Tampilkan postingan dengan label PETERNAKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PETERNAKAN. Tampilkan semua postingan

TEKNIK BUDIDAYA PADA USAHA TERNAK KAMBING PENGGEMUKAN

Teknik Budidaya Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan - Teknik ini akan membahan mengenai strategi dan cara yang harus dilakukan agar usaha ternak kambing penggemukan yang dikelola bisa memperoleh hasil yang optimal. Beberapa teknik yang akan dibahan antara lain teknik kastrasi dan pemberian makanan penguat. Dengan menerapkan kedua komponen teknologi tersebut, diharapkan peternak dapat meningkatkan laju pertambahan berat badan kambing yang digemukkan.

Teknik Kastrasi Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan

Teknik Kastrasi Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan – Kastrasi merupakan teknik yang dilakukan untuk membuat alat kelamin kambing jantan tidak berfungsi. Dengan menonaktifkan fungsi alat kelamin kambing jantan, diharapkan nutrisi yang diperoleh melalui makanan akan digunakan secara optimal untuk meningkatkan laju pertumbuhan. Dengan demikian, kegiatan usaha ternak kambing akan memperoleh hasil yang lebih baik, yaitu kuntitas dan kualitas karkas yang lebih tinggi.

Dalam mengelola usaha ternak kambing penggemukan, kambing jantan yang akan dipelihara harus dikastrasi terlebih dahulu, agar laju pertambahan berat badan lebih optimal. Kastrasi pada kambing jantan dapat dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Berikut ini uraian singkat mengenai teknik melakukan kastrasi pada usaha ternak kambing.

Kastrasi Tertutup Pada Usaha Ternak Kambing




Kastrasi tertutup dilakukan dengan mematikan sel-sel jantan, yang dapat dilakukan dengan teknik penutupan saluran testes maupun pemberian zat kimia melalui injeksi.

Pelaksanaan kastrasi tertutup pada usaha ternak kambing

Pada pelaksanaannya, kastrasi tertutup dapat dilakukan dengan pemberian preparat hormon atau obat-obatan tertentu, penjepitan menggunakan karet, dan penjepitan menggunakan tang burdiso.

Teknik kastrasi pada kambing jantan dengan pemberian preparat hormon

Cara melakukan kastrasi ini dilakukan dengan menyuntikkan preparat hormon atau obat-obatan tertentu di bawah kulit. Cara memasukkan preparat hormon tersebut dilakukan menggunakan alat khusus untuk penyuntikan. Cara ini biasanya kurang disenangi oleh pembudidaya atau peternak kambing penggemukan, karena biaya yang dikeluarkan untuk membeli preparat hormon relatif mahal. Namun, kastrasi dengan cara ini relatif mudah dilakukan.

Teknik kastrasi menggunakan karet elastrator

Teknik ini dilakukan dengan menjepit saluran sperma dan pembuluh darah kambing menggunakan karet elastrator. Tujuan pengikatan atau penjepitan ini adalah menutup suplai darah dan zat-zat makanan ke testis, sehingga secara berangsur-angsur, testis menjadi tidak aktif karena sel-sel jantan yang tidak memperoleh pasokan darah dan zat makanan akan mati secara perlahan-lahan.

Cara melakukan kastrasi pada kambing dengan teknik penjepitan menggunakan karet elastrator
  1. Siapkan tang penguak atau elastrator, yaitu alat yang digunakan untuk menguak cincin karet penjepit. Lubang cincin karet tersebut sangat kecil, sehingga membutuhkan alat khusus agar bisa dipasang pada pangkal buah zakar atau testes. Tang elastrator dapat dibeli di toko-toko yang menjual alat peternakan.
  2. Siapkan cincin karet penjepit yang dapat dibeli di toko-toko yang menjual peralatan peternakan. Cincin karet tersebut berfungsi untuk menutup saluran testes.
  3. Sebelum pemasangan, pangkal scrontum atau buah zakar dibersihkan menggunakan alkohol atau yodium tinctur
  4. Cincin karet atau elastrator dipasang pada tang penguak, kemudian buka lubang cincin tersebut.
  5. Setelah elastrator terbuka, pasang pada bagian pangkal buah zakar kambing jantan.
  6. Lepaskan cincin karet secara perlahan-lahan, agar saluran testes tertutup. Biarkan hingga putus sendiri.
  7. Buah zakar atau scrontum yang telah terjepit secara perlahan-lahan akan mengering dan akan terlepas dengan sendirinya setelah 2-3 minggu.
Cara penjepitan ini merupakan cara yang paling mudah dan aman, sehingga sering dilakukan oleh petani atau peternak kambing. Kastrasi dengan teknik penjepitan ini biasanya diterapkan pada cempe atau anak kambing jantan pasca sapih. Cempe yang telah dipasangi karet elastrator tidak akan mengalami gangguan, baik rasa sakit maupun kesehatan secara umum. Napsu makan juga tetap baik, dan pertumbuhannya stabil.

Teknik kastrasi menggunakan tang burdizo

Teknik ini juga merupakan salah satu teknik penjepitan untuk menutup saluran testes pada kambing jantan. Jika peralatan pada teknik penjepitan menggunakan karet gelas elastrator susah didapatkan, maka sebagai alternatif bisa dilakukan penjepitan menggunakan tang burdizo.

Cara melakukan kastrasi pada kambing menggunakan tang burdizo
  1. Sebelum dilakukan penjepitan, kedua testes ditarik hingga pangkalnya memanjang, olesi bagian pangkal tersebut menggunakan alkohol atau yodium tinctur.
  2. Cari kedua saluran testes tersebut, kemudian lakukan penjepitan menggunakan tang burdizo satu demi satu. Penjepitan bersamaan sekaligus, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada kambing.
  3. Penjepitan pangkal testes dilakukan dengan kuat atau hingga tang burdizo berbunyi "krek". Diamkan tang dalam posisi menjepit hingga beberapa saat.
  4. Setelah testes terasa agak dingin dan warnanya kebiru-biruan, lepaskan tang burdizo pelan-pelan. Jika penjepitan tidak tepat pada pangkal saluran testes, maka hasil kastrasi tidak sempurna, sehingga perlu dilakukan kastrasi ulang.
Kastrasi dengan teknik penjepitan menggunakan tang burdiso lebih cocok dilakukan pada kambing jantan yang telah dewasa. Jika kastrasi yang dilakukan berhasil, maka testes semakin lama makin mengecil. Dengan demikian, sifat kejantanan kambing secar perlahan-lahan akan menurun dan menghilang. Tetapi, jika kastrasi yang dilakukan tidak berhasil, maka testes tidak akan mengecil, atau bahkan semakin besar. Jika itu terjadi, maka perlu dilakukan kastrasi ulang.

Kastrasi Terbuka Pada Usaha Ternak Kambing

Pada dasarnya, teknik kastrasi secara terbuka dilakukan dengan melakukan pembedahan pada buah zakar kambing, kemudian testes dikeluarkan dari kantong testes atau buah zakar dengan cara pemotongan. Peralatan yang diperlukan untuk melakukan kastrasi terbuka adalah peralatan bedah, yang terdiri dari pisau, scapel atau silet, spiritus atau alkohol, kapas, pinset, gunting, jarum, benang, ember, air sabun, alat suntik. Selain peralatan tersebut, agar tidak terjadi infeksi setelah pembedahan, maka harus dipersiapkan juga obat-obatan, diantaranya adalah obat antibiotika, tepung sulfanilamide, yodium atau obat merah.

Cara melakukan kastrasi terbuka pada usaha ternak kambing penggemukan

Teknik kastrasi terbuka tidak bisa dilakukan satu orang, paling tidak harus dilakukan oleh dua orang. Dimana seorang yang melakukan proses kastrasi atau pembedahan, dan seorang lagi memegangi kambing agar menghadap ke atas. Pengang pada kaki depan dan kaki belakang agar kambing tidak meronta. Jika belum terbiasa melakukan kastrasi dengan teknik pembedahan ini, sebaiknya dilakukan oleh tiga orang.

Cara melakukan kastrasi terbuka pada kambing
  1. Sebelum melakukan pembedahan, kantong zakar harus dibersihkan dulu, kemudian diolesi alkohol agar lebih steril, terutapa pada bagian yang akan dibedah. Jika memungkinkan, Anda bisa melakukan pembiusan lokal, sehingga kambing lebih tenang dan tidak meronta karena kesakitan.
  2. Lakukan pembedahan kantung testes tepat pada bagian testes berada. Pembedahan yang dilakukan jangan terlalu besar, tetapi sekedar cukup untuk mengeluarkan testes. Lakukan pembedahan pada kedua testes satu-demi satu. Jangan melakukan pembedahan sekaligus, sebelum satu proses pembedahan dan pengambilan testes selesai.
  3. Setelah kantung scrontum terbuka, segera keluarkan testes. Sebelum dilakukan pemotongan, pembuluh darah dan saluran sperma yang menuju ke testes harus diikat terlebih dahulu menggunakan benang agar tidak terjadi perdarahan yang berlebihan saat dilakukan pemotongan.
  4. Lakukan pemotongan di bawah bagian yang terikat, kemudian ambil testes dari kantung zakar.
  5. Berikan obat-obat antibiotik agar tidak terjadi infeksi setelah pembedahan, kemudian lakukan penjahitan pada bagian yang dibedah.
  6. Setelah proses pengambilan kedua testes selesai, luka bekas jahitan diolesi dengan vaseline agar tidak dikerubungi lalat. Jika lalat mengerubungi bekas luka tersebut, dikhawatirkan akan memicu terjadinya infeksi.
Teknik kastrasi secara terbukan merupaka cara kastrasi yang paling efektif dan dijamin keberhasilannya, karena kedua testes kambing langsung diambil. Dengan pengambilan testes tersebut, kambing sudah tidak mampu lagi memproduksi sperma. Namun, kastrasi dengan cara terbuka ini memerlukan keahlian khusus, sehingga tidak semua petani atau peternak dapat melakukannya. Jika kastrasi dilakukan dengan sembarangan, dikhawatirkan akan terjadi infeksi setelah pembedahan, yang berpotensi menimbulkan kematian pada kambing.

