Tampilkan postingan dengan label MANGGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANGGA. Tampilkan semua postingan

Jenis Dan Varietas Buah Mangga

Di Indonesia, ada beberapa jenis dan varietas buah mangga yang memiliki nilai jual cukup bagus dan sudah cukup dikenal oleh masyarakat karena kualitasnya. Perbanyakan tanaman mangga pada umumnya dilakukan secara vegetatif, sehingga sifat asli dan keunggulan pohon induk tetap terjaga. Berikut ini beberapa jenis mangga yang sudah cukup populer di Indonesia.

Mangga Golek

Pohon tidak begitu besar, dengan tinggi kurang lebih 9 meter dan tajuk membulat. Daun berbentuk lonjong, dengan pangkal meruncing dan ujung berbentuk mata tombak. Panjang daun 24 cm, lebar 6 cm. Tepi daun bergelombang, memiliki tulang daun berjumlah 24 pasang. Buah berujung runcing, panjang sekitar 17 cm, dengan berat mencapai 500 gram. Permukaan kulit buah terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan, dan akan berubah warna menjadi kecokelatan setelah masak. Daging buah tebal, agak lunak, berwarna kuning tua setelah masak, tidak berserat, tidak banyak mengandung air, memiliki aroma cukup harum, dan rasa manis. Pelok atau biji buah berserat pendek, panjang sekitar 14 cm dengan bentuk pipih memanjang.

Mangga Arumanis

Maangga arumanis memiliki aroma cukup harum dan rasa manis. Tinggi pohon sekitar 9 meter, berdaun lebat, dan memiliki mahkota pohon menyerupai kerucut. Daun berukuran cukup besar, dapat mencapai panjang kurang lebih 45 cm, berbentuk lonjong dengan ujung meruncing. Kulit buah berwarna hijau, tertutup lapisan lilin, sehingga warnanya seolah-olah tampak kelabu. Pangkal buah sertelah matang berwarna kekuningan, dan pada permukaan kulit terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Berat buah rata-rata 450 gram, berbentuk bulat memanjang, dengan panjang mencapai 15 cm. Pada ujung buah terdapat paruh dan sinus atau lekukan, dan terlihat cukup jelas. Daging buah tebal, lunak, berwarna kuning, dan tidak berserat atau sedikit serat. Biji buah berbentuk pipih, berserat pendek, dengan panjang sekitar 13 cm.

Mangga Manalagi



Rasa buah mangga manalagi cukup enak, seperti perpaduan antara mangga arumanis dan golek. Tinggi pohon pohon hanya sekitar 8 meter, dengan mahkota agak bulat berdiameter sekitar 12 meter. Panjang daun 25 cm, lebar 7,5 cm, berbentuk lonjong dengan ujung runcing, pada bagian pangkal daun lebih besar dan tidak begitu meruncing. Permukaan daun sedikit berombak. Buah yang sudah masak berwarna hijau tua, tertutup lapisan lilin berwarna kelabu. Saat masak, pangkal buah akan berwarna kekuningan. Kulit buah relatif tebal, dengan bintik-bintik kelenjar berwarna putih dan berubah menjadi cokelat pada bagian tengahnya setelah masak. Berat mencapai 500 gram dengan panjang sekitar 16 cm. Daging buah tergolong tebal, berserat sangat halus, hanya sedikit mengandung air, berwarna kuning, dan lunak. Rasa buah manis, segar, dan beraroma harum. Buah yang belum masak dan menjelang tua, rasanya sudah manis, sehingga mangga manalagi sering dimakan dalam kondisi masih keras, tetapi daging buah sudah menguning. Biji buah agak besar, dengan panjang sekitar 14 cm, dan berserat pendek.

Mangga Endog

Bentuk bunganya lonjong, bagian pangkal dan ujungnya meruncing. Panjang daun sekitar 19 cm dengan lebar 5 cm. Bunga berbentuk kerucut dengan panjang tandang bunga mencapat 24 cm. Buah berbentuk bulat kecil menyerupai telur, dengan berat sekitar 200 gram. Panjang buah sekitar 7 cm, dengan diameter antara 5-6 cm. Pangkal buah membulat dengan ujung sedikit berparuh dan tidak memiliki lekuk. Permukaan kulit pada buah tua halus berlilin, dan terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Setelah masak bagian pangkal buah berwarna kuning. Daging buah berserat agak kasar, dan sedikit mengandung air, dan beraroma kurang harum tetapi tetap memiliki rasa manis.

