LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporum)

Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) – Penyakit layu fusairum disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum, merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti terutama oleh petani hortikultura karena berpotensi menimbulkan kerugian besar. Bahkan tidak jarang penyakit ini menjadi penyebab kegagalan budidaya. Pada tingkat serangan tinggi, penyakit layu fusarium bisa menghabisi seluruh tanaman, terutama terjadi pada musim hujan dan areal pertanaman mudah tergenang air.

Perkembangan Spora Cendawan Fusarium oxysporum

Cendawan ini mampu menghasilkan tiga tipe spora, yaitu mikrokonidia, makrokonidia, dan klamidospora. Mikrokondidia spora diproduksi oleh cendawan ini di dalam jaringan tanaman terserang. Sementara makrokonidia spora diproduksi dipermukaan tanaman yang mati setelah terserang atau terinfeksi. Sedangkan klamidospora merupakan spora yang terdapat pada tanah yang sudah terinfeksi. Klamidospora mampu bertahan selama 30 tahun di dalam tanah.

Baik mikrokonidia, makrokonidia, dan klamidospora dapat menyebar dengan bantuan air, peralatan pertanian, maupun kegiatan budidaya. Klamidospora merupakan jenis spora yang sangat aktif menginfeksi tanaman sehat melalui luka pada akar, maupun titik tumbuh akar lateral. Setelah masuk xilem, miselium bercabang dan menghasilkan mikrokondidia yang akan terus berkecambah di dalam jaringan tanaman. Pertumbuhan mikrokonidia spora ini mempengaruhi pasokan air, sehingga tanaman menjadi lemas dan akhirnya mati.

Tanaman Terserang




Cendawan Fusarium oxysporum bersifat polifag, memiliki banyak tanaman inang, terutama tanaman sayuran. Beberapa jenis tanaman yang paling rentan terhadap serangan penyakit ini adalah cabai, pisang, terong, tomat, kubis, seledri, jeruk kopi, kapas, mentimun, melon, kedelai, labu, bawang merah, semangka, dan lain-lain. Tidak jarang penyakit layu fusarium menghabisi areal pertanaman cabai, terutama saat cabai memasuki fase pembuahan, yaitu antara umur 40-60 hari. Serangan berat juga kerap menyerang areal pertanaman melon, mentimun dan tomat yang menimbulkan kegagalan hingga 100%.

Gejala Serangan

Serangan cendawan Fusarium oxysporum ditandai dengan gejala menguningnya daun-daun tua yang kemudian menjalar ke atas. Tulang daun memucat dan berwarna keputihan. Tanaman terkulai karena penyerapan unsur hara maupun air tidak bisa dilakukan. Hal ini disebabkan berkas pembuluh pengangkut membusuk. Jika tanah di sekitar lubang tanam dibongkar, tampak akar tanaman membusuk dan berwarna kecokelatan. Jika pangkal batang dipotong secara melintang, terdapat lingkaran cokelat kehitaman berbentu cincin, yang menunjukkan bahwa berkas pembuluh pengangkut rusak. Jika menyerang pembibitan, tunas tiba-tiba layu dan tanaman mati.

Upaya Pengendalian

Pengendalian Teknis

Lakukan penggiliran tanaman dengan tanaman yang tidak rentan terhadap serangan Fusarium oxysporum. Pengolahan lahan dengan pencangkulan dan pembalikan tanah, agar bibit penyakit terkena sinar matahari. Pengapuran lahan untuk meningkatkan pH tanah. Pada pH mendekati normal, cendawan tidak begitu aktif menyerang. Jaga kelembaban di areal pertanaman, hindari adanya genangan air yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan spora.

Pengendalian Mekanis

Sanitasi kebun untuk menjaga kelembaban areal pertanaman. Penyiangan secara rutin terhadap gulma atau tanaman penggangu. Musnahkan tanaman terserang, usahakan agar tanah pada tanaman terserang tidak tercecer. Masukkan tanaman dalam wadah agar tanahnya tidak tercecer. Peri kapur pada bekas tanaman yang dicabut.

Pengendalian Organik

Sebagai pencegahan, secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan, pada umur 25 hst, 40 hst dan 70 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan. Dapat juga dilakukan pengocoran dengan air rebusan serai atau bawang putih setiap tujuh hari sekali.