Pemberian Konsentrat Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan

Pemberian Konsentrat Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan – Untuk meningkatkan pertambahan berat badan kambing, maka dibutuhkan pakan tambahan berupa konsentrat. Pada dasarnya, pemberian pakan hijauan saja sudah mampu mendukung pertumbuhan kambing dengan baik. Namun, pada usaha agribisnis ternak kambing yang sudah dikelola dengan baik, maka dibutuhkan konsentrat agar laju pertambahan berat badan kambing semakin tinggi, sehingga perputaran modal bisa lebih cepat dan keuntungan yang diperoleh lebih besar.

Pemberian konsentrat atau makanan penguat bernutrisi tinggi terutama protein atau energi, pada usaha ternak kambing penggemukan sangat mendukung untuk mempercepat pertambahan berat badan, selain pemberian makanan yang berupa pakan hijauan. Pada kegiatan agribisnis ini, seekor kambing dewasa membutuhkan rata-rata sepuluh kilogram pakan hijauan dan ½-1 kilogram makanan penguat per hari. Makanan penguat diberikan setiap pagi dan sore hari dalam bentuk bubur. Untuk kambing yang digembalakan, makanan penguat diberikan sebanyak ½ kilogram per hari per ekor. Sedangkan kambing yang dipelihara dengan cara dikandangkan, makanan penguat diberikan sebanyak satu kilogram per hari per ekor.

PILIHAN SISTEM BUDIDAYA USAHA TERNAK KAMBING PENGGEMUKAN

Pilihan Sistem Budidaya Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan – Di Indonesia, usaha ternak kambing sudah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Indonesia, meskipun pada umumnya mereka mengusahakan ternak kambing dengan teknik pemeliharaan yang sangat sederhana. Pada umumnya, usaha ternak kambing ini masih dilakukan di pedesaan, karena memang pedesaan memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan usaha di sektor peternakan. Hal ini disebabkan daerah pedesaan masih banyak tersedia pakan hijauan, yang merupakan faktor penjunjang keberhasilan usaha budidaya atau peternakan. Para petani atau peternak kambing biasanya melakukan usaha penggemukan dengan membeli cempe atau anakan kambing pasca sapih, kemudian dibesarkan selama beberapa bulan hingga layak konsumsi, biasanya berat badan kambing telah mencapai 20-30 kg.

Pada prakteknya, usaha ternak kambing penggemukan, yang dilakukan oleh petani atau peternak, dilakukan dengan berbagai metode atau sistem budidaya yang bervariasi. Beberapa diantaranya ada yang menggembalakan kambing atau membiarkan kambing beradap di tempat penggembalaan sejak pukul 09.00 hingga pukul 16.00, terutama dilakukan jika cuaca tidak hujan. Setelah kambing dibawa pulang atau dimasukkan kandang, diberi dengan makanan penguat, biasanya berupa campuran bekatul dan ubi kayu yang diparut, atau dibuat bubur. Beberapa petani ata peternak lain melakukan penggemukan kambing dengan sistem kandang penuh, dimana sepanjang hari kambing diberi makanan hijauan sebanyak-banyaknya.

Berdasarkan kebiasaan yang dilakukan petani atau peternak kambing dalam menjalankan usaha ternaknya, sistem budidaya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pasture fattening, dry lot fattening, dan kombinasi dry lot fattening dan pasture fattening. Pilihan sistem atau model budidaya tersebut terutama dipengaruhi oleh kultur masyarakat setempat dalam memelihara kambing, dan potensi atau persediaan makanan yang ada. Berikut ini penjelasan ketiga sistem budidaya pada usaha ternak kambing.

Usaha Ternak Kambing Penggemukan Dengan Sistem Pasture Fattening




Usaha ternak kambing dengan sistem pasture fattening merupakan cara budidaya atau ternak kambing dengan metode penggembalaan di lapangan. Hal ini terutama dilakukan di daerah-daerah yang masih memiliki padang penggembalaan, atau paling tidak ada tempat-tempat yang cukup luas dengan potensi pakan yang cukup. Kelebihan metode ini adalah petani atau peternak tidak perlu repot-repot untuk mencari rumput, sehingga waktu dan tenaga yang tersisa bisa digunakan untuk melakukan aktivitas lain.

Agar kambing dapat tumbuh sehat, padang penggembalaan sebaiknya memiliki kualitas pakan hijauan yang baik, terutama tanaman dari famili leguminosae atau kacang-kacangan. Jika kuaitas rumput atau hijauan pakan sudah cukup baik, kambing tidak perlu lagi diberi makanan penguat, karena nutrisi yang diperlukan kambing sudah terpenuhi dari pakan yang tersedia.

Kambing yang dipelihara dengan cara ini harus dipilih kambing jantan yang berusia minimal 5-6 bulan. Pada usia tersebut, fungsi rumen sudah cukup sempurna, sehingga kambing dapat mencerna berbagai variasi hijauan yang dimakan. Biasanya, petani atau peternak akan melakukan usaha penggemukan selama 6-9 bulan, dimana pada usia tersebut kambing hasil penggemukan sudah siap dipotong.

Kelemahan usaha ternak kambing dengan sistem pasture fattening ini adalah harus tersedia daerah atau tempat-tempat yang dapat dijadikan sebagai padang penggembalaan. Sementara untuk mencari daerah yang memenuhi kriteria sebagai padang penggembalaan sangat sulit.

Usaha Ternak Kambing Penggemukan Dengan Sistem Dry Lot Fattening

Usaha ternak kambing dengan sistem dry lot fattening merupakan sistem budidaya yang dilakukan dengan cara mengandangkan kambing yang dipelihara secara terus-menerus. Selain diberi pakan hijauan sebagai pakan tambahan, kambing juga diberi pakan penguat dalam bentuk biji-bijian sebagai makanan utamanya, seperti jagung dan kacang-kacangan. Kelebihan sistem budiday ini adalah akan diperoleh kualitas karkas yang baik. Namun, usaha ternak kambing dengan sistem dry lot fattening ini juga memiliki kelemahan, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membeli makanan penguat biasanya relatif lebih mahal. Oleh karena itu, sistem ini jarang dilakukan oleh petani di Indonesia. Kambing yang dipelihara adalah anak kambing atau cempe yang berumur tiga bulan, dengan lama pemeliharaan kurang lebih lima bulan.

Usaha Ternak Kambing Penggemukan Dengan Sistem Kombinasi

Usaha ternak kambing dengan sistem kombinasi merupakan sistem budidaya yang memadukan kedua sistem di atas. Cara ini sangat cocok untuk usaha ternak kambing penggemukan yang dilakukan di daerah panas dengan udara yang lembab. Oleh karena itu, karena negara kita memiliki iklim yang demikian, sehingga sistem kombinasi ini banyak diterapkan oleh petani atau peternak kambing. Makanan hijauan diberikan sebanyak-banyaknya, dan pada saat yang sama, pakan penguat juga diberikan. Cara ini bisa dilakukan dengan biaya yang relatif lebih murah dibanding dengan sistem dry lot fattening. Kambing yang dipelihara minimal berumur lima bulan dengan jangka waktu pemeliharaan kurang lebih selama delapan bulan.

Demikian informasi terbaik yang dapat kami sajikan, semoga artikel Pilihan Sistem Budidaya Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan, bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

BURUNG KENARI

Burung Kenari merupakan salah satu jenis burung yang memiliki banyak penggemar. Varietas burung ini sangat banyak, beberapa diantaranya dipelihara karena kindahan bulu-bulunya, sedangkan sebagian lain dipelihara karena memiliki suara ocehan menarik.

Sejarah Burung Kenari

Ditemukan pertama kali oleh bangsa Spanyol, sekitar abad ke limabelas di Kepulauan Kenari (Canary Islands), persisnya di Pulau Madeira dan Pulau Azores. Pada waktu itu, kedua pulau tersebut merupakan jajahan negara-negara Eropa. Pulau Medeira sebagai wilayah jajahan bangsa Portugal sedangkan Pulau Azores menjadi wilayah jajahan bangsa Spanyol. Burung berbulu indah ini awalnya bukan merupakan burung peliharaan dan masih merupakan burung liar. Namun, sebagai burung liar pun kenari memiliki keunggulan dalam berkicau. Bahkan ada beberapa diantaranya yang pintar menirukan suara. Keunggulan kenari tersebut membuat bangsa Eropa tertarik dengan burung ini sehingga orang Spanyol membawa ke negaranya untuk dikembangbiakkan kemudian diperkenalkan ke seluruh Eropa. Hingga pada perkembangan selanjutnya, negara-negara lain pun ikut mengembangkan kenari. Beberapa negara di Eropa yang juga mengembangbiakkan kenari sebagai burung kicauan antara lain, Belanda, Inggis, Jerman, Prancis, dan Belgia. Negara-negara tersebut kini dikenal sebagai negara penghasil kenari.

Nama Burung Kenari

Nama burung kenari diambil dari pulau asalnya, yaitu Kepulauan Kenari. Pada masa kejayaan Romawi, Kepulauan Kenari merupakan habitat anjing-anjing liar bertubuh besar yang menjadi buruan bangsa Romawi, untuk digunakan sebagai anjing penjaga dan menjadi bagian dari alat perang. Oleh bangsa Romawi kepulauan ini dinamakan Canis Islands. Kata canis diambilkan dari bahasa Latin yang berarti anjing. Dalam perkembangan sejarah selanjutnya, masyarakat menyimpangkan nama Canis menjadi Canary. Dengan melihat sejarah tersebut, maka bisa kita ketahui bahwa nama Canary tidak ada keterkaitan sama sekali dengan burung.

Jenis Burung Kenari




Burung jenis kenari sangat banyak. Namun dari seluruh jenis burung yang beragam tersebut semuanya berasal dari satu induk burung liar yaitu jenis Serinus Canaria. Perbedaan sangat mencolok pada warna bulu Serinus Canaria dengan beragam jenis kenari yang sekarang itu disebabkan oleh manipulasi genetik yang dilakukan para penangkar kenari dengan upaya kawin silang dengan burung lain. Burung - burung yang biasa digunakan untuk kawin silang dengan burung kenari antara lain burung jenis finch atau jenis siskin. Upaya yang dilakukan oleh para penangkar burung ini menghasilkan berbagai macam jenis kenari dengan warna sangat bervariasi.

Burung Penyilang

Pada abad ke XVI hingga abad ke XIX, para ilmuwan berpendapat bahwa burung penyilang yang digunakan untuk kawin silang dengan kenari berasal dari famili berbeda. Pendapat tersebut berdasarkan pada teori pengelompokan burung berdasarkan warna bulu dan ukuran tubuh. Namun pendapat tersebut berubah setelah abad ke XIX.

Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat setelah abat ke XIX, pendapat mengenai burung penyilang yang biasa digunakan untuk meyilangkan burung kenari agar menghasilkan keturuan lebih unik adalah burung yang berasal dari family atau keluarga yang sama, yaitu dari family Serious serinus (keluarga besar burung pipit). Namun, kegiatan penangkaran burung kenari pada sisi lain mengakibatkan beberapa jenis kenari jarang ditemukan di pasaran sehingga menjadikan jenis kenari langka, seperti kenari jenis lizard atau kenari belgia asli. Jenis-jenis kenari langka ini dipercaya telah bermutasi menjadi burung fancy atau jenis burung lainnya yang hampir mirip.

Upaya Penelitian Burung Kenari

Pemeliharaan burung kenari pada umumnya dilakukan untuk menyalurkan hobi. Semenjak awal dilakukannya pemeliharaan terhadap kenari, banyak orang tidak peduli dengan asal muasal berbagai jenis burung tersebut. Namun, setelah berdirinya sekelompok perkumpulan penggemar kenari di Inggris pada tahun 1970, maka muncul upaya untuk mengumpulkan dan meneliti berbagai jenis kenari. Meskipun perkumpulan tersebut terdiri dari jumlah anggota terbatas, namun mereka bekerja dengan sangat profesional. Mereka mencari, memelihara, dan meneliti berbagai jenis kenari atau yang mirip dengan burung kenari. Perkumpulan tersebut berdiri selain untuk menyalurkan hobi juga bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang burung berbulu indah ini.

Upaya Penyilangan Burung Kenari

Awalnya kegiatan ini diupayakan oleh penggemar kenari di Eropa yang mencoba untuk menghasilkan keragaman jenis burung dengan bebagai keindahannya. Burung yang biasa digunakan untuk penyilangan berasal dari keluarga burung pipit antara lain burung european siskin, goldfinch, european green finch, maupun burung venezuelan red hooded siskin. Para penangkar burung berharap dapat menghasilkan keturunan dengan kualitas suara yang baik dan bentuk tubuh atau warna menarik. Namun ada juga penangkar yang sekedar melakukan penyilangan hanya untuk memamerkan hasil silangannya kepada publik. Hasil penyilangan burung yang menarik dan dianggap berhasil adalah penyilangan antara burung venezuelan red hooded siskin jantan dan kenari betina yang menghasilkan faktor dasar merahnya kenari.

Keragaman Jenis Burung Kenari

Hasil penyilangan kenari yang dilakukan oleh para penangkar burung telah berhasil menciptakan berbagai jenis kenari dengan keragaman sangat bervariasi. Bagi orang awam yang tidak mengenal burung kenari lebih dalam, mungkin hanya beranggapan bahwa kenari identik dengan warna kuning. Namun demikian, bila kita lihat lebih dalam dengan mengenalnya lebih dekat, ternyata banyak sekali keragaman burung kenari mulai dari warna bulu, ukuran tubuh, sampai bentuk tubuh. Dari segi warnanya saja, burung kenari sangat bervariasi, ada warna putih, merah, hijau kuning, abu-abu, atau bahkan campuran dari berbagai warna tersebut. Dari segi ukuran juga sangat bervariasi mulai dari ukuran 9 cm hingga 16 cm. Sedangkan dari segi bentuknya, burung jenis ini memiliki variasi bentuk sangat unik, misalnya ada yang berpostur ramping, berbentuk agak bulat, ada yang memanjang seperti wortel, bahkan ada juga yang berleher bungkuk hingga menyerupai burung cacat.

Burung Kenari Di Indonesia

Di Indonesia, burung kenari memiliki jenis yang beragam pula. Bahkan banyak diantaranya belum diketahui secara pasti jenis dan varietasnya. Kenari - kenari tersebut merupakan kenari hasil penangkaran lokal. Untuk jenis kenari impor, yang banyak beredar di pasaran adalah jenis burung fifes fancym gloster, dan kenari berwarna. Kenari Fifes fancy memiliki postur tubuh yang terkesan selalu tampil cantik, memiliki gerakan lincah dan selalu aktif. Fifes fancy merupakan jenis burung kenari yang paling mudah dipelihara. Sementara itu, kenari gloster cukup digemari karena memiliki jambul yang menutupi kepala sehingga tampak unik dan lucu. Sedangkan burung kenari berwarna memiliki ciri khas pada keindahan warna-warni bulunya. Namun, umumnya burung kenari berwarna merah atau kemerahan. Burung kenari berwarna dikenal juga dengan sebutan kenari merah.

Burung Kenari Populer

Keragamannya membuat burung kenari memiliki banyak pilihan untuk dipelihara sebagai hobi. Namun, dari sekian banyak jenis kenari, ada beberapa jenis yang cukup populer terutama di mata para penggemar, antara lain kenari yorkshire, border, dan norwich. Burung kenari yorkshire cukup dikenali dengan ciri postur tubuhnya membesar pada bagian atasnya kemudian meramping tajam pada bagian bawah. Selain itu, kenari yorkshire juga bisa dikenali dengan ciri memiliki kaki jenjang dan selalu berdiri tegak, serta memiliki keragaman warna sangat banyak. Sementara itu, kenari border memiliki sosok hampir mirip dengan jenis burung fifes fancy. Kenari norwich, yang berasal dari negara Norwegia ini memiliki variasi warna bulu cukup beragam, dengan bentuk badan agak membulat dan memiliki dada yang terkesan bidang.

Burung Kenari yang Cukup Diminati

Hingga kini, ada banyak sekali jenis burung kenari di dunia. Jenis burung ini selalu berkembang dari waktu ke waktu akibat persilangan yang berjalan terus-menerus. Persilangan burung terus berkembang karena selera pasar selalu berubah. Saat ini, selain keenam jenis burung kenari yang telah disebutkan di atas, masih ada jenis burung lain yang juga cukup dikenal, diantaranya kenari lizard, kenari cinnamon, kenari roller, kenari chopper, kenari lancashire, kenari belgia, kenari frill, dan kenari warna hasil silangan dengan burung kecil lain yang bukan kenari. Setiap jenis mempunyai sejarah masing-masing. Seringkali sejarah setiap burung ditonjolkan untuk menambah kecintaan penggemarnya. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Bahkan, sejarah setiap jenis burung justru perlu dicatat agar tidak kabur seperti sejarah asal usul burung kenari.

Memilih Burung Kenari

Setiap jenis burung yang dijual di pasaran memiliki kelebihan masing-masing. Bagi masyarakat pecinta dan penggemar burung kenari tidak akan mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan terhadap burung peliharaannya. Tidak ada kriteria universal yang dijadikan parameter dalam memilih burung indah ini. Kosumen dapat menentukan pilihannya berdasarkan selera masing-masing. Penggemar burung kenari bisa menentukan pilihan berdasarkan keindahan warna bulu, bentuk tubuh, maupun kelihaiannya dalam bernyanyi.

Pilihan Burung Kenari

Semua warna pada burung kenari sangat tergantung pada faktor genetiknya. Ada peneliti yang percaya bahwa sifat gen inilah yang mempengaruhi zat melanin dan zat lipochrome. Zat melanin akan menghasilkan warna bulu hitam seperti yang terdapat pada kenari liar, dan zat lipochrome akan menghasilkan kecenderungan warna kuning. Kombinasi antara hitam dan kuning ini memunculkan warna kehijauan dan varigata (campuran antara warna terang dan warna gelap) apabila zat melaninnya lebih dominan. Ini terjadi pada kenari lizard. Sementara itu, apabila zat lipochromenya lebih dominan, warna dominannya adalah putih, semu putih, kuning, dan merah.

Bulu Burung Kenari

Secara umum, burung berbulu cantik ini memiliki dua tipe bulu yang berbeda, yaitu bulu lembut dan bulu kasar. Bulu lembut akan memberikan efek warna kusam dan gelam, sedangkan bulu kasar akan memberikan efek terang dan cerah. Kenari yang memiliki dominasi bulu lembut pada tubuhnya maka warna bulunya akan terkesan lebih gelam. Kenari Frill memiliki kelainan pertumbuhan bulu-bulu lembut. Kelainan tersebut merupakan faktor genetik, dimana bulu-bulu lembut pada kenari frill tubuh berbalik arah. Sementara itu, pertumbuhan pada kenari gloster juga memiliki kekhasan genetik sendiri, seluruh bulu yang tumbuh pada tubuhnya dikategorikan sebagai bulu lembut.

Keunggulan Burung Kenari

Sejak didatangkan dari Kepulauan Canary, burung kenari menjadi burung sangat berharga, terutama di mata masyarakat Eropa. Kecintaan mereka pada kenari tidak hanya dilihat dari keindahan warna bulunya yang sangat bervariasi dan bentuknya tergolong unik. Namun burung jenis ini juga memiliki keceriaan dan keriangan yang dapat memberikan hiburan tersendiri. Selain itu, kelihaiannya dalam bernyanyi atau mengoceh juga menjadi daya tarik tersendiri. Kebiasaan bernyanyinya juga berbeda-beda. Kenari chopper dikenal mampu bernyanyi dengan suara keras dan dengan paruh terbuka lebar sehingga mengesankan keriangannya. Hal ini sangat berbeda dengan kenari roller, dimana dapat bernyanyi dengan suara keras dan nyaring meskipun paruhnya terlihat menutup sehingga memberikan keunikan tersendiri.

Pilihan Suara Kicau Burung Kenari

Dari kemampuannya berkicau atau bernyanyi, burung berbulu indah ini memiliki variasi kicauan yang bisa dijadikan pilihan untuk dipelihara sesuai dengan keinginan para hobi. Ada orang yang beranggapan bahwa suara kicauan burung yang menyanyi dengan paruh tertutup terdengar lebih indah dibanding dengan burung paruh terbuka. Sebaliknya, beberapa orang juga lebih menyenangi kenari yang berkicau dengan paruh terbuka, karena terdengar lebih nyaring dan memberi kesan keceriaan. Di pasaran, terdapat variasi kicauan burung kenari yang bisa dipilih sesuai selera.