Mangga Lalijiwo

Tinggi pohon mangga lalijiwo sekitar 8 meter, dengan lebar tajuk mencapai 9 meter. Daun cukup lebat dengan percabangan banyak, dan buah setiap pohon juga banyak. Daun berwarna hijau tua, berbentuk lonjong dan meruncing pada pangkal dan ujungnya. Panjang daun sekitar 20 cm. Ukuran buah tidak terlalu besar, seperti mangga endog, rata-rata hanya 200 gram. Bentuk buah agak membulat pada bagian ujungnya, dengan panjang 7 cm, berparuh dan berlekuk sedikit. Kulit buah tua berwarka hijau dengan bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Jika sudah tua, daging buah berwarna kuning tua, berkadar air sedikit, beraroma kurang harum, dan memiliki rasa yang manis.

Mangga Madu

Tinggi pohon sekitar 10 meter dengan lebar tajuk mencapai 13 meter. Daun dan percabangan relatif sedikit dan cenderung jarang berbuah. Daun agak lonjong berbentuk melipat dan berujung rucing, panjang 22,5 cm dan lebar 6,5 cm. Berat buah sekitar 375 gram, panjang sekitar 10 cm, berbentuk bulat panjang dengan ujung buah membulat, paruh dan lekukan pada ujung buah tidak begitu jelas terlihat. Kulit halus dilapisi lilin, terdapat bintik-bintik kelejar putih kehijauan. Pangkal buah tua berwarna kuning kemerahan meskipun ujung buah masih berwarna hijau. Daging buahnya berwarna kuning dengan bagian dalam berwarna kuning tua seperti madu. Berserat sedikit, kadar air sedang, beraroma cukup harum, dan rasanya sangat manis, semanis madu. Biji buah berserat pendek, dengan panjang sekitar 9 cm.

Mangga Kemang

Mangga kemang memiliki nama yang cukup beragam, misalnya di Lampung dikenal dengan nama binjai atau belu. Tinggi pohon 20-40 meter dengan pertumbuhan tegak, berbatang bulat dengan diameter 80-100 cm, berwarna kelabu. Daun berbentuk lanset atau lengkung meruncing, panjang 10-15 cm, dan lebar 3-15 cm. Permukaan atas daun berwarna hijau tua, memiliki tulang daun antara 18-30 pasang. Buah berbentuk elips dengan panjang antara 12-16 cm, diameter 6-10 cm. Warna kuning kecokelatan setelah masak, berbau seperti terpentin, dan rasanya cukup beragam, manis, sepet, dan asam. Peloknya berukuran cukup besar. Mangga jenis ini sering dimakan sebagai rujak atau asinan.

Mangga Kweni

Tinggi pohon mangga kweni antara 20-30 meter. Permukaan daun bergelombang, meruncing pada bagian pangkal dan ujungnya, panjang 25 cm, dan lebar 6 cm. Bentuk buah lonjong, dengan ujung membulat, tidak berlekuk dan berparuh. Berat buah rata-rata 350 gram, panjang sekitar 11 cm. Kulit halus berlilin, dilengkapi bintik-bintik putih kehijauan. Pada buah yang sudah masak, pangkal dan ujungnya berwarna hijau. Daging buah berwarna kuning, berair dan berserat kasar, beraroma khas kweni. Rasa daging buah cukup manis dengan sedikit rasa terpentin.

Mangga Pakel

Tinggi pohon antara 20-25 meter dengan tajuk membulat berdiameter sekitar 10 meter, dan berdaun lebat. Permukaan daun bergelombang, panjang mencapai 42 cm, lebar 17 cm, serta meruncing pada bagian pangkal dan ujungnya. Bobot buah mencapai 500 gram, berbentuk bulat sedikit lonjong, panjang antara 12-15 cm, berwarna hijau kelabu, dengan permukaan kulit terdapat bercak-bercak cokelat, dan bergetah. Daging buah berserat kasar, berasa asam sedikit rasa manis bercampur rasa terpentin. Memiliki aroma khas yang cukup kuat. Biasanya buah ini dikonsumsi sebagai jus atau es campur.