Pengendalian Kimiawi

Meskipun cendawan ini tergolong resisten terhadap bahan aktif pestisida, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba aplikasi fungisida sistemik berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Lakukan penyemprotan secara rutin minimal tujuh hari sekali.

HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera sp.)

Hama Ulat Grayak (Spodoptera sp.) – Ulat grayak dikenal juga dengan sebutan ulat tentara, karena menyerang tanaman secara bergerombol bagaikan tentara hingga daun tanaman habis dan meranggas. Tingkat kerusakan akibat serangan ulat ini cukup tinggi, bahkan Spodoptera sp. mampu menghabisi tanaman hanya dalam waktu satu malam. Seperti halnya ulat-ulat lain, ulat grayak tergolong jenis hama malam, dimana menyerang tanaman terutama pada malam hari.

Organisme pengganggu ini terdiri dari beberapa spesies, antara alain Spodoptera litura, Spodoptera exigua, Spodoptera mauritia, dan Spodoptera exempta. Tanaman terserang ditandai dengan adanya daun yang meranggas, hanya tersisa tulang daunnya saja. Ulat ini menyerang dengan cara bergerombol dalam jumlah sangat banyak, sehingga potensi kerugian petani bisa sangat tinggi. Ulat grayak terutama menyerang tanaman pada malam hari. Hama ini tergolong polifag, hampir setiap jenis tanaman diserang habis-habisan. Serangan parah terjadi pada musim kemarau, pada saat kelembaban udara rata-rata 70% dan suhu udara18-23%. Pada saat cuaca demikian, ngengat akan terangsang untuk berbiak serta prosentase penetasan telur sangat tinggi, sehingga populasinya menjadi sangat tinggi dan tingkat serangannya jauh melampaui ambang ekonomi.

Klasifikasi Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

Kerajaan : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insekta
Bangsa : Lepidoptera
Suku : Noctuidae
Marga : Spodoptera
Jenis : Spodoptera litura, Spodoptera exigua, Spodoptera mauritia, dan Spodoptera exempta.

Siklus Hidup Ulat Grayak




Siklus hidup Spodoptera sp. berlangsung dalam empat stadium, yaitu stadium telur, larva, pupa, dan imago atau ngengat. Ngengat betina meletakkan telurnya di permukaan daun tanaman dengan jumlah telur antara 2000-3000 butir. Setelah 3-5 hari, telur akan menetas menjadi larva dan hidup secara berkelompok dalam jumlah sagat banyak. Fase ini terdiri atas lima instar, dan pada instar terakhir, ulat sangat rakus dan bisa menghabisi daun tanaman dalam waktu satu malam. Pada siang hari, larva akan bersembunyi di dalam tanah, dan malam harinya sangat aktif untuk memakan daun-daun tanaman. Fase larva berlangsung kurang lebih selama 20 hari, kemudian akan berubah menjadi pupa. Stadium pupa akan berlangsung selama kurang lebih 8 hari, kemudian akan keluar ngengat dewasa. Pada umur 2-6 hari, ngengat dewasa sudah kembali bertelur untuk menurunkan generasi baru.

Gejala Serangan Ulat Grayak

Gejala serangan ditandai dengan daun tanaman meranggas, biasanya hanya tersisa tulang daunnya saja. Pada serangan parah, tanaman akan gundul kehabisan daun. Jika populasinya sangat tinggi, larva pada stadium akhir dapat menghabisi seluruh daun tanaman hanya dalam waktu semalam.

Pengendalian Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

Pengendalian Secara Teknis

Pengendalian dilakukan dengan melakukan teknis budidaya yang benar. Beberapa upaya teknis untuk mengurangi serangan ulat grayak adalah menjaga sanitasi kebun, pengolahan tanah (pencangkulan dan penggaruan), penggiliran tanaman.

Pengendalian Mekanis

Lakan penangkapan secara manual, terutama terhadap larva. Pengendalian ini efektif dilakukan pada malam hari. Jika ditemukan sekumpulan telur yang berada di permukaan daun dan diselimuti seperti benang kelamat, segera musnahkan.