Saat Burung Kenari Bernyanyi

Burung muda belum bisa bernyanyi seperti harapan para penggemar burung ocehan. Burung kenari akan memiliki kemampuan untuk bernyanyi setelah berumur satu tahun. Jenis kelamin pun menentukan kualitas suara ocehannya. Burung jantan memiliki kualitas suara jauh lebih indah saat bernyanyi jika dibandingkan burung betina. Burung berkelamin jantan juga memiliki kemampuan untuk menirukan ocehan dari burung-burung lain. Secara umum, burung jantan akan bernyanyi sangat nyaring, disertai dengan gerakan yang lebih bervariasi jika sedang mengalami birahi dan berada di depan kenari betina yang siap kawin. Kenari american singer (merupakan hasil persilangan dari kenari roller dan kenari border) memiliki kemampuan menirukan satu dua kata yang diucapkan manusia. Bahkan kenari amerikan singer ini jika dilatih dengan baik mampu menirukan not lagu atau suara piano. Burung kenari jenis ini sangat dikenal di Amerika Serikat.

Pakan Dan Vitamin Burung Kenari

Meskipun mudah dalam pemeliharaannya, namun pemberian pakan burung harus memperhatikan beberapa hal agar burung kesayangan kita tetap dalam kondisi baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peternak burung diantaranya adalah variasi dan kesegaran pakan. Oleh karena itu, dalam memberikan pakan, tidak boleh dilakukan sekaligus, sehingga pakan burung selalu dalam keadaan segar. Dan usahakan untuk selalu mengganti jenis makanan burung yang diberikan, dari biji-bijian, kacang-kacangan, pakan hijauan, grit, makanan telur, dan kecambah. Jenis pakan burung kenari tersebut diberikan secara bergilir dalam kondisi segar.

Untuk menjaga kesegaran pakan, beberapa penangkar kenari profesional bahkan menanam sendiri bahan pakan burung tersebut, sehingga sewaktu-waktu dapat diberikan dalam keadaan segar. Selain menambah kesehatan, pakan burung yang diberikan dalam keadaan segar akan menambah laju perkembangbiakannya.

Kesegaran dan variasi pakan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan burung kenari. Namun, karena penangkar atau peternak kenari terdahulu biasanya memberikan pakan dalam bentuk biji-bijian kering, sehingga burung yang baru didatangkan harus melalui proses adaptasi terhadap pakan segar tersebut. Oleh karena itu, sebagai peternak burung kenari profesional, Anda harus melakukan beberapa tahapan sebelum pakan segar dan bervariasi diberikan sepenuhnya. Berikut ini tahapan yang harus dilakukan oleh peternak kenari.
  1. Sebelum memberikan pakan segar, sebaiknya terlebih dulu berikan pakan peralihan, yaitu dengan cara merendam biji-bijian kering selama 12 jam, kemudian berikan pada sore hari. Pemberian pakan dalam bentuk biji lunak ini sangat digemari, bahkan sekalipun pemberian pakan segar sudah berjalan, biji-bijian lunak masih perlu diberikan sebagai makanan penyeling.
  2. Jika sudah mulai mau diberi pakan segar, lakukan pemberian pakan segar pada pagi hari, dan pemberian biji-bijian kering pada sore harinya.
  3. Jika sudah terbiasa, pemberian makanan segar secara bervariasi dapat dilakukan sebagai menu harian. Sedangkan biji-bijian tetap diberikan sebagai makanan pokok. Biji-bijian lunak juga perlu diberikan sebagai makanan penyeling. Makanan segar yang bisa diberikan antara lain, sayuran segar, buah-buahan segar, kecambah, dan telur.
Ada beberapa jenis biji-bijian yang dapat digunakan sebagai pakan utama, antara lain adalah biji kenari, lobak niger, rami, maw seed, linen haver, maupun biji campuran. Semua biji-bijian tersebut sangat digemari oleh burung kenari.

Biji kenari atau canary seed (Phalaris canariensis)

Biji kenari merupakan jenis pakan yang paling cocok dan paling lama digunakan sebagai makanan pokok burung jenis kenari. Biji ini berasal dari daerah Mediterania, dan telah ditanam orang sebelum abad ke lima belas. Tetapi, meskipun biji kenari berasal dari daerah Mediterania dan banyak dibudidayakan di Eropa, seperti Spanyol, namun kualitas terbaik justru berasal dari daerah Maroko, yang biasa disebut dengan magazan.

Biji kenari yang masih baik dan bisa diberikan sebagai pakan adalah biji yang berisi atau bernas, saat dipegang terasa berat, berbau manis, mengkilap, dan berwarna kuning keemasan. Biji dengan warna sudah kehijauan dan berbau apek tidak baik digunakan sebagai pakan burung kenari.

Biji lobak (Brassica campestris)

Brassica campestris merupakan salah satu jenis tanaman kubis hutan. Tinggi tanaman dapat mencapai 90 cm, dengan warna daun hijau kebiruan. Tandan bunga berwarna kuning, dan memiliki empat buah kelopak. Buah lobak berbentuk memanjang seperti halnya kacang polong, di dalam buahnya banyak terdapat biji. Jika biji lobak ditekan, akan mengeluarkan sejenis minyak yang dapat digunakan sebagai bahan masakan (canola oil), atau sebagai bahan campuran untuk pembuatan sabun maupun karet sintesis. Tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah India, China, Kanada, maupun Perancis. Namun, kualitas biji lobak yang paling baik justru berasal dari daerah Jerman.

Biji rami (Cannabis saliva)

Rami merupakan jenis tanaman yang mengandung serat tinggi, dan biasanya banyak digunakan sebagai bahan baku tali tambang. Seperti halnya mariyuana, rami juga termasuk dalam keluarga Cannabinaceae, namun karena rami bukan jenis tanaman candu, maka tanaman ini tidak dilarang untuk dibudidayakan. Biji rami yang baik memiliki kulit berwarna abu-abu kecokelatan, atau kehijauan, dengan warna biji putih dan rasanya seperti kacang. Biji rami sangat keras, sehingga untuk menggunakannya sebagai pakan perlu direndam selama sehari semalam, kemudian dicuci hingga bersih. Setelah itu diamkan selama beberapa waktu, sambil disiram secara berkala. Saat kulit bijinya mulai mengelopak, baru dapat diberikan sebagai pakan burung kenari. Biji rami mengandung banyak vitamin E dan lemak sehingga sangat cocok diberikan untuk memacu pertumbuhan biji kenari. Selain itu, biji rami juga dapat mempercepat fase matang gonad atau fase birahi, sehingga proses reproduksi dapat dipercepat.

Biji niger (Guizotia abyssinica)

Biji niger sering disebut juga dengan istilah niga, niger, atau ada pula yang menyebutnya dengan nama inga. Tanaman Guizotia abyssinica masih satu kerabat dengan tanaman bunga matahari. Bijinya berwarna hitam dengan panjang kurang lebih empat milimeter, amat rapuh, dan mudah patah. Biji berkualitas baik berwarna hitam mengkilap. Biji ini merupakan salah satu jenis pakan burung yang sangat digemari kenari. Biji niger sangat bagus untuk memacu pertumbuhan dan menambah energi, karena banyak mengandung minyak dan lemak.

Maw seed (Papaver somniverum)

Biji ini diperoleh dari tanaman opium, dengan warna agak kebiruan dan memiliki aroma manis serta segar. Biji ini sangat digemari karena mengandung lemak yang cukup tinggi. Selain itu, maw seed juga dapat digunakan untuk mengobati diare. Makanan ini juga sering digunakan sebagai pakan awal bagi burung muda yang baru saja disapih sang induk. Untuk menjaga kesehatan burung tua dan lemah, maw seed juga bisa diberikan sebagai pakan utamanya.

Biji linen (Linum usitatissimum)

Biji linen dikenal juga dengan istilah lin seed flax, yaitu jenis biji yang diperoleh dari tanaman yang seratnya dipakai sebagai bahan baku pembuatan linen. Biji ini mampu memberikan tambahan energi tinggi, sehingga kerap dipakai sebagai pakan tambahan bagi kuda pacu. Meskipun sedikit, kenari tetap membutuhkan pakan dari biji linen agar staminanya tetap terjaga. Biji linen mengandung banyak lemak dan protein, bahkan kandungan proteinnya 1,5 kali lebih banyak dibanding telur, sehingga sangat baik digunakan sebagai makanan tambahan untuk menopang pertumbuhan dan kesehatan burung kenari.

Biji haver

Biji haver adalah sejenis gandum yang kulit arinya telah dikupas. Bijinya berwarna kuning dan biasa digunakan sebagai campuran bubur havermut. Beberapa jenis kenari tidak begitu menyukai biji haver, tetapi ada juga yang sangat menyukainya. Kandungan protein pada biji haver berkisar antara 8-14%, dengan kandungan karbohidrat kurang lebih 65%, dan lemak 3%. Biji ini juga diperkaya dengan kandungan mineral yang mencapai 2%. Sebelum diberikan sebagai pakan, biji haver harus direndam terlebih dahulu agar kandungan airnya meningkat. Selain itu, burung berbulu indah ini juga lebih menyukai biji haver yang telah direndam.

Biji campuran (mixed canary seed)

Biji campuran biasanya dijual dalam bentuk kemasan dan siap diberikan sebagai pakan. Pada umumnya, biji campuran ini terdiri dari campuran beberapa biji-bijian, antara lain biji kenari, biji lobak, biji rami, biji niger, dan biji-bijian lainnya. Dibanding dengan biji-bijian tunggal, biji campuran lebih praktis dan lebih bervariasi kandungan nutrisinya. Namun, ada kalanya dalam produk biji campuran ini terdapat beberapa jenis biji-bijian yang tidak begitu disukai kenari. Oleh karena itu, diperlukan kejelian peternak burung kenari saat membeli biji campuran ini.

LEBAH MADU

Lebah Madu - Kebanyakan masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan lebah madu. Binatang yang secara umum memiliki sengat ini berperan penting dalam kehidupan manusia, yaitu dengan menghasilkan bahan makanan istimewa yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Produksi utama lebah madu adalah madu, sementara produk tambahan lainnya yang juga memiliki khasiat tinggi dan nilai ekonomis tinggi adalah propolis dan malam.

Madu adalah salah satu hasil produksi lebah madu yang memiliki rasa manis, kandungan gizi yang tinggi, serta sangat berkhasiat untuk mendukung kesehatan manusia. Madu memiliki keistimewaan dalam mengobati berbagai macam penyakit. Setiap orang dari berbagai kelompok umur dapat mengkonsumsi produksi lebah madu ini. Bukan hanya dalam bidang kesehatan, madu juga memiliki khasiat yang luar biasa untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan perawat kecantikan.

