). Selanjutnya setelah tanaman jagung berumur 5-7 hari, tanaman disemprot menggunakan karbosulfan (dosis 0,2 kg b.a./ha) atau thiodikarb (0,75 kg b.a/ha). Penggunaan insektisida hanya dianjurkan di daerah endemik.

Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

Larva kecil merusak daun serta menyerang secara serentak bergerombol dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan bahkan tinggal tulang daunnya saja. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, umumnya terjadi saat musim kemarau.

Pengendalian secara fisik menggunakan alat perangkap ngengat sex feromonoid sebanyak 40 buah/Ha semenjak tanaman jagung berumur 2 minggu.

Penggunaan agensia hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti: Cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, Beauveria bassina, Nomuarea rileyi, atau Metarhizium anisopliae. Dapat juga dari golongan bakteri seperti Bacillus thuringensis. Pemanfaatan patogen virus untuk ulat ini juga dapat dilakukan menggunakan Sl-NPV (Spodoptera litura - Nuclear Polyhedrosis Virus). Parasit lain yang dapat dimanfaatkan adalah Parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, atau Peribeae sp.

Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Kemampuan ulat grayak merusak tanaman jagung berkisar antara 5-50%. Ngengat aktif saat malam hari, sayap bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan. Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat di bagian daun (kadang tersusun 2 lapis), warnanya coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing berisi 25–500 butir) tertutup bulu seperti beludru.

Larva mempunyai warna bervariasi, ulat yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan serta hidup secara bergerombol. Ulat menyerang tanaman jagung di malam hari, saat siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat lembab). Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.

Pupa, ulat berkepompong dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa (kokon) berwana coklat kemerahan, memiliki panjang sekitar 1,6 cm. Siklus hidup berkisar antara 30–60 hari (lama stadium telur 2–4 hari, larva yang terdiri dari 5 instar : 20–46 hari, pupa 8–11 hari).

Tanaman inang hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tanaman tomat, kubis, cabe, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi, tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, gulmaLimnocharis sp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., Trema sp.

Penggerek Tongkol (Heliotis armigera, Helicoverpa armigera.)

Imago betina akan meletakkan telur pada silk (rambut) jagung. Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk ke dalam tongkol jagung lalu memakan biji yang sedang mengalami perkembangan. Infestasi serangga ini akan menurunkan kualitas mupun kuantitas tongkol jagung.
Pada lubang–lubang bekas gorokan hama ini terdapat kotoran–kotoran yang berasal dari hama tersebut, biasanya hama ini lebih dahulu menyerang bagian tangkai bunga.

Musuh alami sebagai pengendali hayati serta cukup efektif untuk mengendalikan penggerek tongkol adalah Parasit, Trichogramma sp. ( parasit telur) atau Eriborus argentiopilosa (Ichneumonidae) parasit larva muda.
Pengendalian kimiawi hama ulat grayak efektif dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dan selang 1-2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat.

Penggerek Batang (Ostrinia fumacalis)

Hama ini menyerang semua bagian tanaman jagung di seluruh fase pertumbuhan. Kehilangan hasil akibat serangan pnggerek batang dapat mencapai 80%. Ngengat aktif di malam hari, serta menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari. Telur berwarna putih, diletakkan berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi, telur diletakkan di permukaan bagian bawah daun, utamanya pada daun ke 5-9, umur telur 3-4 hari.

Larva (baru menetas) berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah-pindah, larva muda memakan bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari. Pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah-merahan, umur pupa 6-9 hari.

Gejala Serangan
Larva O. Furnacalis ini mempunyai karakteristik membuat kerusakan di setiap bagian tanaman jagung yaitu membentuk lubang kecil pada daun, lubang gorokan di batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, serta tumpukan tassel yang rusak.

Pengendalian
  1. Kultur teknis
  2. Waktu tanam tepat
  3. Tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah.
  4. Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris tanaman)

Hayati
Pemanfaatan musuh alami seperti :
- Parasitoid Trichogramma sp.. Parasitoid tersebut dapat memarasit telur O. Furnacalis.
- Predator Euborellia annulata. Predator ini selain memangsa larva juga pupa O. Furnacalis.
- Bakteri Bacillus thuringiensis Kurstaki mengendalikan larva O. Furnacalis,
- Cendawan Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae mengendalikan larva O. Furnacalis. Ambang ekonomi 1 larva/tanaman.

Kimiawi
Penggunaan insektisida berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, atau karbofuran efektif untuk menekan serangan penggerek batang jagung.