Pengendalian Secara biologi

Pengendalian ini pada initinya menitikberatkan pada pemanfaatan musuh alaminya. Terdapat beberapa musuh alami ulat grayak baik dari jenis predator, parasitoid, maupun patogen. Beberapa jenis predator yang bisa dimanfaatkan untuk menekan populasi ulat grayak antara lain Lycosa pseudoannnulata (Araceae), Paederus fuscipes (Coleoptera), Euburellia stali (Dermaptera), dan Eocantheocona furcellata (Hemiptera). Sementara itu, jenis parasitoid yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan ulat grayak adalah Apanteles sp. (Hymenoptera), dan Telenomus sp. (Hymenoptera). Sedangkan patogen yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan ulat grayak adalah SlNPV dan Beauveria bassiana.

Pengendalian Kimiawi

Upaya pengendalian kimiawi hanya dilakukan apabila serangan tidak terkendali setelah dilakukan upaya-upaya pengendalian di atas. Ulat grayak tergolong jenis ulat yang mudah resisten atau kebal terhadap suatu jenis bahan aktif pestisida. Oleh karena itu, penggiliran bahan aktif pestisida setiap kali penyemprotan merupakan kunci keberhasilan pengendalian Spodoptera sp. Penggantian bahan aktif dapat memutus resistensi ulat grayak terhadap pestisida. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan dan dilakukan secara berseling setiap kali penyemprotan.

KANDUNGAN DAN MANFAAT SAWO BAGI KESEHATAN

Kandungan Dan Manfaat Sawo Bagi Kesehatan – Secara fisik buah sawo mirip dengan buah kiwi, memiliki warna kulit coklat. Di daerah Sumatera Barat, oleh suku Minang buah ini lebih dikenal nama saos. Selain diperkaya dengan kandungan gula, buah sawo juga memiliki kandungan nutrisi lengkap, sangat dibutuhkan oleh tubuh, seperti mineral, karbohidrat, vitamin, maupun serat pangan. Buah sawo diketahui bermanfaat baik bagi kesehatan jantung maupun pembuluh darah serta berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Karenanya tidak mengherankan jika konsumsi terhadap buah sawo akhir-akhir ini mengalami peningkatan cukup signifikan.

Klasifikasi Ilmiah Tanaman Sawo

Tanaman sawo tergolong dalam famili Sapotaceae dari genus Manilkara dengan spesies Manilkara Zapota.Berikut ini kami sajikan klasifikasi lengkap tanaman sawo:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Ericales
Famili: Sapotaceae
Genus: Manilkara
Spesies: Manilkara Zapota

Kandungan Dan Manfaat Buah Sawo




Selain rasanya cukup manis, buah berdaging coklat ini juga memiliki kandungan gizi lengkap, sehingga sangat baik untuk menopang kesehatan tubuh manusia. Adapun kandungan nutrisi dalam 100 gram daging buah sawo adalah protein 0.5 gram, lemak 1.1 gram, karbohidrat 22.4 gram, mineral 0.5 gram, kalsium 25 mg, phosphor 12 mg, besi 1 mg, retinol 18 mg, asam askrobat 21 mg, serta kalori 102 kkal.

Selain kandungan nutrisi tersebut, buah sawo juga mengandung serat pangan cukup tinggi, sehingga berkhasiat ampuh dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare maupun sembelit. Gula dalam buah sawo merupakan gula sederhana, bermanfaat untuk memulihkan energi secara cepat. Oleh karena itu, buah ini cocok untuk olahragawan atau orang beraktivitas tinggi.

Buah sawo diketahui memiliki kemampuan mengikat karsinogen dalam saluran pencernaan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit kanker pencernaan. Keistimewaan lain buah sawo adalah kandungan natriumnya rendah, dengan perbandingan kalium natrium mencapai 16:1. Dengan tingginya angka perbandingan tersebut, menunjukkan bahwa buah ini memiliki khasiat ampuh jika dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan jantung maupun pembuluh darah. Karena alasan inilah para penderita penyakit jantung direkomendasikan untuk banyak mengonsumsi buah sawo.