Lebah Madu, Serangga Sosial

Binatang yang berperan dalam menghasilkan madu ini tergolong serangga sosial. Lebah madu memiliki sifat hidup berkelompok serta tatanan dalam kelompoknya itu. Hal yang luar biasa dalam sistem sosial lebah madu ini adalah terdapatnya stratifikasi dan pembagian kerja sesuai dengan peran dan strata masing-masing. Lebah madu memiliki kemampuan untuk mengubah nektar yang dihasilkan tanaman dan umumnya terdapat di bunga tanaman menjadi madu. Madu yang mereka hasilkan akan disimpan dalam sarangnya.

Klasifikasi Lebah Madu




Kingdom: Animalia, Phylum: Arthoproda, Class: Insecta (serangga), Ordo: Hymenoptera, Famili: Apidae, dan Genus: Apis. Species atau jenis lebah madu terdiri dari beberapa species antara lain lebah hutan (Apis dorsata), lebah australia (Apis mellifera), Apis florea, dan lebah lokal (Apis indica). Selain spesies tersebut, terdapat beberapa spesies lain yang ditemukan di beberapa negara, seperti India, Kore, dan Jepang. Spesies tersebut dikenal dengan nama lebah oriental (Apis cerana). Lebah oriental itu kini banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan lebih dikenal dengan nama lebah madu. Apis laboriosa merupakan jenis lebah yang banyak ditemukan di Pegunungan Himalaya, adalah lebah madu yang memiliki ukuran tubuh besar.

Sekilas Tentang Lebah Madu

Secara umu lebah madu merupakan jenis serangga yang memiliki sengat yang dapat digunakan sebagai alat untuk mempetahankan dirinya. Bahkan lebah hutan Apis dorsata memiliki keagresifan yang tinggi untuk menggunakan sengatnya tersebut. Namun demikian, ada juga lebah madu yang tidak memiliki sengat yang disebut dengan stingless honeybee. Beberapa genus yang termasuk dalam stingless honeybee diantaranya adalah Trigona dan Melipona.

Lebah madu dari genus Trigona umumnya banyak ditemui di daerah-daerah subtropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Philipina. Selain di negara-negara tersebut, Trigona juga banyak ditemui di negara Australia. Lebah madu ini menghasilkan madu yang oleh orang Jawa disebut lanceng, sementara itu orang Sunda menyebut madu hasil produksi Trigona ini dengan sebutan teuweul. Madu lanceng atau teuweul ini memiliki rasa yang asam. Sejak dahulu, lebah madu dari genus Trigona telah dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Diantara sekian banyak jenis lebah madu, yang paling banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis indica), dan Trigona sp. . Apis dorsata sering ditemui di hutan-hutan. Orang Jawa menyebutnya dengan istilah tawon gung, sedangkan orang sunda menyebutnya dengan istilah nyiruan. Apis dorsata yang menyandang gelar sebagai lebah hutan ini sangat sulit untuk dibudidayakan. Sesuai dengan namanya yang identik dengan lingkungan hutan, lebah ini sangat agresif dan ganas. Ukuran tubuh Apis dorsata paling besar dibandingkan jenis tawon madu lain serta memiliki sengat yang sangat dahsyat. Apis dorsata banyak ditemukan di hutan-hutan yang belum banyak terjamah oleh manusia. Lemah madu ini memiliki koloni yang besar. Dalam satu pohon, bisa terdapat puluhan koloni lebah madu Apis dorsata. Di Indonesia, di beberapa daerah terutama daerah-daerah yang masih banyak hutan, yang koloni lebah madu Apis dorsata ini dilindungi oleh hukum masyarakat adat setempat. Dseperti di Riau, jika ada orang yang menebang pohon sialang tempat koloni lebah madu ini bersarang, orang tersebut bisa terkena denda hingga jutaan rupiah.

Ketiga jenis madu tersebut, lebah hutan (Apis dorsata), lebah lokal (Apis indica), dan Trigona sp., memiliki produktivitaa yang berbeda-beda. Namun peternak lebah di Indonesia pada umumnya memilih lebah unggul untuk dibudidayakan. Lebah unggul tersebut berasal dari Benua Eropa dan lebih dikenal dengan nama lebah italia. Lebah italia ini didatangkan ke Indonesia dari Australia. Spesies dari lebah madu yang didatangkang dari Australia ini adalah Apis mellifera var. Ligustica SPIN.

USAHA TERNAK SAPI – BUDIDAYA SAPI

Tingginya permintaan konsumen terhadap daging sapi membuka peluang yang cukup besar bagi usaha ternak sapi di Indonesia. Secara kultural, usaha ternak sapi, terutama yang dilakukan secara tradisional, bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Selain karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di perdesaan dan bermatapencaharian sebagai petani, Indonesia juga menjadi negara yang sangat berpotensi untuk mengembangkan usaha ternak sapi tersebut. Mengingat di negara kita memiliki iklim dan cuaca yang cocok untuk peternakan sapi.

Pengembangbiakan Sapi

Pada umumnya kegiatan ternak sapi di Indonesia masih dilakukan dengan sistem ganda, yaitu dengan mencampurkan kegiatan ternak sapi atau budidaya sapi yang berorientasi memproduksi anakan dan kegiatan ternak sapi atau budidaya sapi yang berorientasi pada penggemukan atau pembesaran. Hal ini disebabkan di Indonesia belum ada usaha ternak sapi atau budidaya sapi yang secara khusus ditujuakan untuk memproduksi anak sapi calon penggemukan. Sistem ternak sapi atau budidaya sapi tersebut berbeda dengan sistem yang sudah berkembang di negara-negara maju, seperti Amerika, negera-negera Eropa, dan Australia yang sudah memisahkan sistem ternak sapi atau budidaya sapi penggemukan dengan sistem ternak sapi atau budidaya sapi untuk produksi anak sapi calon penggemukan. Sehingga di negara-negara maju tersebut dikenal istilah Cattle feeder dan Feeder cattle.

a. Cattle feeder
Yaitu kegiatan ternak sapi atau budidaya sapi yang secara khusus hanya melakukan kegiatan penggemukan. Peternak atau pembudidaya sapi tidak melakukan produksi anak sapi atau sapi yang akan digemukkan. Mereka mendatangkan calon atau bakal sapi penggemukan yang dibeli dari dari feeder cattle.

b. Feeder cattle



Yaitu kegiatan ternak sapi atau budidaya sapi yang berorientasi pada usaha produksi anak sapi calon penggemukan. Peternak atau pembudidaya sapi tidak melakukan kegiatan pembesaran atau penggemukan. Anak-anak sapi yang dihasilkan langsung dijual kepada peternak atau pembudidaya sapi penggemukan (cattle feeder).

Di Indonesia, kegiatan ternak sapi atau budidaya sapi secara umum masih mencampurkan kedua jenis sistem peternakan tersebut. Peternaka atau pembudidaya sapi pada umumnya masih memproduksi anak sapi sendiri kemudian dibesarkan sendiri dan dijual setelah sapi dewasa. Walaupun di banyak antara peternak atau pembudidaya sapi tersebut yang membeli sapi-sapi calon penggemukan (bakalan), namun sapi-sapi tersebut bukanlah berasal dari peternak atau pembudidaya sapi yang secara khusus mempersiapkan calon-calon sapi penggemukan. Namun, beberapa daerah di Indonesia, terutama di daerah Madura, sekalipun jumlahnya masih sangat sedikit, sudah ada peternak atau pembudidaya sapi yang mengadopsi sistem feeder cattle, dan sapi-sapi yang telah berumur satu tahun dijual di daerah Jawa Timur.

Karena sistem ternak sapi atau budidaya sapi di Indenesia masih mencampurkan antara penggemukan dan produksi anak, maka setiap peternak juga dituntut untuk mengetahi teknologi budidaya kedua sistem tersebut. Peternak atau pembudidaya harus menguasahi prosedur pengembangbiakan sapi yang benar sekaligus harus menguasai prosedur pembesaran yang benar pula. Pengembangbiakan sapi adalah suatu kegiatan dalam usaha ternak sapi yang bertujuan untuk memperoleh keturunan dari sapi yang dibudidayakan sehingga jumlahnya akan bertambah lebih banyak. Prosdur pembiakan yang benar ini tidak sekedar memperoleh keturunan, tetapi juga meliputi kegiatan pemuliaan sapi ternak tersebut. Oleh karena itu, peternak atau pembudidaya harus benar-benar teliti dalam memilih induk sapi yang akan dibudidayakan, baik induk sapi jantan maupun induk sapi betina, yang telah memenuhi persyaratan. Demikian juga peternak atau pembudidaya sapi harus benar-benar mengetahui semua fase dalam proses pengembangbiakan sapi yang meliputi :
  1. Saat dewasa kelamin dan dewasa tubuh.
  2. Saat perkawinan pertama.
  3. Tanda-tanda birahi.
  4. Perkawinan yang tepat pada saat birahi.
  5. Kebuntingan dan perkawinan kembali.

Pemeliharaan Dan Perawatan

Pemeliharaan dan perawatan dalam usaha ternak sapi atau budidaya sapi harus dilakukan semenjak pedhet atau anak sapi yang berumur 0-9 bulan hingga sapi dewasa siap potong atau siap jual. Pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan semenjak awal ini bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan sapi dan meningkatkan mutu daging sapi yang dibudidayakan. Dalam pemeliharaan pedhet atau anak sapi, peternak atau pembudidaya sapi dapat menerapkan sistem pemeliharaan alami maupun sistem pemeliharaan buatan.

Pemeliharaan pedhet secara alamiah pada usaha ternak sapi

Pada sistem pemeliharaan alamiah ini, peternak atau pembudidaya sapi membiarkan pedhet atau anak sapi dipelihara bersama induknya dan menyusu pada induknya hingga masa sapih. Masa sapih pedhet tersebut biasanya dilakukan pada pedhet yang telah berumur 6-9 bulan. Pada fase pemeliharaan sebelum sapi, induk sapi betina biasana akan selalu bersama-sama dengan pedhet atau anak sapi yang diasuhnya, baik pada waktu di kandang maupun di tempat penggemabalaan. Keuntungan dari pemeliharaan dengan cara ini, pedhet biasanya akan tumbuh lebih cepat dan kuat dibanding dengan pemeliharaan buatan. Seekor induk sapi betina biasanya dapat mengasuh 1-2 ekor pedhet. Kemampuan tersebut sangat bergantung pada produktivitas susu yang dihasilkan oleh induk sapi betina.