Kutu Daun (Mysus persicae)

Hama kutu daun pada tanaman jagung adalah Mysus persicae. Hama ini mengisap cairan tanaman jagung terutama pada daun muda, kotorannya berasa manis sehingga mengundang semut serta berpotensi menimbulkan serangan sekunder yaitu cendawan jelaga. Serangan parah menyebabkan daun tanaman mengalami klorosis(menguning), serta menggulung. Kutu daun Mysus juga menjadi serangga vektor penular virus mosaik.

Pengendalian hama kutu daun Mysus persicae dapat menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Peyakit Tanaman Jagung

Seperti halnya hama tanaman jagung, penyakit yang menyerang selama budidaya jagung juga berpotensi menimbulkan kerugian. Serangan parah penyakit-penyakit ini jika tidak dikendalikan dapat menurunkan hasil produksi jagung sehingga juga menurunkan pendapatan petani. Adapun penyakit tanaman jagun biasanya disebabkan oleh serangan hawar daun, busuk pelepah, penyakit bulai, busuk tongkol, busuk batang, karat daun, bercak daun, serta virus.

Hawar Daun (Helmithosporium turcicum)

Gejala
Awal terinfeksinya hawar daun, menunjukkan gejala berupa bercak kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik (disebut hawar), warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar 2,5-15 cm, bercak muncul di mulai dari daun terbawah kemudian berkembang menuju daun atas. Infeksi berat akibat serangan penyakit hawar daun dapat mengakibatkan tanaman jagung cepat mati atau mengering. Cendawan ini tidak menginfeksi tongkol atau klobot jagung, cendawan dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun atau sisa-sisa tanaman di lahan.

Penyebab
Penyakit hawar daun disebabkan oleh Helminthosporium turcicum.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan hawar daun, seperti : Bisma, Pioner-2, pioner-14, Semar-2 dan semar-5.
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun.
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mankozeb atau dithiocarbamate. Dosis/konentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Busuk Pelepah (Rhizoctonia solani)

Gejala
Penyakit busuk pelepah pada budidaya jagung umumnya terjadi di pelepah daun, gejalanya terdapat bercak berwarna agak kemerahan kemudian berubah menjadi abu-abu, selanjutnya bercak meluas, seringkali diikuti pembentukan sklerotium berbentuk tidak beraturan, berwarna putih kemudian berubah menjadi cokelat.

Gejala serangan penyakit ini dimulai dari bagian tanaman yang paling dekat dengan permukaan tanah kemudian menjalar ke bagian atas. Penanaman varietas tidak tahan penyakit ini (rentan), serangan cendawan penyebab busuk pelepah dapat mencapai pucuk atau tongkol jagung. Cendawan ini bertahan hidup sebagai miselium dan sklerotium pada biji jagung, di dalam tanah serta pada sisa-sisa tanaman di lahan. Keadaan tanah basah, lembab, serta drainase kurang baik akan merangsang pertumbuhan miselium dan sklerotia, sehingga kondisi semacam ini merupakan sumber inokulum utama.

Penyebab
Penyebab penyakit busuk pelepah adalah Rhizoctonia solani.

Pengendalian
- Menggunakan varietas/galur tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah seperti : Semar-2, Rama, Galur GM 27
- Diusahakan agar penanaman jagung tidak terlalu rapat sehingga kelembaban tidak terlalu tinggi
- Lahan memiliki drainase baik
- Pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus menerus di lahan yang sama
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mancozeb atau karbendazim. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis)

Penyakit bulai merupakan penyakit utama budidaya jagung. Penyakit ini menyerang tanaman jagung khususnya varietas rentan hama penyakit serta saat umur tanaman jagung masih muda (antara 1-2 minggu setelah tanam). Kehilangan hasil produksi akibat penularan penyakit bulai dapat mencapai 100%, terutama varietas rentan.

Gejala
Gejala khas penyakit bulai adalah adanya warna khlorotik memanjang sejajar tulang daun dengan batas terlihat jelas antara daun sehat. Bagian daun permukaan atas maupun bawah terdapat warna putih seperti tepung, sangat jelas di pagi hari. Selanjutnya pertumbuhan tanaman jagung akan terhambat, termasuk pembentukan tongkol buah, bahkan tongkol tidak terbentuk, daun-daun menggulung serta terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan.

Penyakit bulai tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik dimana gejalanya meluas ke seluruh bagian tanaman jagung serta menimbulkan gejala lokal (setempat). Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun akan terinfeksi. Tanaman terinfeksi penyakit bulai saat umur tanaman masih muda umumnya tidak menghasilkan buah, tetapi bila terinfeksi saat tanaman sudah tua masih dapat terbentuk buah, sekalipun buahnya kecil-kecil karena umumnya pertumbuhan tanaman mengerdil.