Buah dengan nama ilmiah Manilkara Zapota ini menyimpan manfaat cukup besar bagi kesehatan tubuh manusia. Bukan hanya daging buahnya saja, tetapi juga bagian tanaman lain, seperti getah buah dan daunnya yang berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan penyakit diare.
Untuk menyembuhkan penyakit diare, ambil kira-kira lima belas tetes getah buah muda, kemudian diseduh dalam setengah gelas air panas. Minum sekaligus dalam keadaan hangat. Bisa juga dengan memarut satu buah sawo muda, tambahkan sedikit air hangat, peras dan saring parutan sawo muda tersebut kemudian minum dua kali sehari, masing-masing satu kali parutan. Bagian tanaman lain untuk menyembuhkan penyakit diare adalah daun tanaman. Ambil kira-kira dua mangkok daun sawo, rebus dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.

Air rebusan buah sawo di atas juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit radang mulut. Gunakan air rebusan tersebut untuk berkumur sesering mungkin, hingga radang pada mulut sembuh.

Khasiat buah, daun maupun batang tanaman sawo tidak terlepas dari kandungan senyawa kimia di dalamnya. Diketahui bahwa daun dan batang tanaman sawo mengandung senyawa flavonoida. Sementara daunnya mengandung saponin, sedangkan batang tanaman mengandung zat tanin. Senyawa kimia tersebut diketahui berkhasiat cukup ampuh sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

MENGENAL TANAMAN OBAT MENGKUDU

Mengenal Tanaman Obat Mengkudu – Mengkudu dikenal sebagai buah yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional cukup ampuh. Berbagai macam penyakit dapat disembuhkan dengan ramuan dari tanaman ini. Hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit.

Tanaman mengkudu berasal dari genus Morinda, yang terdiri lebih dari 80 spesies. Sekitar 60% dari spesies tersebut banyak tumbuh di pulau-pulau yang terletak di sekitar Lautan Pasifik dan Hindia. Namun, hanya 20% dari spesies Morinda yang memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya adalah Morinda citrifolia atau yang di Indonesia dikenal dengan nama Pace atau Mengkudu. Bahkan kepopuleran mengkudu memberikan predikat hingga dijuluki Queen of the Morinda.

Klasifikasi Tanaman Mengkudu

Filum : Angiospermae
Sub filum : Dycotiledonae
Divisi : Lignosae
Famili : Rubiaceae
Genus : Morinda
Spesies : Morinda citrifolia

Sejarah Perkembangan Mengkudu

Tanaman yang termasuk ke dalam keluarga kopi-kopian ini berasal dari daerah Asia Tenggara, yang kemudia menyebar keseluruh dunia, seperti China, Philipina, India, Tahiti, Hawaii, Karibia, Florida, Haiti, Fuji, Kuba, Australia, dan Afrika. Konon, pada 100 tahun Sebelum Masehi, penduduk Asia Tenggara melakukan migrasi ke daratan Polinesia. Dalam perpindahannya tersebut, mereka membawa binatan dan tumbuhan yang dianggap paling berperan untuk menopang kehidupan. Beberapa tumbuhan yang dibawa pada umumnya memiliki kegunaan sebagai bahan pangan, pakaian, bangunan, dan obat-obatan. Salah satu jenis tanaman obat yang dibawa adalah mengkudu. Setelah migrasi yang dilakukan oleh penduduk Asia Tenggara ke daerah Polinesia, kemudian mengkudu mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia. Dengan demikian, pemanfaatan mengkudu sebagai obat tradisional telah dilakukan ribuan tahun silam.

Manfaat Mengkudu




Pada perkembangan selanjutnya, bangsa Polinesia menyebut mengkudu dengan nama Noni. Mereka memanfaatkan noni sebagai tanaman obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, diantaranya adalah penyakit tumor, asma dan gangguan pernapasan lain, penyakit kulit, luka, dan penyakit usia lanjut. Dan pengetahuan mengenai manfaat mengkudu sebagai tanaman obat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui cerita-cerita rakyat atau nyanyian-nyanyian. Pada masa kejayaan Polinesia, seorang Kahuna (nama yang ditujukan untuk seorang tabib), selalu menggunakan mengkudu sebagai bahan dasar resep obat-obatan.

Pengetahuan tentang khasiat tanaman mengkudu sebagai obat tradisional juga bisa dilihat dari sejarah pengobatan China. Terdapat beberapa peninggalan sejarah dalam bentuk tulisan-tulisan kuno pada masa pemerintahan Dinasti Han, kurang lebih 2000 tahun silam.