Pemeliharaan buatan pada usaha ternak sapi

Dalam usaha ternak sapi atau budidaya sapi, kegiatan pemeliharaan buatan terhadap pedhet atau anak sapi pada dasarnya adalah kegiatan untuk menggantikan peran induk sapi betina saat menyusui anak sapi. Pemberian susu pengganti ini dilakukan dengan menggunakan alat khsus, yang biasa disebut dengan istilah niple-feeders.

Pemberian susu pengganti tersebut dapat dilakukan dengan penjadwalan yang akan diuraikan di bawah ini:
  • Pedhet atau anak sapi menerima kolustrum langsung dari induk sapi betina selama kurang lebih 3-4 hari.
  • Pada tahap selanjutnya, yaitu pada hari keempat atau kelima, pedhet atau anak sapi tersebut diberi susu yang biasa disebut whole-milk hingga berumur 1-2 bulan. Kemudian whole-milk diganti dengan susu skim hingga tiga minggu sebelum dilakukan penyapihan.
  • Pedhet atau anak sapi yang sudah berumur tiga minggu sudah mulai dilatih untuk diberi makanan penguat dan pakan hijauan.
  • Untuk daerah tropis, seperti Indonesia, penyapihan yang dilakukan terlalu dini akan menimbulkan akibat tidak baik terhadap pedhet, singga bisa merugikan peternak atau pembudidaya sapi.
Keberhasilan sistem pemeliharaan buatan terhadap pedhet atau anak sapi ini ditunjang oleh kebersihan alat yang digunakan serta ketelitian dalam pemberian pemberian susu tersebut, terutama berkaitan dengan volume susu yang diberikan serta suhu yang tepat atau tidak terlalu panas. Pedhet atau anak sapi yang dipelihara dengan teknik pemeliharaan buatan ini harus dilatih terlebih dahulu agar terbiasa minum lewat niple-feeders maupun ember. Dalam pemeliharaan buatan ini, pedhet atau anak sapi sebaiknya harus selalu tinggal di dalam kandang hingga mencapai umur enam bulan.

Menimbang Pedhet Atau Anak Sapi

Pada kegiatan usaha ternak sapi atau budidaya sapi yang dikelola dengan baik, maka pedhet atau anak sapi yang dipelihara harus ditimbang secara rutin, sehingga dapat diketahui laju pertumbuhannya. Penimbangan pedhet atau anak sapi tersebut dilakukan dalam interval waktu tertentu, misalnya satu atau dua minggu sekali, pada saat belum disapih. Setelah pedhet disapih, yaitu setelah berumur 6-9 bulan, penimbangan cukup dilakukan sebulan sekali. Frekuensi atau interval penimbangan tersebut bisa dikurangi saat pedhet atau anak sapi telah mencapai umur lebih dari satu tahun, misalnya dengan interval tiga bulan sekali.

Memandikan Sapi

Dalam usaha ternak sapi atau budidaya sapi, kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan sapi. Menjaga kebersihan sapi secara tidak langsung merupakan upaya untuk menjaga kesehatan sapi. Oleh karena itu, sapi-sapi yang dipelihara harus dijaga kebersihannya dengan cara memandikan setiap hari. Jika kondisi tidak memungkinkan, misalnya pada musim hujan sehingga tidak ada peluang sapi untuk berjemur, paling tidak satu minggu sekali sapi tersebut harus dimandikan. Sapi yang tidak pernah dimandikan kulitnya akan tertutup daki atau kotoran lain. Kulit sapi terdiri atas 3 lapisan, yakni lapisan teratas yang berupa lapisan mati. Keringat yang keluar dari kulit tersebut akan menguap kemudian menyisakan bagian organik dan anorganik yang bercampur dengan sel-sel yang berasal dari lapisan kulit mati tersebut yang kemudian bercampur dengan debu atau kotoran lain sehingga menyebabkan adanya daki.

Daki yang menempel pada kulit sapi tersebut dapat mengganggu dan mempengaruhi kesehatan sapi itu sendiri. Beberapa pengaruh daki terhadap kesehatan sapi antara lain:
  • Daki berpotensi menutup lubang keringan pada kulit sapi, sehingga keringat yang harusnya keluar akan tersumbat. Keringat yang tidak bisa keluar tersebut akan mengganggu pengaturan suhu di dalam tubuh sapi, dan pengaturan suhu yang tidak berjalan sempurna akan mengganggu kesehatan sapi.
  • Daki merupakan kotoran, sehingga berpotensi menjadi tempat yang disenangi oleh mikroorganisme parasit, baik bakteri maupun mikroorganisme lain, yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sapi tersebut, misalnya gatal-gatal.
Oleh karena itu, sapi yang dipelihara harus dimandikan secara teratur, sehingga kebersihan sapi akan tetap terjaga dan secara tidak langsung akan menghindarkan sapi peliharaan dari berbagai penyakit. Memandikan sapi dapat dilakukan dengan jalan menggosok-nggosok kulit menggunakan sikat atau alat lain. Sapi yang sudah dimandikan harus dihindarkan dari tempat yang banyak angin.

NUTRISI DAN PAKAN TERNAK SAPI

Nutrisi dan Pakan Ternak Sapi - Pakan ternak adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak atau hewan peliharaan. Pakan ternak merupakan faktor sangat penting dalam kegiatan budidaya di sektor peternakan. Oleh karena itu, pemilihan pakan ternak secara tepat sangat menentukan keberhasilan usaha ternak tersebut.

Pakan Ternak Sapi

Demikian halnya dengan usaha ternak sapi, pemberian pakan ternak berkualitas sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan usaha ternak sapi tersebut. Sekalipun bibit sapi berasal dari bibit unggul serta memiliki sifat genetis unggul, tetapi jika tidak diimbangi dengan pemberian pakan berkualitas maupun secara tepat, maka berbagai kelebihannya tidak akan memberikan nilai tambah secara signifikan. Pemberian pakan ternak secara tepat dan berkualitas dapat meningkatkan potensi keunggulan genetis sapi peliharaan sehingga dapat meningkatkan hasil produksi ternak sesuai target.

Pemberian pakan ternak sapi secara tepat dan berkualitas ini harus dilakukan secara konsisten. Jika tidak, maka akan mengakibatkan pertumbuhan sapi terganggu. Hal ini sering terjadi terutama di negara-negara tropis, seperti Indonesia, dimana umumnya pakan ternak sapi yang diberikan saat musim kemarau memiliki kualitas lebih rendah dibanding dengan pakan ternak sapi yang diberikan saat musim hujan. Dengan demikian, pertumbuhan sapi peliharaan akan mengalami kurva naik turun, Yaiu saat musim kemarau pertumbuhan ternak akan mengalami penurunan, sementara pada musim hujan pertumbuhan ternak akan meningkat dengan cepat, karena pakan ternak yang diberikan memenuhi persyaratan kebutuhan sapi.

Ketika musim kemarau, biasanya terjadi penurunan energi, mineral, maupun protein yang terkandung dalam pakan hijauan. Hal ini terjadi sebagai akibat tanaman hijauan selama pertumbuhannya mengalami kekurangan air. Lebih lanjut, saat musim ini seringkali terjadi kekurangan volume pemberian pakan ternak akibat kelangkaan bahan pakan berupa pakan hijauan. Sehingga pemberian pakan ternak sapi di musim kemarau seringkali tidak memenuhi syarat pemenuhan kebutuhan sapi, bahkan kualitas pakannya pun rendah. Kondisi seperti ini mengakibatkan pertumbuhan ternak sapi menjadi terhambat. Pada sapi dewasa akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan dan prosentase karkasnya pun rendah. Selain itu, perkembangbiakan ternak sapi juga akan mengalami penurunan secara nyata pula karena terjadinya penurunan fertilitas (angka kelahiran sapi).

Oleh karena itu, selama musim kemarau, peternak sapi harus tetap memberikan pakan ternak berkualitas, serta memenuhi syarat bagi pertumbuhan sapi. Pakan ternak sesuai syarat dan berkualitas adalah pakan ternak yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. Pakan ternak tersebut bisa disediakan dalam bentuk hijauan maupun konsentrat.

Kebutuhan Zat Makanan Dalam Pakan Ternak Sapi




a. Protein
Pakan ternak berkualitas harus mengandung protein dalam jumlah cukup karena protein memiliki peran sangat penting untuk pertumbuhan maupun perkembangan ternak sapi. Berikut ini dijelaskan secara singkat mengenai peran dan fungsi protein pada ternak sapi.
  • Protein berfungsi memperbaiki dan menggantikan sel tubuh rusak, terutama untuk sapi tua atau lanjut usia.
  • Protein berperan untuk membantu pertumbuhan atau pembentukan sel-sel tubuh, terutama untuk pedet maupun sapi muda.
  • Protein berperan dalam mendukung keperluan berproduksi, terutama untuk sapi-sapi dewasa produktif.
  • Protein akan diubah menjadi energi, terutama untuk sapi-sapi pekerja.
Sapi muda fase pertumbuhan membutuhkan asupan protein lebih tinggi daripada sapi-sapi dewasa. Protein merupakan zat yang tidak bisa dibentuk atau diproduksi dalam tubuh, sehingga untuk mencukupi kebutuhan protein, binatang ternak harus mendapatkan suplai protein dari makanan. Oleh karena itu, pemberian pakan ternak harus memiliki kandungan protein dalam jumlah cukup bagi petumbuhan dan perkembangan sapi.

Untuk memenuhi kebutuhan protein, peternak atau pembudidaya sapi harus menyertakan protein tersebut saat memberiakn pakan. Beberapa sumber protein untuk membantu menopang pertumbuhan dan perkembangan ternak sapi diantaranya adalah:
  • Pakan hijauan, terutama memanfaatkan tumbuhan berasal dari famili leguminosae atau kacang-kacangan, seperti Centrosema pubescens, daun turi, lamtoro, daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, dll.
  • Makanan tambahan, terutama berfungsi sebagai makanan penguat, seperti bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, katul, tepung darah, tepung ikan, tepung daging, dll.
Perlu diketahui bahwa, pemenuhan kebutuhan protein berasal dari protein hewani memiliki kualitas lebih unggul dibanding dengan pemberian protein berasal dari protein nabati. Protein hewani mengandung asam amino esensial serta nilai gizi lebih kompleks. Bahan makanan yang memiliki kandungan protein bermutu tinggi adalah bahan makanan berkandungan protein mendekati susunan protein tubuh, misalnya protein hewani. Kelebihan lain dari protein hewani ialah protein tersebut lebih mudah diproses menjadi jaringan tubuh dengan resiko kerugian lebih kecil dibandingkan dengan protein nabati.