Penyebab
Penyakit bulai di Indonesia disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis yang luas sebarannya, sedangkan Peronosclerospora sorghii hanya ditemukan di dataran tinggi Berastagi Sumatera Utara serta di Batu Malang Jawa Timur.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan penyakit bulai seperti varietas Bima 1, Bima 3, Bima 9, Bima 14, Bima 15, Lagaligo, atau Gumarang
- Melakukan periode waktu bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan
- Penanaman jagung secara serempak
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terserang penyakit bulai
- Penggunaan fungisida metalaksil saat perlakuan benih dengan dosis 2 gram (0,7 g bahan aktif) per kg benih

Busuk Tongkol


a. Busuk tongkol Fusarium

Gejala
Gejala penyakit ini ditandai permukaan biji tongkol jagung berwarna merah jambu sampai coklat, kadang-kadang diikuti oleh pertumbuhan miselium seperti kapas berwarna merah jambu. Cendawan berkembang baik pada sisa tanaman maupun di dalam tanah, cendawan ini dapat terbawa benih, penyebarannya dapat melalui angin atau tanah.
Penyakit busuk tongkol Fusarium disebabkan oleh infeksi cendawan Fusarium moniliforme.

b. Busuk tongkol Diplodia

Gejala
Serangan busuk tongkol diplodia ditandai adanya warna coklat pada klobot. Jika infeksi terjadi setelah 2 minggu keluarnya rambut jagung menyebabkan biji berubah menjadi coklat, kisut akhirnya busuk. Miselium cendawan diplodia berwarna putih, piknidia berwarna hitam tersebar pada kelobot. Infeksi dimulai dari dasar tongkol berkembang ke bongkol kemudian merambat ke permukaan biji serta menutupi kelobot. Cendawan dapat bertahan hidup dalam bentuk spora dan piknidia berdinding tebal pada sisa tanaman di lahan.
Gejala busuk tongkol Diplodia disebabkan oleh infeksi cendawan Diplodia maydis.

c. Busuk tongkol Gibberella

Gejala
Serangan dini pada tongkol jagung dapat menyebabkan tongkol jagung menjadi busuk, kelobotnya saling menempel erat pada tongkol, serta buahnya berwarna biru hitam di permukaan kelobot maupun bongkol.

Gejala busuk tongkol Gibberella disebabkan oleh infeksi cendawan Gibberella roseum.

Pengendalian :
- Menggunakan pemupukan berimbang.
- Tidak membiarkan tongkol terlalu lama mengering di lahan, jika musim hujan bagian batang di bawah tongkol dipotong agar ujung tongkol tidak mengarah ke atas.
- Pergiliran tanaman mengunakan tanaman bukan termasuk padi-padian, karena patogen ini mempunyai banyak tanaman inang.

Busuk Batang

Gejala
Penyakit busuk batang jagung dapat menyebabkan kerusakan pada varietas rentan hingga 65%. Tanaman jagung terserang penyakit ini tampak layu atau kering seluruh daunnya. Umumnya gejala tersebut terjadi pada stadia generatif, yaitu setelah fase pembungaan. Pangkal batang terserang berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, bagian dalam batang busuk, sehingga mudah rebah, serta bagian kulit luarnya tipis. Pangkal batang teriserang akan memperlihatkan warna merah jambu, merah kecoklatan atau coklat.

Penyakit busuk batang jagung dapat disebabkan oleh delapan spesies/cendawan seperti Colletotrichum graminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium moniliforme, Macrophomina phaseolina, Pythium apanidermatum, Cephalosporium maydis, dan Cephalosporium acremonium. Di Sulawesi Selatan, penyebab penyakit busuk batang yang telah berhasil diisolasi adalah Diplodia sp., Fusarium sp. dan Macrophomina sp.

Penularan
Cendawan patogen penyebab penyakit busuk batang memproduksi konidia pada permukaan tanaman inangnya. Konidia dapat disebarkan oleh angin, air hujan ataupun serangga. Pada waktu tidak ada tanaman, cendawan dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman terinfeksi dalam fase hifa atau piknidia dan peritesia yang berisi spora. Pada kondisi lingkungan yang sesuai untuk perkembangannya, spora akan keluar dari piknidia atau peritesia. Spora pada permukaan tanaman jagung akan tumbuh lalu menginfeksi melalui akar ataupun pangkal batang. Infeksi awal dapat melalui luka atau membentuk sejenis apresoria, serta mampu masuk ke jaringan tanaman. Spora/konidia yang terbawa angin dapat menginfeksi ke tongkol jagung. Akibat lebih kanjut, biji terinfeksi jika ditanam dapat menyebabkan penyakit busuk batang.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan serangan penyakit busuk batang seperti BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya, Exp.9572, Exp. 9702, Exp. 9703, CPI-2, FPC 9923, Pioneer-8, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14, Semar-9, Palakka, atau J1-C3.
- Melakukan pergiliran tanaman.
- Melakukan pemupukan berimbang, menghindari pemberian N tinggi dan K rendah.
- Drainase baik.
- Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp.

