Penyebaran Dan Habitan Ikan Nila - Ikan Nila berasal dari daerah Afrika bagian timur, terutama di Sungai Nil dan perairan yang terhubung dengan sungai tersebut, seperti Danau Tanganyika. Oleh karena itulah ikan nila memiliki nama latin sesuai dengan nama asal habitatnya, Orechromis Niloticus. Ikan tersebut kemudian mulai menyebar ke daerah Timur Tengah, Amerika, Eropa dan negara-negara Asia, setelah dibawa oleh bangsa Eropa. Saat ini, ikan nila telah dibudidayakan di semua propinsi di Indonesia.
Habitat atau lingkungan tempat tumbuh dan berkembang biak ikan nila sangat bervariasi. Memang, ikan ini dikenal memiliki daya adaptasi yang sangat bagus terhadap perubahan lingkungan hidup. Oleh karena itu, ikan nila dapat dibudidayakan di berbagai tempat dengan kondisi perairan yang bervariasi, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Kondisi perairan yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk pemeliharaan ikan nila adalah air tawar, air payau, bahkan masih mampu bertahan hidup di air asin, dengan nilai pH air berkisar antara 6-8,5. Kadar garam yang ideal untuk pertumbuhannya antara 0-35 permil. Ikan nila air tawar dapat dipindahkan ke air asin dengan adaptasi yang bertahap, dengan kadar garam yang ditingkatkan sedikit demi sedikit. Jika pemindahan dilakukan secara mendadak, dari air tawar ke air asin dengan kadar garam tinggi, dapat mengakibatkan stress, bahkan berpotensi menimbulkan kematian dalam jumlah besar.
Ikan nilai kecil relatif lebih mudah beradaptasi dibanding dengan ikan nila dewasa, oleh sebab itu, pemindahan ikan nila ke habitat lain sebaiknya dilakukan saat masih anakan. Ikan ini juga mampu bertahan hidup baik di perairan dangkal maupun dalam. Oleh sebab itu, ikan ini juga sering dibudidayakan di waduk-waduk yang memiliki perairan relatif dalam, dengan sistem budidaya Karamba Jaring Apung. Bahkan akhir-akhir ini, budidaya ikan nila sudah dilakukan dengan sistem Karamba Jaring Apung di laut.
Suhu optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya antara 25-30 derajat Celcius, sehingga budidaya ikan nila akan lebih efisien jika dilakukan di dataran rendah hingga menengah. Untuk mengetahui bagaimana cara budidaya ikan nila yang efektif, silahkan baca pada artikel Budidaya Ikan Nila.
Tanijogonegoro, menyajikan informasi tentang Budidaya Pertanian, Budidaya Peternakan, Budidaya Perikanan, Budidaya Jamur Tiram, dan Manfaat Tanaman
ARTIKEL POPULER
-
Kutu Daun Myzus Persicae merupakan hama utama pada tanaman, bersifat polyfag, hampir semua jenis tumbuhan terserang oleh serangga ini. Tingk...
-
Memilih Ayam Bangkok Sebagai Ayam Aduan - Keberadaan ayam bangkok sudah sangat memasyarakat di Indonesia. Ayam ini dikenal karena kehebatan...
-
Penyakit Busuk Akar dan Rebah Semai biasanya menyerang tanaman saat masih di pembibitan dan tanaman muda di lahan. Penyakit ini disebabkan o...
-
Burung Kenari merupakan salah satu jenis burung yang memiliki banyak penggemar. Varietas burung ini sangat banyak, beberapa diantaranya dip...
-
Bercak Daun Alternaria Sp. merupakan salah satu penyakit pada tanaman yang sangat merugikan petani. Penyakit ini terutama menyerang tanaman...
-
Teknik Budidaya Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan - Teknik ini akan membahan mengenai strategi dan cara yang harus dilakukan agar usaha...
-
Budidaya Jahe - Jahe dengan nama ilmiah Zingiberaceae merupakan keluarga temu-temuan, sama halnya dengan temu-temuan lainnya seperti temu ...