Selain dimanfaatkan sebagai obat tradisional, mengkudu juga dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami. Pada tahun 1849, penelitian yang dilakukan oleh industri tekstil Eropa menemukan zat pewarna alami dari tanaman mengkudu yang kemudian diberi nama Morindone dan Morindin. Dari hasil penelitian-penelitian ilmiah inilah, nama Morinda kemudian disematkan pada tanaman mengkudu atau pace.

Dan pada tahun 1860, khasiat mengkudu sebagai tanaman obat ditulis dalam literatur pengobatan barat. Pencatatan tersebut diawali dengan penelitian untuk mencari obat terhadap penyakit-penyakit baru yang ditemukan. Para peneliti Eropa kemudian mulai mempelajari sejarah dan kebudayaan bangsa Polinesia termasuk teknologi pengobatannya.

Kemudian pada tahun 1950 ditemukan zat antibakteri yang terdapat pada buah mengkudu. Pada perkembangan selanjutnya, selama dua puluh tahun, yaitu 1960-1980 dilakukan riset-riset ilmiah untuk membuktikan mengkudu dapat berperan sebagai obat untuk menurunkan penyakit tekanan darah tinggi. Penelitian terhadap kandungan dan manfaat mengkudu terus dilakukan oleh para ahli, hingga pada tahun 1972, seorang ahli biokimia yang bernama Dr. Ralph Heinicke melakukan penelitian terhadap kandungan xeronine pada buah mengkudu. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1993, dalam sebuah penelitian ilmiah ditemukan kandungan damnacanthal yang merupakan zat antikanker pada buah mengkudu.

RESEP MASAKAN IKAN

Resep Masakan Ikan – Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang kaya akan protein. Bahkan kebanyakan ikan konsumsi, terutama ikan air tawar, memiliki kandungan kolesterol rendah. Tentu saja aman dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit kolesterol. Resep masakan ikan, selain mudah dibuat, juga mudah mendapatkan bahan bakunya. Demikian juga dengan cita rasanya yang digemari masyarakat.

Pada artikel ini, kami akan menyajikan beberapa resep masakan ikan yang bisa dijadikan referansi bagi pembaca sekalian. Selain untuk melengkapi menu masakan di rumah agar lebih bervariasi, juga dapat digunakan sebagai menu tambahan pada usaha warung makan atau restoran. Resep masakan ikan ini merupakan kumpulan dari beberapa ahli masak yang cita rasanya cukup teruji.

Resep Masakan Ikan Pepes 1

Bahan yang diperlukan :
2 ekor ikan dengan berat kurang lebih 700 gram
4 lembar daun pisang batu
4 ikat daun kemangi, petik daunnya kemudian dicuci
10 batang daun bawang, potong dengan ukuran 3 cm
2 buah jeruk nipis

Bumbu :
10 buah bawang merah, iris tipis
2 buah bawang putih ukuran sedang, iris tipis
10 buah cabai merah keriting atau sesuai selera, iris tipis
4 ruas kunyit, iris tipis
4 ruas jahe, iris tipis
2 iris tipis lengkuas
20 buah cabai rawit atau sesuai selera, iris kecil-kecil
4 batang serai yang dipotong kecil-kecil
1 sendok teh asam
Garam halus secukupnya
2 iris gula merah
6 sendok makan minyak goreng bekas atau jelantah

Cara Membuat



Ikan dibersihkan, buang sisik, insang maupun isi perutnya. Kemudian lumuri dengan jeruk nipis agar bau amisnya hilang. Diamkan selama setengah jam agar aroma jeruk nipis meresap ke dalam tubuh ikan, setelah itu cuci kembali hingga bersih.

Ambil setengah bagian dari garam, asam, gula jawa atau gula merah, dan minyak jelantah. Lumuri ikan dengan bumbu-bumbu tersebut agar lebih meresap.

Ambil semua bumbu yang sudah disiapkan, tambahkan sisa setengah bagian dari garam, asam, gula jawa, dan minyak jelantah. Campur semua bahan tersebut hingga merata.

Masukkan campuran bumbu tersebut ke dalam perut dan kepala ikan secukupnya. Setengah dari sisa bumbu diletakkan di atas lembaran daun pisang batu yang telah dibersihkan sebelumnya. Letakkan ikan diatas bumbu tersebut, kemudian lumuri bagian atasnya dengan setengah dari sisa campuran bumbu. Bungkus menggunakan daun pisang batu, agar tidak terbuka, bisa dikunci dengan biting.