Kebutuhan protein pada hewan ternak ruminansia, seperti sapi, tidak begitu memerlukan kualitas protein bermutu tinggi karena di dalam rumen maupun usus banyak terjadi aktifitas penguraian oleh mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Perlu diperhatikan dalam hal ini adalah untuk membangun kembali protein yang telah terurai, maka dibutuhkan protein berkandungan asam amino lengkap. Oleh karena itu, jika sapi peliharaan terpaksa hanya diberi pakan jerami, maka untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makan yang tidak terkandung pada jerami tersebut harus diberikan melalui pakan tambahan berkandunganprotein, lemak, dan karbohidrat tinggi. Selain itu, pakan ternak berupa jerami mengandung banyak serat kasar yang tidak mudah dicerna serta hanya sedikit sekali mengandung protein, lemak, dan karbohidrat.

b. Lemak
Lemak memiliki peranan penting bagi baik bagi pertumbuhan maupun perkembangan sapi, sebab lemak dapat berfungsi sebagai cadangan sumber energi bagi ternak peliharaan. Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa fungsi lemak bagi pertumbuhan dan perkembangan sapi:
  • Lemak berfungsi sebagai sumber energi atau tenaga.
  • Lemak berfungsi sebagai pembawa vitamin A, D, E, dan K. Vitamin-vitamin tersebut merupakan jenis vitamin larut dalam lemak.
Lemak yang berasal dari bahan makanan dapat disimpan dalam jaringan sel-sel tubuh dalam bentuk lemak cadangan. Namun, jika dibutuhkan, lemak juga dapat diubah menjadi pati dan gula yang digunakan sebagai sumber energi. Tubuh ternak akan membentuk lemak dari karbohidrat maupun lemak makan yang belum digunakan. Setiap kelebihan lemak akan disimpan sebagai lemak cadangan terutama di bawah kulit. Berbeda dengan domba, domba meyimpan kelebihan lemak terutama pada ekornya, sapi memiliki tempat khusus untuk menyimpan kelebihan lemak ini terutama pada punuknya (terletak di belakang leher). Di samping itu kelebihan lemak juga dapat disimpan di sekitar buah pinggang, selaput penggantung usus maupun di antara otot-otot.

Pada dasarnya, tubuh binatang tersusun atas tiga jaringan utama, yaitu tulang, otot, dan lemak. Lemak merupakan jaringan tubuh yang dibentuk paling akhir. Pada sapi peliharaan sebagai sapi potong, biasanya jaringan lemak tersebut akan menyelubungi serabut-serabut otot, sehingga otot dan daging sapi akan terasa lebih lembut. Lemak pada tubuh binatang memiliki sifat berbeda-beda, tergantung pada jenis binatang bersangkutan, kualitas nutrisi yang dikonsumsi, umur, aktivitas, serta kesehatan. Sapi yang dimanfaatkan sebagai pekerja memiliki daging lebih liat dibanding dengan sapi potong, apalagi jika mutu makan yang dikonsumsinya hanya mengandung sedikit mengandung lemak. Dalam pemberian ransum pakan ternak sapi, bahan yang banyak mengandung sumber lemak, antara lain bungkil kacang tanah, bungkil kelapa serta bungkil kacang kedelai.

c. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah satu zat makanan yang merupakan sumber utama energi bagi ternak, Beberapa fungsi karbohidrat antara lain:
  • Karbohidrat sebagai sumber utama tenaga atau energi.
  • Karbohidrat berfungsi sebagai komponen pembentukan lemak tubuh.
Setelah dicerna, karbohidrat pada bahan makanan diserap oleh darah dalam bentuk glukosa. Karbihidrat ini langsung dioksidasi untuk menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan lemak dalam tubuh. Komponen yang termasuk karbohidrat antara lain serat kasar, BETN yaitu bahan makanan berkandungan gula dan pati tinggi. Jagung merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat tinggi. Kebutuhan karbohidrat pada ternak sapi juga bisa dipenuhi dari hijauan, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan akan karbohidrat, ternak peliharaan bisa mendapatkannya dengan mudah.

d. Mineral
Beberapa fungsi mineral pada sapi antara lain:
  • Mineral berperan untuk pembentukan jaringan tulang dan urat.
  • Mineral berperan untuk membantu keperluan berproduksi.
  • Mineral berperan untuk membantu proses pencernaan serta penyerapan zat-zat makanan.
  • Mineral yang diberikan melalui pakan berperan untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang, dan memelihara kesehatan.

Sekalipun tidak dibutuhkan dalam jumlah besar, tetapi mineral memiliki peran sangat penting terutama bagi kelangsungan hidup ternak sapi. Mineral terdapat pada tulang maupun jaringan tubuh. Hewan ternak muda fase pertumbuhan sangat membutuhkan mineral. Demikian juga untuk pertumbuhan janin, keberadaan mineral merupakan suatu keharusan.

Unsur mineral pada umumnya banyak terdapat pada pakan ternak sapi yang diberikan. Adapun unsur mineral yang sering dibutuhkan oleh ternak antara lain natrium, khlor, kalsium, phosphor, sulfur, magnesium, kalium, seng, selenium, serta tembaga. Diantara unsur-unsur tersebut, kadang-kadang binatang ternak membutuhkan unsur mineral tertentu dalam jumlah lebih banyak dibanding unsur mineral lain. Unsur mineral yang sering dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak diantaranya adalah natrium klorida, kalsium, dan phosphor.

Pakan ternak berasal dari tanaman padi-padian biasanya banyak mengandung unsur phosphor, sementara unsur kalsium biasanya banyak terdapat pada pakan ternak berbentuk kasar. Sapi kekurangan unsur mineral biasanya menunjukkan perilaku sering makan tanah. Kekurangan unsur mineral berpotensi mengakibatkan penurunan fertilitas serta penyakit tulang. Pemberian pakan ternak sapi dapat berasal dari pakan hijauan maupun pemberian feed supplement-mineral.

e. Vitamin
Kesehatan dan kelangsungan hidup ternak bahkan pada kebanyakan mahluk hidup tidak lepas dari keberadaan vitamin di dalam tubuh. Beberapa fungsi vitamin pada ternak antara lain:
  • Vitamin berperan untuk mempertahankan serta meningkatkan kekuatan tubuh.
  • Vitamin berperan untuk meningkatkan kesehatan ternak terutama saat berproduksi.
Bahan-bahan pakan ternak berasal dari hijauan biasanya mengandung banyak vitamin, sehingga pemenuhan kebutuhan vitamin pada ternak peliharaan tidak terlalu mengalami kesulitan. Disamping itu, kebanyakan vitamin dapat dibentuk dalam usus binatang pemamah biak, terutama vitamin B kompleks. Kandungan vitamin pada pakan ternak dari hijauan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: tanah, iklim, waktu pemotongan serta penyimpanan. Vitamin A dan E banyak terdapat pada tanaman hijauan maupun padi-padian. Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak atau pembudidaya sapi tidak boleh menyepelekan pemenuhan kebutuhan vitamin pada sapi peliharaan, terutama ketika musim kemarau, dimana bahan-bahan pakan hijauan biasanya mengalami kekurangan kadar vitamin A. Oleh karena itu, saat musim kemarau perlu ditambahkan vitamin A dalam ransum pakan ternak sapi.

Kelebihan vitamin A dapat disimpan di dalam hati. Sapi memiliki kemampuan menyimpan vitamin A selama enam bulan, sementara itu kambing hanya memiliki kemampuan menyimpan vitamin A selama tiga bulan. Sumber vitamin A bisa diperoleh dari bahan pakan ternak berupa hijauan, terutama terdapat pada bagian pucuk tanaman. Bagian pucuk tanaman biasanya mengandung karotin tinggi, dimana karotin tersebut akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh hewan.

Proses pembentukan vitamin dalam tubuh binatang:
  • Vitamin A dapat dibentuk dari karotin yang banyak terdapat pada ransum pakan hijauan.
  • Vitamin B dapat dibentuk sepenuhnya di dalam tubuh hewan.
  • Vitamin C dibentuk sendiri oleh semua jenis hewan dewasa
  • Vitamin D akan dibentuk dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari.
f. Air
Air merupakan komponen sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup. Tanpa air, kemungkinan tidak akan berlangsung kehidupan. Beberapa fungsi air, khususnya pada binatang ternak antara lain:
  • Air berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh.
  • Air berperan besar dalam membantu proses pencernaan.
  • Air berfungsi untuk mengeluarkan bahan-bahan tak berguna di dalam tubuh, baik dalam bentuk keringan, urine, maupun feses (80% air).
  • Air berfungsi sebagai pelumas persendian serta membantu mata untuk dapat melihat.
Pada umumnya komposisi tubuh hewan ternak lebih dari 50% terdiri dari air. Sebagian besar jaringan tubuh hewan ternak mengandung air sebanyak 70-90%. Mahluk hidup yang mengalami kekurangan air akan lebih cepat mati dari pada kekurangan pakan. Hal tersebut membuktikan bahwa peran air sangat vital bagi kehidupan. Oleh karena itu, peternak atau pembudidaya sapi harus betul-betul memperhatikan kebutuhan air pada ternak sapi peliharaannya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan air pada hewan ternak, antara lain jenis ternak, umur, ternak, suhu lingkungan, jenis pakan yang diberikan, volume pakan ternak yang diberikan, serta aktivitas yang dilakukan. Bagi sapi pekerja, kebutuhan airnya akan lebih tinggi daripada sapi potong.

Pada umumnya hewan ternak dapat mencukupi kebutuhan air dari air minum, air dalam nutrisi pakan serta air metabolik yang berasal dari glugosa, lemak dan protein. Bagi sapi pekerja dewasa, kebutuhan air minum yang harus disediakan kurang lebih 35 liter per hari, sedangkan bagi sapi dewasa lain cukup 25 liter per hari.