Karat Daun (Puccinia polysora)

Bercak-bercak kecil (uredinia) berbentuk bulat sampai oval terdapat di permukaan daun jagung bagian atas maupun bawah, uredinia menghasilkan uredospora berbentuk bulat atau oval serta berperan penting sebagai sumber inokulum dalam menginfeksi Tanaman jagung lainnya, sebarannya melalui angin. Penyakit karat dapat terjadi di dataran rendah sampai tinggi, infeksinya berkembang baik pada musim penghujan atau musim kemarau.

Penyebab
Penyakit karat disebabkan oleh Puccinia polysora

Pengendalian
- Menanam varietas tahankarat daun, seperti Lamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima-1 atau Semar-10
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi karat daun maupun gulma
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif benomil. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Bercak Daun (Bipolaris maydis Syn.)

Gejala
Penyakit bercak daun pada tanaman jagung dikenal dua tipe menurut ras patogennya yaitu ras O dan T. Ras O bercak berwarna coklat kemerahan berukuran 0,6 x (1,2-1,9) cm, sedangkan Ras T bercak berukuran lebih besar yaitu (0,6-1,2)x(0,6-2,7) cm. Ras T berbentuk kumparan, bercak berwarna hijau kuning atau klorotik kemudian menjadi coklat kemerahan. Kedua ras ini, ras T lebih berbahaya (virulen) dibanding ras O. Serangan pada bibit tanaman menyebabkan tanaman menjadi layu atau mati dalam waktu 3-4 minggu setelah tanam.

Tongkol terserang/terinfeksi dini menyebabkan bijinya akan rusak lalu busuk, bahkan tongkol jagung dapat gugur. Bercak pada ras T terdapat di seluruh bagian tanaman (baik daun, pelepah, batang, tangkai kelobot, biji, maupun tongkol jagung). Permukaan biji terinfeksi tertutup miselium berwarna abu-abu sampai hitam sehingga dapat menurunkan hasil produksi secara signifikan. Cendawan ini dalam bentuk miselium dan spora dapat bertahan hidup dalam sisa tanaman di lahan atau pada biji jagung di penyimpanan. Konidia yang terbawa angin atau percikan air hujan dapat menimbulkan infeksi pertama pada tanaman jagung.

Penyebab
Penyakit bercak daun penyebabnya adalah Bipolaris maydis Syn. Pada B. maydis ada dua ras yaitu ras O dan ras T.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan serangan bercak daun, seperti Bima-1, Srikandi Kuning-1, Sukmaraga atau Palakka
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun
- Penggunaan fungisida menggunakan bahan aktif mancozeb atau karbendazim. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Virus Mosaik

Gejala
Gejala penyakit virus mozaik pada budidaya jagung ditandai tanaman jagung menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau hijau dengan diselingi garis-garis kuning, jika dilihat secara keseluruhan tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip gejala bulai namun permukaan daun bagian bawah maupun atas apabila dipegang tidak terasa adanya serbuk spora. Penularan virus dapat terjadi secara mekanis atau melalui serangga Myzus percicae dan Rhopalopsiphum maydis secara nonpersisten. Tanaman jagung terinfeksi virus ini umumnya menjadikan penurunan hasil secara signifikan.

Pengendalian
- Mencabut tanaman jagung terinfeksi virus seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman musim mendatang.
- Melakukan pergiliran tanaman, tidak menanam tanaman jagung secara terus menerus di lahan yang sama.
- Penyemprotan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi. Dosis/konsentrasi tidak melebihi anjuran dalam kemasan.
- Tidak menanam benih jagung dari tanaman terinfeksi virus.

BUDIDAYA JAGUNG

Budidaya Jagung - Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dijadikan sebagai sumber karbohidrat untuk menggantikan beras. Tanaman jagung biasa ditanam di daerah yang kesulitan air atau fasilitas irigasi yang terbatas. Tanaman jagung juga sering ditanam sebagai tanaman penyelang produk-produk pertanian lain. Berikut ini kami uraikan secara rinci mengenai teknik budidaya jagung yang baik tanpa pengolahan tanah.