Panggang ikan yang sudah terbungkus daun pisang batu di atas bara hingga matang. Pemanggangan biasanya berlangsung selama kurang lebih 40 menit. Hidangkan pepes ikan tersebut selagi hangat dengan nasi putih hangat.

Selain cara tersebut, resep masakan ikan pepes juga bisa dibuat dengan cara lain. Berikut ini cara membuat pepes ikan vesrsi lainnya.

Resep Masakan Ikan Pepes 2

Bahan Yang Diperlukan :
2 ekor ikan masing-masing seberat satu kilogram
2 buah jeruk nipis yang diperas airnya
20 bawang merah
4 siung bawang putih
100 gram kemiri
4 cm kunyit
10 lembar daun salam
8 batang serai dikeprek
6 buah tomat ukuran sedang, disisir tipis-tipis
4 ikat daun kemangi, petik daunnya kemudian dicuci
Daun pisang untuk membungkus ikan
Garam secukupnya

Cara Membuat :
Ikan dibersihkan, buang isi perutnya, sirip, dan sisiknya. Belah memanjang bagian bawah perut ikan. Setelah bersih, olesi ikan tersebut dengan air perasan jeruk nipis. Diampkan selama 15 menit agar bau amis hilang. Setelah itu, cuci kembali ikan hingga bersih.

Haluskan bumbu bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, dan garam. Menghaluskan bumbu bisa menggunakan muthu dan cobek atau bisa juga diblender. Setelah halus, campurkan bumbu lain hingga merata.

Oleskan bumbu yang sudah siap dan tercampur rata pada bagian luar daging ikan dan sebagian sisanya dimasukkan ke dalam perut ikan. Diamkan selama 15 menit agar meresap ke dalam daging. Letakkan ikan di atas daun pisang, kemudian taburkan kemangi di atasnya. Bungkus hingga rapat menggunakan daun pisang tersebut. Gunakan penjepit dari biting. Kukus selama 30 menit, kemudian angkat, dan panggang menggunakan arang hingga airnya mengering. Pepes ikan siap dihidangkan.

Resep Masakan Ikan Pepes 3

Bahan Dan Bumbu yang diperlukan :
1 ekor ikan berat kurang lebih 350 gram
25 gram kemiri
5 gram kunyit
5 gram serai, potong kecil-kecil lalu dikeprek
5 gram bawang merah
5 gram bawang putih
2 lembar daun salam
3 gram ketumbar dan jinten
1 buah jeruk limau
Garam dan lada atau merica bubuk secukupnya
Daun pisang kluthuk

Cara Membuat :
Bersihkan ikan, belah bagian perutnya kemudian keluarkan semua kotorannya, buang sisik dan siripnya. Beri guratan pada kedua sisi tubuhnya agar bumbu lebih meresap.Tabur dan lumuri tubuh ikan menggunakan lada, garam, dan air perasan jeruk limau hingga merata.

Kemiri disangan atau digoreng tanpa minyak beberapa saat, kemudian haluskan bersama bersama bumbu lain dengan cara diulek menggunakan cobek. Tambahkan sedikit air kemudian masukkan daun salam dan daun serai. Panaskan hingga mendidih bumbu tersebut, kemudian angkat dan dinginkan.

Setelah dingin, lumuri ikan dengan bumbu tersebut, masukkan sisa bumbu pada bagian perut ikan. Kemudian bungkus menggunakan daun pisang kluthuk yang telah dibersihkan sebelumnya.

Panaskan pan, lumuri dengan sedikit minyak agar tidak lengket. Setelah cukup panas, masukkan bungkusan ikan tersebut kemudian tutup rapat. Ikan harus sering dibolak-balik agar matang merata. Setelah cukup matang, angkat dan sajikan pepes ikan tersebut dalam keadaan panas dengan nasi putih panah. Lebih nikmat disajikan bersama sambal bawang atau sambal terasi.