Kandungan Vitamin Dan Mineral Pada Buah Mangga

Kandungan Vitamin Dan Mineral Pada Buah Mangga - Daging buah mangga memiliki kandungan air dan karbohidrat sangat tinggi. Selain itu, juga mengandung protein, lemak, berbagai macam asam, vitamin, mineral, tanin, zat warna, serta zat yang mudah menguap dan menimbulkan aroma khas buah mangga.

Karbohidrat dalam buah mangga terdiri dari gula sederhana, tepung, dan selulosa. Gula sederhana dalam mangga terdiri dari sukrosa, glukosa, dan fruktosa, yang memberikan rasa manis dan bermanfaat dalam pemulihan energi pada tubuh manusia. Selolosa dan pektin yang terkandung dalam buah mangga dapat melancarkan saluran pencernaan, sehingga mempermudah proses buang air besar.

Selain itu, rasa manis pada buah mangga juga dipengaruhi oleh kandungan tanin dan campuran asam. Tanin akan menyebabkan rasa kelat atau sepet, dan menyebabkan daging buah berwana hitam beberapa saat setelah diiris. Terkadang, kandungan tanin yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan rasa daging buah mangga menjadi agak pahit.

Sedangkan rasa asam yang terkadang cukup dominan pada varietas tertentu atau pada mangga muda, disebabkan oleh kandungan asam sitrat. Rasa asam pada buah mangga dipercaya mampu meningkatkan nafsu makan. Selain disebabkan oleh kandungan asam sitrat, rasa asam juga disebabkan oleh kandungan vitamin C yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Komposisi Kimia dan Nilai Gizi Buah Mangga



Buah Mangga Mentah

Air : 90%
Protein : 0,70%
Lemak : 0,1%
Gula : 8,80%
Serat : -
Mineral : 0,4
Kapur : 0,03%
Fosfor : 0,02%
Besi : 4,5 mg/g
Vitamin A : 150 I.U
Vitamin B1 : -
Vitamin B2 : 0,03 mg/100g
Vitamin C : 3 mg/100g
Asam Nicotinat :
Nilai Kalori : 39 per 100 g

Buah Mangga Matang

Air : 86,10%
Protein : 0,60%
Lemak : 0,1%
Gula : 11,80%
Serat : 1,1%
Mineral : 0,3
Kapur : 0,01%
Fosfor : 0,02%
Besi : 0,3 mg/g
Vitamin A : 4.800 I.U
Vitamin B1 : 0,04 mg/100g
Vitamin B2 : 0,05 mg/100g
Vitamin C : 13 mg/100g
Asam Nicotinat : 0,3 mg/100g
Nilai Kalori : 50-60 per 100 g

Pembungaan Dan Pembentukan Buah Pada Tanaman Mangga

Pembungaan dan pembentukan buah pada tanaman mangga tidak terjadi sepanjang tahun. Waktu pembentukan bunga juga berbeda-beda antar daerah. Di daerah selatan khatulistiwa, pembungaan biasanya terjadi pada bulan Juni sampai dengan Agustus. Sedangkan di utara khatulistiwa, masa berbunga biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Maret.

Masa berbunga berlangsung selama 11-29 hari semenjak kuncup hingga mekar. Pada umumnya, bunga akan mekar pada pagi hari dan layu pada siang hari, antara jam 08.00-12.00. Namun, beberapa jenis tanaman mangga terkadang pembukaan bunga terjadi pada malam hari, dan pagi harinya sudah mekar penuh. Mahkota bunga akan berubah warna menjadi kebiruan, dan kepala putik akan membuka, siap untuk diserbuki, pada saat bunga telah mekar. Perubahan warna terjadi karena adanya proses penyerbukan, yaitu jatuhnya tepung sari ke kepala putik. Jika suhu udara di bawah 16 derajat Celcius, tepung sari tidak bisa berkecambah, sehingga penyerbukan akan mengalami kegagalan. Pada umumnya tepung sari akan menyerbuki kepala putik setelah enam jam bunga mekar. Daya hidup optimal tepung sari kurang lebih 15 menit setelah bunga membuka, dan daya hidup tertinggi antara jam 08.00-10.00. Tepung sari akan berkecambah selama 1,5 jam setelah penyerbukan.