CARA MENANAM JAGUNG TANPA OLAH TANAH

Cara praktis budidaya jagung yang akan saya uraikan di sini merupakan cara menanam jagung dengan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT). Maksud dan tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memanfaatkan lahan bekas budidaya padi sebagai alternatif penggiliran tanaman. Dengan asumsi bahwa penggiliran tanaman sangat diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah serta menekan perkembangan hama penyakit pada tanaman sejenis atau sefamili. Di samping itu untuk memutus siklus hidup dari hama penyakit tersebut sehingga kesehatan tanah tetap terjaga.

SYARAT TUMBUH TANAMAN JAGUNG

Tanaman jagung tumbuh optimal pada daerah berketinggian tempat antara 200-800 mdpl. Tanaman jagung membutuhkan sinar matahari penuh tanpa naungan, suhu udara berkisar 22-26°C, pH tanah 6-7. Jagung termasuk tanaman sensitif dan rakus terhadap unsur hara nitrogen, sehingga pemberian pupuk nitrogen sangat mutlak diberikan untuk menunjang keberhasilan budidaya jagung. Tanaman dengan kekurangan atau defisiensi untuk nitrigen menunjukkan ciri-ciri memudarnya klorofil daun, berubah kekuningan, jaringan daun mati, akhirnya mengering berwarna merah kecoklatan. Saat tanaman jagung kekurangan unsur ini, menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Aktivitas fotosintesis berjalan tidak sempurna, lama-kelamaan tanaman jagung merana sehingga tidak mampu berproduksi dengan baik, buah jagung yang dihasilkan kecil-kecil dengan bentuk kurang sempurna. Hal ini terjadi karena saat pertumbuhan tanaman jagung terhambat, serapan unsur lainnya juga terhambat karena daun jagung tidak dapat mengolah unsur hara lain yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pembuahan dan pembesaran buah jagung. Tanaman jagung menyerap unsur p dan k dalam jumlah minim, padahal kedua unsur makro ini sangat vital dalam produksi buah jagung serta menghasilkan buah jagung berkualitas.

PELAKSANAAN BUDIDAYA JAGUNG




Pelaksaanaan budidaya menggunakan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) meliputi persiapan-periapan, seperti persiapan lahan dan persiapan benih jagung. Setelah semuanya dipastikan siap, kemudian melakukan penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit jagung dan panen. Pemeliharaan tanaman jagung pada budidaya ini meliputi penyulaman, sanitasi lahan, pengairan, serta pemupukan susulan. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kegiatan di atas:

Persiapan Lahan

Persiapan lahan sebelum budidaya meliputi pemberian pupuk organik atau pupuk kandang fermentasi. Pupuk organik diberikan dengan cara menaburkan pupuk membentuk larikan/baris disesuaikan dengan baris yang akan digunakan sebagai tempat penanaman jagung. Dosis pemberian pupuk organik cukup 2 ton/Ha.

Pengapuran lahan perlu dilakukan untuk meningkatkan pH pada tanah asam hingga netral atau setidaknya mendekati netral. Kondisi pH netral yaitu dengan nilai pH 7 memungkinkan tanaman jagung tumbuh maksimal, karena penyerapan unsur hara menjadi optimal. Dosis pengapuran untuk mayoritas tanah di pulau Jawa sebanyak 400 kg/Ha. Pemberian kapur dilakukan seperti pemberian pupuk kandang, yaitu ditaburkan membentuk larikan/baris.

Pembuatan atau perbaikan drainase pada budidaya jagung dilakukan untuk melancarkan pembuangan air terutama saat musim hujan agar tidak terjadi genangan. Munculnya genangan air di areal budidaya menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan cendawan atau jamur parasit sehingga berakibat terhadap serangan penyakit terutama saat tanaman jagung sudah tumbuh dewasa. Selain itu dengan drainase yang baik kelembaban tanahnya pun ikut terjaga. Untuk menunjang pertumbuhan awal tanaman jagung yaitu pertumbuhan vegetatif tanaman, dilakukan pembersihan gulma, dapat dilakukan secara manual atau penyemprotan menggunakan herbisida (dapat menggunakan herbisida pratumbuh maupun purnatumbuh) agar lebih praktis dan menghemat tenaga kerja. Saat memilih alternatif penyemprotan herbisida, setelah penyemprotan biarkan lahan selama minimal 5 hari untuk pemakaian herbisida purnatumbuh dan selama 10 hari untuk pemakaian herbisida pratumbuh sebelum dilakukan penanaman jagung. Dosis/konsentrasi dapat dilihat pada kemasannya.