Resep Masakan Ikan Kuah Super Pedas

Bahan Yang Diperlukan
I ekor ikan mas berukuran 1 kg
2 buah jeruk nipis, peras dan diambil airnya
2 sendok makan minyak zaitun
½ cm rimpang jahe, iris tipis-tipis
2 batang serai, potong-potong kemudian dikeprek atau dimemarkan
2 batang daun bawang, iris kecil-kecil
2 buah tomat, iris tipis memanjang
Garam dan air secukupnya

Bumbu
25 buah cabai rawit merah (lombok setan), iris kecil-kecil
6 butir bawang merah yang dihaluskan
2 siung bawang putih yang dihaluskan
2 cm kunyit yang dihaluskan

Cara Membuat
Bersihkan ikan, buang isi perut dan sisiknya, beri guratan pada bagian sisi tubuhnya agar bumbu meresap. Kemudian lumuri dengan air perasan jeruk nipis. Panaskan minyak zaitun dengan api sedang, tumis semua bumbu, jahe, dan serai. Setelah mengeluarkan bau harum, masukkan semua bahan kecuali air. Diamkan beberapa saat sambil dibolak-balik. Masukkan air sampai ikan terendam, kemudian ditutup. Setelah mendidih dan ikan matang, kemudian diangkat dan sajikan dalam kondisi panas bersama nasi putih hangat.

Resep Masakan Ikan Santan Kacang Panjang

Bahan Yang Diperlukan
3 ekor ikan segar masing-masing kurang lebih 200 gram
1 buah jeruk nipis, peras dan diambil airnya
10 helai kacang panjang
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih ukuran sedang
8 buah cabai merah keriting
2 cm jahe
2 cm kunyit
1 butir kelapa yang sudah tua, parut dan peras diambil santannya dengan 500 ml air
3 lembar daun jeruk purut
2 batang serai, potong kecil-kecil kemudian di keprek
1 lembar daun kunyit berukuran sedang
3 potong asam kandis
2 sendok makan air asam jawa

Cara Membuat
Cuci dan bersihkan ikan, buang isi perut dan sisi, kemudian buat guratan menggunakan pisau di bagian sisi tubuh ikan. Taburi dan oleskan garam dan air perasan jeruk nipis hingga merata ke seluruh tubuh ikan. Diamkan selama 15 menit agar bau amis hilang.

Gerus semua bumbu, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, jahe, kunyit, garam secukupnya. Setelah itu, kacang panjang dipotong-potong dengan ukuran 6 cm.

Masukkan bumbu tersebut pada santan, tambahkan daun jeruk, serai, daun kunyit, asam kandis dan asam jawa. Panaskan dengan api sedang hingga mendidih, lalu masukkan ikan dan biarkan hingga ikan matang dan berubah warna. Setelah matang, masukkan kacang panjang, diamkan beberapa saat hingga kacang panjang agak layu. Lalu angkat dan sajikan hangat-hangat bersama nasi putih hangat. Lebih nikmat dengan sambal terasi.

Resep Masakan Ikan Oven

Bahan Yang Diperlukan
1 ekor ikan seberat 1 kg
2 siung bawang putih, haluskan
2 sendok makan air perasan jeruk nipis
Margarin secukupnya
1 batang serai, potong kecil-kecil kemudian dikeprek
2 buah tomat, potong tipis memanjang

Bumbu
10 butir bawang merah
½ ruas jari jahe emprit
20 cabai merah keriting
Garam secukupnya

Cara Membuat
Ikan dibersihkan, buang isi perut dan sisiknya, potong dengan ukuran sesuai selera, tabur dan lumuri hingga merata menggunakan air perasan jeruk nipis dan gerusan bawang putih. Diamkan selama 45 menit agar bumbu meresap.

Olesi pinggan tahan panas menggunakan margarine, kemudian masukkan ikan kedalamnya. Panggang dengan api sedang hingga ikan matang dan airnya mengering.

Haluskan semua bumbu, kemudian panaskan margarine dengan api sedang untuk menumis bumbu, hingga baunya harum. Masukkan serai dan tomat, aduk hingga merata dan diamkan hingga matang. Tuangkan bumbu tersebut di atas ikan yang telah dioven. Masakan siap dihidangkan, sebaiknya sajikan saat masih panas.