BUDIDAYA CACING TANAH

Cacing tanah bukanlah hewan asing bagi kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Hewan yang tampak lemah dan menjijikkan ini seolah tidak ada manfaatnya sama sekali. Namun hewan ini memiliki potensi sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

CARA TERNAK CACING TANAH

Dalam hubungannya dengan sejarah kelestarian lingkungan hidup dan peningkatan pangan dunia, peranan cacing tanah telah diketahui sejak dahulu kala. Seorang ahli filsarat Yunani, Aristoteles, banyak menaruh perhatian terhadap cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah adalah perutnya bumi. Pada tahun 69-30 SM, ratu cantik Cleopatra yang saat itu berkuasa di Mesir melarang bangsa mesir memindahkan cacing tanah keluar dari Mesir. Bahkan petaninya dilarang menyentuh cacing, sebab pada waktu itu cacing tanah dianggap sebagai Dewa Kesuburan.

Dalam catatan klasik Tiongkok, cacing tanah disebut Tilung atau Naga Tanah. Cacing tanah ini sudah sejak dahulu kala mereka gunakan dalam berbagai ramuan untuk menyembuhkan macam-macam penyakit. Seorang cendekiawan terkenal, Charles Darwin, telah menghabiskan waktunya selama hampir 40 tahun untuk mengamati kehidupan cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah sebagai mahluk penentu keindahan alam dan pemikat bumi.

Para petani juga telah mengetahui secara turun temurun bahwa tanah yang banyak cacing tanahnya kesuburannya meningkat. Luar biasa peranan serta sumbangan cacing tanah terhadap kehidupan manusia.

Manfaat Cacing Tanah




Dibandingkan dengan negara-negara lain,, seperti Amerika Serikat, Philipina, Jepang, Taiwan, Australia, serta beberapa negara Eropa, budidaya cacing tanah di Indonesia masih merupakan hal baru. Penggunaannya juga masih sangat terbatas. Tidak seperti negara-negara lain yang memanfaatkan cacing tanah selain sebagai pakan ternak atau ikan, juga untuk bahan obat, bahan kosmetika, pengurai sampah, bahkan sebagai makanan manusia, bahkan di Perancis cacing tanah dipergunakan sebagai campuran bahan makan di restoran-restoran terkemuka yang dikenal sebagai verne de terre, artinya makanan dari cacing tanah.

Budidaya Cacing Tanah Monokultur

Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Kandang

Lokasi budidaya cacing tanah tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Dalam skala budidaya besar, dapat disediakan ruangan khusus yang atapnya tidak terbuat dari bahan-bahan yang dapat meneruskan sinar atau menyimpan panas. Sinar matahari langsung atau suhu tinggi dapat mengakibatkan pertukaran udara dalam wadah, sehingga media budidaya cacing tanah cepat kering.

Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat di lingkungan kita, antara lain, bambu, rumbia, genteng, ijuk, papan bekas, dll. Di dalam kandang dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat menaruh wadah pemeliharaan.

Pembuatan Wadah Pemeliharaan

Wadah pemeliharaan adalah tempat sarang cacing tanah, sehingga dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang murah, seperti ember, kaleng, drum, karung, peti, plastik, dll. Ukuran wadah disesuaikan dengan kenyamanan saat perawatan.

Bahan-Bahan Sarang

Sarang merupakan tempat hidup sekaligus sebagai makanan cacing tanah. Untuk itu bahan sarang harus memenuhi syarat sebagai tempat hidup dan makanan. Bila bahan sarang lebih lengkap maka pakan tambahan yang harus diberikan lebih sedikit. Sehingga dapat dikatakan bahwa mutu sarang merupakan kunci keberhasilan budidaya cacing tanah.

Bahan-bahan untuk sarang sebaiknya digunakan bahan yang murah. Bahan-bahan dimaksud antara lain kotoran ternak, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, dedak, rumput, dedaunan, lumpur selokan, kertas/karton yang tidak terpakai, kompos sampah, eceng gondok, ampas singkong, dan berbagai sisa-sisa hasil pertanian. Semua kotoran ternak terutama yang sudah dingin langsung dapat dipakai sebagai sarang budidaya cacing tanah.

Untuk membuat sarang, kita tidak perlu menggunakan semua bahan, tetapi yang terpenting harus memenuhi syarat-syarat antara lain mempunyai daya serap tinggi untuk menahan air, harus selalu gembur dan tidak menjadi padat, harus mudah terdekomposisi atau terurai, jangan mengandung tanah permukaan, dan jika diharapkan sebagai sumber pakan jangan terlalu tinggi proteinnya.

Sarang bisa bervariasi susunannya tergantung dari bahan yang ada, temperatur lingkungan, dan tujuan budidaya cacing tanah. Hal ini mungkin karena cacing tanah berdaya adaptasi tinggi terhadap lingkungannya.

Cara Membuat Sarang

Bahan-bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong-potong sepanjang 2-3 cm. Jika bahan tercemar zat-zat beracun, misal pestisida, sebaiknya direndam dulu dalam air selama 24 jam. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air. Pada minggu pertama dan kedua dilakukan pengadukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Selanjutnya pada minggu ketiga dan keempat hanya dilakukan sekali pengadukan. Air selalu ditambahkan secukupnya supaya tetap basah, tetapi jangan sampai tergenang.

Kotoran ternak secara terpisah juga harus selalu diaduk dan diberi air. Pengadukan dilakukan cukup sekali dalam seminggu. Biasanya dalam empat minggu sudah cukup baik untuk digunakan.

Kemudian bahan campuran dan kotoran ternak itu dijadikan satu dengan perbandingan 70% bahan campuran dan 30% kotoran ternak. Seluruh campuran diaduk rata dan ditempatkan dalam lubang atau bak yang kemudian di atasnya ditutupi dengan plastik. Biarkan adukan itu selama 24 jam dan jangan sampai kekeringan.

Yang perlu diperhatikan adalah tingkat keasaman dan temperatur dari adukan tersebut harus sesuai dengan media hidup cacing tanah. Temperatur diukur dengan termometer biasa, sedangkan tingkat keasaman (pH) dapat digunakan kertas lakmus.

Setelah cacing tanah dimasukkan ke dalam bak, sebaiknya bak ditutup dengan daun pisang, pelepah pisang, atau dedaunan lain. Bisa juga menggunakan kertas koran, karung goni atau barang lain yang dapat digunakan sebagai tutup. Penutupan bertujuan untuk mengurangi penguapan dan melindungi cacing dari cahaya.

Penanaman atau Pemasukan Bibit Cacing Tanah

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah telah siap, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing anah yang ada tidak sekaligus dimasukkan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit.

Amati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru kemudian semua bibit cacing bisa dimasukkan. Pengamatan dilakukan setiap tiga jam sekali, apakah ada bibit cacing yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media. Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada cacing yang meninggalkan media berarti cacing tanah tersebut betah dan cocok dengan medi. Sebaliknya jika media tidak cocok, maka cacing tanah akan berkeliaran di permukaan.

Untuk mengatasinya maka harus dilakukan perbaikan media. Perbaikan media budidaya cacing tanah dapat dilakukan dengan cara disiran dengan air, kemudian diperas. Lakukan secara berulang hingga air perasannya tidak berwarna hitam atau cokelat tua.

Pemberian Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam. Jumlah pakan dalam sekali pemberian sama dengan berat cacing tanah saat penanaman.

Secara umum pakan cacing tanah adalah semua kotoran hewan. Kotoran yang dipakai sebaiknya yang sudah matang atau sudah terdekomposisi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari proses dekomposisi dalam media yang akan menghasilkan panas sehingga dapat menaikkan temperatur dalam media.

Namun pakan yang lebih bervariasi lebih disukai oleh cacing tanah. Variasi pakan dimaksud antara lain 30% kotoran hewan dan 70% kompos hijauan. Atau dapat juga 30% kotoran hewan dan 70% ampas kedelai. Dapat juga diberikan pakan dari sisa-sisa dapur.

Pemberian pakan harus dalam bentuk bubur dengan perbandingan 1 campuran pakan dan 1 air. Pakan diberikan merata di atas permukaan media tetapi sisakan 2-3 cm dari tepi yang tidak ditaburi pakan. Kemudian pakan ditutup dengan kain atau plastik atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.

Penggantian Media

Penggantian media dilakukan apabila media sudah menjadi tanah atau kascing (bekas cacing), atau pada media tersebut telah banyak telur yang disebut kokon. Supaya cacing tetap berkembang maka harus dipisahkan antara telur, anak, dan induk. Harus dilakukan penggantian media dengan cepat bila terlihat sudah menjadi tanah.

Hama dan Musuh Cacing Tanah

Lintah membunuh cacing tanah dengan cara menghisap darah cacing sampai habis. Cara pengendaliannya yaitu dengan menaburkan tembakau di permukaan media.

Kumbang menaruh telur-telur dalam media. Setelah telur-telur tersebut menetas menjadi larva, larva akan memakan media dan pakan cacing tanah. Biasanya kumbang jarang ditemukan, tetapi bila menemukan kumbang di permukaan media, segerah dibunuh.

Semut merah, memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan dilakukan dengan cara sekitar wadah pemeliharaan diberi air cukup.

Tikus, memakan pakan cacing tanah yang berupa butiran, biasanya sisa pakan ayam. Menanggulangi gangguan tikus dengan cara memasang alat perangkap.

Panen

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil yang bernilai ekonomis tinggi yaitu cacing itu sendiri dan kascing. Panen dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang akan kami sampaikan disini adalah yang paling sederhana sehingga mudah diaplikasikan.

Siapkan alat penerang, bisa lampu bohlam, neon, atau petromaks. Bila salah satu dari bagian wadah pemeliharaan diberi penerang, maka cacing akan berkumpul di bagian lain karena cacing sangat sensitif terhadap cahaya. Kemudian tinggal mengambil cacing tanah yang sudah berkumpul pada salah satu sisi dan memisahkan cacing tanah dengan media. Cara pemanenan sebagai berikut, siapkan wadah berbentuk kerucut atau corong. Masukkan bagian sarang yang terdapat cacingnya (cacing sudah berkumpul pada salah satu bagian setelah bagian lain diberi penerang) ke dalam kerucut atau corong yang sudah dipersiapkan. Corong ditaruh di atas wadah penampung yang hanya diberi lubang sebesar lobang corong sehingga kondisi dalam wadah penampung tetap gelap. Sesuai dengan sifatnya cacing tanah akan turun ke bawah dan masuk dalam wadah penampung dengan sendirinya. Ambil sarang/kascing bagian atas sedikit demi sedikit sampai habis. Demikian cara panen dilakukan sampai semua cacing tertampung dalam wadah penampung.

ARTIKEL POPULER