Persiapan Benih Jagung

Budidaya dengan cara TOT membutuhkan benih jagung sebanyak 6 Kg/Ha, angka ini sudah termasuk cadangan penyulaman. Sebelum ditanam, benih jagung terlebih dahulu direndam dalam larutan insektisida selama 1 jam, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah profenofos, betasiflutrin, klorpirifos, atau lamdasihalotrin, dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan. Tujuan perendaman benih jagung ini adalah untuk mengantisipasi serangan semut setelah benih jagung ditanam.

Penanaman Jagung

Persiapan penanaman jagung dimulai dengan membuat lubang tanam berjarak 40 cm sekaligus membuat lubang sebagai tempat pemupukan berjarak 10 cm dari lubang tanam. Jarak antarbaris selebar 70 cm. Tanam benih jagung yang sudah direndam dalam larutan insektisida sebanyak dua butir per lubang tanam. Setelah itu lakukan pemupukan pada lubang pemupukan yang sudah dipersiapkan dengan perbandingan 2 NPK 15-15-15 dan 1 urea. Dosis pemupukan sebanyak 1 sendok makan per lubang.

Pemeliharaan Tanaman Jagung

Kegiatan pemeliharaan tanaman jagung pada budidaya Tanpa Olah Tanah (TOT) ini meliputi penyulaman, sanitasi lahan, pengairan, serta pemupukan susulan. Adapun rincian kegiatan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Penyulaman

Penyulaman tanaman jagung untuk budidaya TOT dilakukan saat umur jagung 7 hari setelah penanaman. Penyulaman dilakukan untuk mengganti benih jagung yang tidak tumbuh atau benih jagung yang terserang hama, seperti ulat. Penyulaman lebih dari 7 hari menyebabkan pertumbuhan tanaman jagung tidak seragam, berpengaruh terhadap pemanenan dan pengendalian hama penyakit jagung.

Sanitasi Lahan

Sanitasi lahan selama budidaya meliputi pengendalian gulma, pengaturan air. Pengendalian gulma dilakukan dengan cara penyiangan menggunakan cangkul. Pencangkulan dilakukan tipis hanya untuk memotong gulma di permukaan. Setelah itu tanah bekas cangkulan dibalik lalu digunakan untuk menimbun batang jagung agar lebih kuat bila diterpa angin. Pengaturan air dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi saat musim hujan, atau penggenangan lahan bila diperlukan saat musim kemarau.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan pada budidaya sistem TOT diberikan baik melalui akar maupun daun. Pupuk akar diberikan dengan cara membuat lubang pemupukan berjarak 15 cm dari batang jagung, kemudian pupuk diberikan pada lubang yang sudah dibuat lalu ditutup lagi menggunakan tanah. Pemupukan pertama diberikan umur 25 hari dengan perbandingan 2 NPK 15-15-15 dan 1 pupuk urea. Berikan pupuk sebanyak 1 sendok makan per lubang tanam. Pemupukan kedua diberikan saat tanaman jagung berumur 50 hari menggunakan pupuk NPK 15-15-15. Dosis pemupukan 1 sendok makan perlubang tanam.

Pupuk daun berkandungan nitrogen tinggi diberikan saat umur jagung 15, 22, 29, dan 36 hari, sedangkan pupuk daun berkandungan phosphat dan kalium tinggi diberikan saat jagung berumur 40, 47, 54, 61 hari.

HAMA PENYAKIT JAGUNG

Keberhasilan budidaya yang menjadi harapan para petani jagung terutama sekali saat produksi jagung optimal dan panen berlimpah. Untuk mewujudkan semua ini, perlu dilakukan pengamatan terhadap serangan hama penyakit yang menyerang tanaman jagung. Dengan deteksi dini di lapangan, hama penyakit jagung dapat segera dianalisa untuk kemudian ditentukan langkah-langkah pengendaliannya.