Penyerbukan Bunga

Pada umumnya tanaman mangga melakukan penyerbukan sendiri, yaitu tepung sari berasal dari satu bunga, dengan kata lain, pada umumnya prosentasi terjadinya penyerbukan paling banyak pada bunga hermaprodit. Proses terjadinya penyerbukan biasanya dibantu oleh serangga penghisap madu dan lebah, yang berusaha untuk menghisap madu dari cawan bunga. Serangga dan lebah penghisap madu secara tidak sengaja akan membantu proses penyerbukan. Jika pembungaan terjadi pada musim hujan, maka kemungkinan terjadinya kegagalan penyerbukan akan lebih tingi, karena kelembaban udara yang relatif tinggi.



Peluang terjadinya penyerbukan pada bunga hermaprodit sekitar 15-30 persen, dan hanya 0,1-0,25 saja yang mampu menjadi buah masak atau siap panen. Waktu yang dibutuhkan dari penyerbukan hingga buah siap panen antara 2-5 bulan, dan sangat diperngaruhi oleh varietas.

Faktor Penyebab Kegagalan Penyerbukan atau Pembentukan Buah

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadikan kegagalan penyerbukan antara lain:
  • Kepala putik dalam keadaan tidak siap diserbuki
  • Daya hidup tepung sari sangat rendah atau tepung sari sudah tidak pada fase produktif
  • Suhu dan kelembaban terlalu rendah atau terlalu tinggi
  • Serangan hama yang mengakibatkan kerusakan pada kepala putik
  • Serangan hama/penyakit yang mengakibatkan kerusakan bakal buah, sehingga mengakibatkan banyak buah yang rontok sebelum masak
  • Kurangnya unsur hara untuk pembentukan buah, sehingga perkembangan bakal buah menjadi terhambat, dan banyak buah rontok sebelum masak

Mencegah Kegagalan Pembentukan Buah

Untuk mencegah terjadinya kegagalan penyerbukan bunga atau pembentukan buah, dapat dilakukan upaya pemberian hormon. Misalnya, pemberian 200 ppm hormon NNA (beta Naphthoxy Acetic Acid) untuk meningkatkan terbentuknya bunga normal, dan pembentukan buah tiga hingga lima kalli lebih banyak. Dapat juga dengan pemberian 25 ppm 2,4 D untuk mencegah kerontokan bunga.

Morfologi Tanaman Mangga

Sebelum melakukan budidaya mangga, tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana morfologi tanaman mangga. Tanaman Mangga tumbuh berbentuk pohon berbatang tegak, bercabang banyak, bertajuk rindang, dan hijau sepanjang tahun. Tinggi tanaman berkisar antara 10 hingga 40 meter. Umur tanaman mangga bisa mencapai lebih dari 100 tahun. Morfologi tanaman mangga yang akan kami uraikan di sini terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga.

Taksonomi Tanaman Mangga

Sebelum membahas lebih jauh tentang morfologi tanaman mangga, mari kita lihat sejenak taksonomi tanaman mangga.

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Species : Mangifera indica L.

Morfologi Tanaman Mangga




Akar

Akar tanaman mangga terdiri dari akar tunggang dan akar cabang. Akar tunggang berukuran sangat panjang, bisa mencapai kedalaman 6 meter. Pemanjangan akar tunggang pada tanaman mangga akan berhenti apabila akar tersebut telah mencapai permukaan air tanah, dan selanjutnya akan membentuk akar cabang di dalam tanah. Semakin kedalam, jumlah akar cabang yang terbentuk semakin sedikit. Tanaman mangga akan membentuk akar cabang paling banyak pada kedalaman 30-60 cm di bawah permukaan tanah.

Batang

Batang tumbuh tegak dengan percabangan dan ranting banyak. Cabang dan rangting ditumbuhi daun lebat dengan tajuk berbentuk kubah, oval, atau memanjang. Kulit batang pohon mangga tebal dan kasar, banyak celah-celah kecil dan bersisik bekas tangkai daun. Warna kulit batang biasanya cokelat tua hingga abu-abu kehitaman. Tanaman yang berasal dari biji biasanya tumbuh tegak, kuat dan meninggi. Sedangkan tanaman yang berasal dari bibit sambung atau okulasi biasanya berbatang pendek dengan percabangan membentang. Umur tanaman mangga yang berasal dari biji bisa lebih dari 100 tahun, sedangkan tanaman dari bibit okulasi atau sambung biasanya hanya mencapai 80 tahun.

Daun

Tanaman mangga memiliki daun tunggal tanpa anak dan penumpu. Letak dan posisi daun bergantian mengelilingi ranting. Panjang tangkai daun 1,25-12,50 cm. Bagian pangkal tangkai daun membesar, dengan sisi atasnya membentuk alur. Panjang daun 8-40 cm dengan lebar 2-12,5 cm. Tulang daun berjumlah 18-30 buah. Aturan letak daun pada batang (phyllotaxy) biasanya 3/8, tetapi semakin mendekati ujung, letaknya biasanya semakin berdekatan, sehingga tampak seperti dalam lingkaran. Bentuk daun bervariasi, ada yang seperti mata tombok, lonjong, segi empat dengan ujung runcing, dan bulat telur dengan ujung runcing. Tepi daun halus, terkadang sedikit bergelombang. Daun muda berwarna kemerahan, sedangkan daun tua pada permukaan bagian atas berwarna hijau tua dan permukaan bagian bawah hijau muda. Umur daun dapat mencapai satu tahun.

Bunga

Bunga mangga tumbuh dari tunas ujung, terangkai dalam tandan sebagai bunga majemuk, rangkaian bunga berbentuk kerucut. Jumlah bunga pada setiap tandan berkisar antara 1.000-6.000 kuntum, berukuran kecil dengan diameter antara 6-8 mm. Dalam setiap rangkaian bunga, terdapat bunga jantan dan hermaprodit, dengan jumlah bunga jantan lebih banyak. Diperkirakan dalam satu tandan hanya terdapat 1,25-77,9% bunga hermaprodit. Kelopak dan mahkota berjumlah lima lembar. Panjang daun mahkota dua kali panjang kelopak. Warna bunga kekuningan, warna bagian tepi mahkota putih. Ketika akan layu, warna mahkota berubah menjadi kecokelatan hingga kemerahan. Bakal buah tidak bertangkai, pada bagian ujungnya terdapat kepala putik. Dalam satu bunga hermaprodit, kadang-kadang terdapat tiga bakal buah.

Sejarah Tanaman Mangga

Tanaman mangga berasal dari daerah India, bahkan di negera tersebut beredar cerita rakyat, yang menceritakan bahwa buah mangga merupakan penjelmaan dari Dewa Prajapati. Tanaman mangga pertama kali ditemukan oleh Alexander Agung di daerah lembah Indus, India. Pada tahun 632-645 SM, Huien T'Sang menulis tentang tanaman mangga di India. Dari lembah Indus, India, tanaman mangga kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Dan di Indonesia saat ini telah memiliki berbagai varietas tanaman mangga, dengan keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

Seorang ahli botani, Rumphius, pada tahun 1741 menyimpulkan bahwa penanaman mangga di bagian timur India telah dilakukan hampir empat ribu tahun silam, bahkan mungkin lebih dari enam ribu tahun silam. Dalam kesimpulannya tersebut, ia juga menyatakan bahwa penaman mangga di beberapa daerah di Asia baru dilakukan beberapa abad yang lalu. Oleh karena itu, ahli botani tersebut berpendapat bahwa tanaman mangga berasal dari daerah India timur, perbatasan dengan Birma. Kata mangga sendiri berasal dari bahasa Tamil, yakni man-gas atau man-kay. Dalam bahasa botani, tanaman ini disebut dengan istilah Mangifera indica L. yang berarti tanaman mangga berasal dari India.