HAMA JAGUNG

Hama yang menyerang tanaman jagung biasanya adalah ulat tanah, belalang, kumbang bubuk, lalat bibit, ulat grayak, penggerek tongkol, penggerek batang, serta kutu dan. Berikut ini nama masing-masing hama dan cara pengendaliannya:
Ulat Tanah
Nama Ilmiah : Agrotis sp.
Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Belalang
Nama Ilmiah : Locusta sp., dan Oxya chinensis
Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Kumbang Bubuk
Nama Ilmiah : Sitophilus zeamais
Pengendalian Kumbang Bubuk Pada Budidaya TOT:
a) Pengelolaan tanaman jagung.
b) Penggunaan varietas jagung resisten/tahan.
c) Kebersihan dan pengelolaan gudang tempat penyimpanan jagung.
d) Persiapan biji jagung yang disimpan.
e) Fisik dan mekanis.
g) Pengendalian hayati dengan penggunaan agensia patogen.
h) Fumigasi. Fumigan merupakan senyawa kimia yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, fumigasi dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernapasan.
Lalat Bibit
Nama Ilmiah : Atherigona sp.
Pengendalian Lalat Bibit untuk Budidaya sistem TOT:
a) Hayati.
b) Kultur teknis.
c) Varietas resisten.
d) Kimiawi.
Selengkapnya di Hama Penyakit Tanaman Jagung
Ulat Grayak
Nama Ilmiah : Spodoptera sp.
Pengendalian : Secara fisik dapat dilakukan menggunakan alat perangkap ngengat sexferomonoid sebanyak 40 buah/Ha semenjak tanaman jagung berumur 2 minggu.
Penggerek Tongkol
Nama Ilmiah : Heliotis armigera, Helicoverpa armigera.
Pengendalian kimiawi : Penyemprotan dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dan selang 1-2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat.
Penggerek Batang
Nama Ilmiah : Ostrinia fumacalis
Pengendalian Penggerek Batang Pada Budidaya TOT:
a) Kultur teknis.
b) Budidaya dilakukan pada waktu yang tepat.
c) Tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah.
d) Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris tanaman) (dettaselling)
e) Hayati - Pemanfaatan musuh alami.
f) Kimiawi - Menggunakan insektisida berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, karbofuran.
Kutu Daun
Nama Ilmiah : Mysus persicae
Pengendalian kimiawi : penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

PENYAKIT JAGUNG

Penyakit yang menyerang tanaman jagung biasanya adalah hawar daun, busuk pelepah, penyakit bulai, busuk tongkol, busuk batang, bercak daun, dan virus. Berikut ini cara pengendalian penyakit yang menyerang tanaman jagung:
Hawar Daun
Nama Ilmiah : Helmithosporium turcicum
Pengendalian Hawar Daun Pada Budidaya TOT :
a) Menanam varietas jagung tahan hawar daun, seperti Bisma, Pioner-2, pioner-14, Semar-2 dan semar-5.
b) Pemusnahan seluruh bagian tanaman jagung sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi bercak daun.
c) Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.
Busuk Pelepah
Nama Ilmiah : Rhizoctonia solani
Pengendalian Busuk Pelepah dengan Budidaya sistem TOT :
a) Menggunakan varietas/galur jagung tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah.
b) Penanaman jagung tidak terlalu rapat untuk menjaga kelembaban.
c) Drainase baik.
d) Melakukan pergiliran tanaman, hindari budidaya terus-menerus sepanjang musim.
e) Penggunaan fungisida berbahan aktif mankozeb dan karbendazim.
Penyakit Bulai
Nama Ilmiah : Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis
Pengendalian Penyakit Bulai dengan Budidaya sistem TOT :
a) Menanam varietas jagung tahan penyakit bulai.
b) Melakukan periode waktu yang bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan.
c) Budidaya tanaman jagung dilakukan secara serempak.
d) Pemusnahan seluruh bagian tanaman jagung sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) terhadap tanaman yang terserang penyakit bulai.
e) Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih).
Busuk Tongkol
Ada tiga jenis candawan penyebab busuk tongkol, yaitu busuk tongkol fusarium, busuk tongkol diplodia, dan busuk tongkol gibbrelella, penyebabnya:
a. Busuk tongkol fusarium disebabkan oleh Fusarium moniliforme.
b. Busuk tongkol diplodia disebabkan oleh Diplodia maydis.
c. Busuk tongkol gibberella disebabkan oleh Gibberella roseum.
Pengendalian Busuk Tongkol Pada Budidaya TOT :
a) Pemupukan berimbang.
b) Pastikan tongkol tidak terlalu lama mengering di areal budidaya.
C) Melakukan pergiliran tanaman, jangan melakukan budidaya terus-menerus sepanjang musim.
Busuk Batang
Pengendalian Busuk Batang dengan Budidaya sistem tanpa olah tanah :
a) Menanam varietas jagung tahan busuk batang.
b) Pergiliran tanaman dengan tidak melakukan budidaya terus-menerus.
c) Memberikan pemupukan berimbang, menghindari pemberian pupuk berkadar N tinggi dan K rendah.
d) Drainase baik.
e) Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp.
Karat Daun
Nama Ilmiah : Puccinia polysora
Pengendalian Karat Daun dengan Budidaya sistem tanpa olah tanah :
a) Menanam varietas jagung tahan karat.
b) Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi karat daun dan gulma.
c) Penggunaan fungisida berbahan aktif benomil.
Bercak Daun
Nama Ilmiah : Bipolaris maydis Syn.
Pengendalian Bercak Daun dengan Budidaya sistem tanpa olah tanah :
a) Menanam varietas jagung tahan bercak daun.
b) Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi bercak daun.
c) Penggunaan fungisida berbahan aktif mankozeb dan karbendazim.
Virus Mosaik
Pengendalian Virus Pada Budidaya sisten TOT :
a) Mencabut tanaman jagung yang terinfeksi seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun budidaya yang akan datang.
b) Melakukan pergiliran tanaman, jangan melakukan budidaya tanaman jagung sepanjang musim.
c) Penggunaan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi.
d) Tidak penggunakan benih jagung yang berasal dari tanaman jagung yang terinfeksi virus.

MENGENAL TANAMAN JAGUNG

Mengenal Tanaman Jagung - Budidaya jagung telah dilakukan sekitar 10.000 tahun yang lalu di Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan) kemudian berkembang ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa tanaman jagung (Zea mays ssp. mays) merupakan keturunan dari teosinte (Zea mays ssp. parviglumis).

Jagung termasuk tanaman berumah satu dengan bunga betina terletak pada infloresen yang berbeda dengan bunga jantannya, tetapi masih berada dalam satu tanaman. Bunga jantan tersusun dalam bulir rapat, terletak pada ujung batang tanaman, dinamakan malai atau tassel. Bunga betinanya terletak pada ketiak daun dan berbentuk tongkol. Biasanya, bunga betina terletak pada buku keenam atau kedelapan dari atas dan terus pada setiap buku dibawahnya. Masa berbunga tanaman jagung terjadi pada umur 50 HSS (Hari Setelah Semai). Warna bulir jagung ditentukan oleh warna aleuron (lapisan luar) dan endosperma. Satu tongkol buah jagung dapat terbentuk berbagai bulir dengan warna berbeda-beda, karena dalam setiap bulir diserbuki oleh serbuk sari yang berbeda-beda. Tanaman jagung bersifat protandri, yaitu bunga jantan tumbuh 1-2 hari sebelum munculnya rambut pada bunga betina. Bunga betina tanaman jagung meliputi, tangkai, tunas, tongkol, klobot, calon biji, calon janggel, penutup klobot, dan rambut. Pertumbuhan tanaman jagung bersifat apikal dominan, yaitu titik dominasi pertumbuhan tanaman jagung ada pada pucuk batang tanaman, mengakibatkan tongkol jagung paling atas berkembang lebih besar daripada tongkol jagung di bawahnya sehingga terjadi kompetisi antartongkol.



Jagung merupakan tanaman semusim, termasuk jenis rumput-rumputan dengan akar dapat tumbuh baik pada kondisi tanah yang memungkinkan untuk pertumbuhan tanaman. Siklus hidup tanaman ini diselesaikan dalam waktu 80-150 hari. Pertumbuhan batangnya tidak hanya memanjang tetapi juga terjadi pertumbuhan ke samping atau membesar dan dapat mencapai diameter 3-4 cm. Batang tanaman jagung beruas-ruas diselimuti oleh pelepah-pelepah daun berwarna hijau. Besar kecilnya daun dan panjang pendeknya daun tanaman jagung bisa dipengaruhi oleh letak daun terhadap batang tanaman. Daun tanaman yang pertama kali dibentuk berukuran kecil. Daun jagung berupa helai tunggal meruncing di bagian ujung, berbentuk lurus, berwarna hijau, serta bertulang daun sejajar. Bakal biji jagung yang siap diserbuki ditandai dengan rambut memanjang dan keluar melalui sela-sela antara tongkol dan klobot. Pada setiap bakal bijinya selalu terdapat tangkai putik berupa rambut. Akar tanaman jagung tergolong akar serabut, pada tanaman dewasa muncul akar adventif pada buku bagian bawah untuk membantu tumbuh tegaknya tanaman.

Klasifikasi Tanaman Jagung

Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Family : Graminae (Poaceae)
Subfamily : Pasicoideae
Genus : Zea
Species : Zea mays

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu bahan makanan pokok dunia setelah gandum dan padi. Di Indonesia, jagung merupakan tanaman pokok kedua setelah padi. Jagung juga sebagai sumber karbohidrat paling memenuhi syarat sebagai pengganti beras, karena kalori jagung hampir sama dengan beras dan mempunyai protein yang banyak.

Kandungan Gizi Jagung per 100 gram bahan adalah:
Kalori : 355,00 Kalori
Protein : 9,20 gr
Lemak : 3,90 gr
Karbohidrat : 73,70 gr
Kalsium : 10,00 mg
Fosfor : 256,00 mg
Ferrum : 2,40 mg
Vitamin A : 510 SI
Vitamin B1 : 0,38 mg
Air : 12,00 gr

ARTIKEL POPULER