Penyebaran Tanaman Mangga

Sekitar abad ke-4 atau ke-5 SM, tanaman mangga menyebar ke berbagai negara melalui para pedagang yang menjelajah ke arah timur hingga ke Semenanjung Malaka. Pada tahun 1400, tanaman mangga mulai di tanam di daerah Kepulauan Sulu, dan tahun 1450 tanaman ini menyebar ke daerah Mindanau, Filipina. Sekitar tahun 1665 tananam yang menghasilkan buah beraroma wangi ini baru di tanam di Kepulauan Maluku. Dan pada saat itulah tanaman mangga mulai menyebar ke seluruh Nusantara. Pada tahun 1690, tanaman mangga sudah dibudidayakan di Inggris, di dalam rumah kaca. Sekitar tahun 1779, bangsa Spanyol membawa bibit mangga dari Filipina ke Mexico. Pada pertengahan abad ke-18, orang Portugis mulai menyebarkan tanaman mangga ke daerah Lisabon dan Brazil. Kemudian pada abad ke-19, bangsa Portugis menyebarkan tanaman mangga dari Goa, India ke daerah Afrika Timur, yang akhirnya menyebar hingga ke Afrika Barat dan Kepulauan Canari. Di negara Paman Sam, Amerika Serikat, tanaman mangga pertama kali dibudidayakan pada tahun 1833, di Florida, dan bibit yang ditanam berasal dari daerah Mexico. Kemudian pada tahun 1885, Amerika Serikat senganja mendatangkan bibit hasil okulasi dari India, dan hingga kini, Florida dikenal sebagai daerah penghasil mangga terbesar di Amerika Serikat. Sekitar tahun 1870, tanaman mangga baru dibudidayakan di daerah Queensland, dan pada tahun 1905, tanaman ini baru mulai ditanam di negara Italia.

KANDUNGAN DAN MANFAAT MANGGA

Kandungan dan Manfaat Mangga - Mangga merupakan salah satu jenis buah yang memiliki aroma khas cukup kuat. Aroma pada buah mangga disebabkan oleh kandungan zat yang mudah menguap. Komponen utama pembentuk daging buah mangga adalah air dan karbohidrat. Karbohidrat tersebut terdiri dari gula sederhana, tepung, serta selulosa. Sementara gula sederhana yang terkandung dalam buah mangga terdiri dari sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Oleh karena kandungan gula sederhana tersebut, membuat buah mangga memiliki rasa manis cukup tinggi. Sehingga buah mangga sangat cocok untuk memulihkan energi setelah berolah raga atau aktivitas berat. Sementara itu, kandungan selulosa maupun pektin dalam buah mangga dapat meningkatkan fungsi serta aktivitas pencernaan, sehingga mempunyai manfaat dalam membantu memperlancar BAB.

Selain karbohidrat, buah mangga juga mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, tanin, dan bermacam-macam asam. Rasa asam pada buah mangga berkisar antara 0.13%-0.17%, tergantung pada varietasnya.

Kandungan Gizi Buah Mangga

Dalam 100 gram daging buah mangga mentah mengandung :
Air : 90%
Protein : 0.70%
Lemak : 0.10%
Gula : 8.80%
Serat : -
Mineral : 0.40%
Kapur : 0.03%
Phosphor : 0.02%
Vitamin A : 150 I.U
Vitamin B2 : 0.03 mg
Vitamin C : 3.00 mg
Kalori : 39 kal.

Dalam 100 gram daging buah mangga matang mengandung :
Air : 86.10%
Protein : 0.60%
Lemak : 0.10%
Gula : 11.80%
Serat : 1.10 mg
Mineral : 0.30%
Kapur : 0.01%
Phosphor : 0.02%
Kalium : 189 mg
Besi : 3 mg
Vitamin A : 4.800 I.U
Vitamin B1 : 0.04 mg
Vitamin B2 : 0.05 mg
Vitamin C : 13.00 mg
Asam nicotinat : 0.30 mg
Kalori : 50-60 kal.

Manfaat Buah Mangga Bagi Kesehatan




Kandungan gizi buah mangga tersebut mempunyai manfaat besar untuk menjaga tubuh tetap sehat. Selain itu, buah mangga juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit. Berikut ini kami uraikan beberapa manfaat buah mangga :

1. Antioksidan

Selain kandungan gizi tersebut di atas, buah mangga juga mengandung beta-karoten. Beta-karoten merupakan zat yang di dalam tubuh manusia akan diubah menjadi vitamin A. Kandungan beta-karoten maupun vitamin C pada buah mangga berperan sebagai antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas yang ada di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan senyawa tidak stabil di dalam tubuh yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Oleh karena itu, buah mangga juga mempunyai manfaat untuk memberikan perlindungan tubuh dari serangan penyakit kanker. Vitamin C juga berfungsi sebagai penghambat produksi natrosamin, yaitu zat pemicu timbulnya sel kanker. Selain itu, buah mangga juga sebagai sumber beta crytoxanthin, yang menjadi zat pembasmi kanker.

2. Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi

Kandungan vitamin C pada buah mangga yang cukup tinggi, selain berfungsi sebagai antioksidan, juga mempunyai manfaat untuk menjaga kesehatan pembuluh kapiler, gigi, maupun gusi. Vitamin C juga berperan sebagai stabilisator jaringan penghubung serta mempercepat penyembuhan luka.

3. Mengurangi Resiko Serangan Stroke

Salah satu peran kalium dalam tubuh adalah sebagai stabilisator denyut jantung, meningkatkan fungsi kontraksi otot, serta membantu normalisasi tekanan darah. Seseorang yang mengonsumsi kalium secara teratur dapat menekan efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah. Dengan demikian, secara bebas kalium berperan dalam mengurangi resiko serangan stroke. Selain itu, mengonsumsi buah mangga secara rutin dapat mengurangi resiko serangan penyakit jantung. Kecukupan akan unsur kalium oleh tubuh kurang lebih 400 mg per hari. Sehingga dengan mengonsumsi sebutir buah mangga dengan berat 300 gram sudah mampu mencukupi kebutuhan kalium tubuh Anda.

4. Menjaga Kesehatan Mata, Mulut, Tenggorokan, dan Pencernaan

Buah mangga juga mengandung asam galat, dimana asam galat ini dapat meningkatkan sistem pencernaan tubuh. Sementara itu, kandungan riboflavin dalam buah mangga mempunyai manfaat dalam menjaga kesehatan mata, mulut, maupun tenggorokan.

Manfaat Buah Mangga untuk Pengobatan Alternatif

Buah mangga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif berbagai macam penyakit. Banyak penyakit yang bisa disembuhkan oleh buah mangga. Namun, karena keterbatasan referensi, pada artikel ini hanya akan diuraikan cara pengobatan beberapa penyakit saja menggunakan buah mangga, berikut penjelasannya :

1. Pengobatan Radang Kulit dan Eksim

Manfaat buah mangga untuk obat eksim dapat Anda coba ramuan berikut: Ambil kulit buah mangga kurang lebih sebanyak 150 gram. Cuci hingga bersih, kemudian dimasak dalam 1.000 ml air. Jika sudah hangat, gunakan air tersebut untuk membasuh kulit yang terserang penyakit.

2. Pengobatan Influensa

Ambil kulit buah mangga kurang lebih sebanyak 200 gram. Cuci hingga bersih, kemudian tambahkan 10 gram jahe tumbuk dan dua lembar daun bawang putih. Rebus semua bahan dengan 400 ml air hingga air tersisa 200 ml. Saring, lalu minum selagi hangat. Lakukan tiga kali sehari. Semoga dengan cara ini Anda terbebas dari derita sakit flu.

3. Mengobati Mabuk Perjalanan

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan mabuk di perjalanan, tentu saja sangat menderita dengan kebiasaan tersebut. Namun, kini ada cara menarik untuk menghilangkan kebiasaan mabuk di perjalanan. Sebelum berangkat perjalanan, manfaatkan saja buah mangga, caranya, ambil daging buah mangga yang telah dikeringkan. Rebus dengan air secukupnya, kemudian tambahkan air perasan jeruk nipis, kurang lebih dua sendok makan, tambahkan madu. Minum ramuan buah mangga selagi air masih hangat.

4. Manfaat Buah Mangga untuk Terapi

Selain dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, manfaat buah mangga juga bisa untuk terapi berbagai penyakit. Terapi buah mangga sangat sederhana, cukup mengonsumsi buah mangga secara rutin. Beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan buah mangga ini antara lain menurunkan suhu badan tinggi, pembersih darah, atau menghilangkan bau badan.

ARTIKEL POPULER