Resep Masakan Ikan Rujak

Resep masakan ikan ini pada dasarnya mengkombinasikan ikan bakar dan bumbu rujak. Berikut ini cara membuat resep masakan ikan rujak.
Bahan Yang Diperlukan:
2 ekor ikan berukuran kuran lebih 500 gram
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
7 butir kemiri
10 buah cabai merah keriting
½ jari kunyit
1 jari lengkuas
2 lembar daun jeruk nipis
1 batang serai, potong-potong kemudian dikeprek
Air asam dan terasi secukupnya
Garam secukupnya
1 sendok teh gula pasir
Daun pisang secukupnya

Cara Membuat
Bersihkan ikan, buang isi perut dan sisiknya, buat guratan di bagian sisi tubuhnya agar bumbu lebih meresap.

Haluskan semua bumbu kecuali daun jeruk nipis dan serai, bisa diulek atau menggunakan blender. Tambahkan air asam, terasi, gula pasir, serai dan daun jeruk nipis. Oleskan bumbu ke seluruh tubuh ikan hingga merata, sisanya dimasukkan ke bagian perut. Bungkus ikan menggunakan daun pisang hingga rapat, kemudian dibakar di atas arang hingga matang. Masakan siap dihidangkan, sajikan saat masih panas.

HAMA PENGGOROK DAUN (Liriomyza huidobrensis)

Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis) – Hama ini dikenal juga dengan sebutan leaf miner, merupakan spesies lalat dari genus Liriomyza dan keluarga Agromyzidae. Lalat ini menyerang daun tanaman dengan cara meletakkan telur di bagian epidermis daun. Setelah telur menetas dan berubah menjadi larva, akan menggorok dan masuk ke dalam jaringan mesofil daun. Sehingga jaringan daun menjadi kosong, dan menampakkan bercak berwarna putih atau keperakan di atas permukaan daun.

Klasifikasi Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis)

Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Diptera
Family : Agromyzidae
Genus : Liriomyza
Spesies : Liriomyza huidobrensis

Sekilas Tentang Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis)

Lalat Liriomyza huidobrensis bertubuh kecil, mungil, dengan panjang antara 1-4 mm. Konon, lalat penggorok daun ini berasal dari daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Selain menyerang daun, lalat ini juga menyerang batang muda dan buah, seperti pada kacang polong.


Gejala Serangan Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis)




Hama ini bersifat polifag dan biasa menyerang tanaman sawi, seledri, cabai paprika, camellia, cabai, mawar, bawang daun, kentang, tomat, dan huidobrensis. Gejala serangan lalat penggorok daun ini ditunjukkan dengan adanya guratan berwarna putih atau perak dengan pola acak tak beraturan menyerupai di permukaan daun. Serangan berat akan mengakibatkan daun mengering dan tidak mampu mengeluarkan tunas baru.

Serangan diawali dengan lalat betina meletakkan sejumlah telur melalui ovipositornya, kurang lebih 50-300 butir, pada bagian epidermis daun. Setelah menetas, larva akan menggerogoti jaringan mesofil daun, sehingga jaringan tersebut menjadi terbuka atau terluka. Luka pada jaringan mesofil ini berpotensi menimbulkan serangan penyakit sekunder, terutama disebabkan oleh infeksi fungi maupun bakteri, sehingga daun akan membusuk. Sementara lalat dewasa akan menghisap cairan tanaman hingga tanaman mengering dan tidak mampu lagi mengeluarkan tunas baru.

Waktu Terjadinya Serangan Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis)

Lalat ini akan berkembang baik pada saat cuaca panas dan kelembaban rendah. Pada suhu 25-32°C dengan kelembaban udara rendah, lalat dewasa akan terangsang untuk kawin dan menghasilkan keturunan baru. Sehingga pada suhu yang demikian, berpotensi terjadi serangan berat lalat penggorok daun Liriomyza huidobrensis, dengan tingkat kerugian yang dialami oleh petani sangat tinggi.

Pemupukan dengan nitrogen tinggi akan merangsang terjadinya serangan Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis). Memang, salah satu hal yang mempengaruhi tingkat serangan hama atau penyakit adalah faktor abiotik, salah satunya adalah pemupukan tidak berimbang. Oleh karena itu, penggunaan pupuk berimbang dan terukur selama proses budidaya lebih disarankan, sebagai salah satu upaya menanggulangi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Siklus Hidup Liriomyza huidobrensis

Siklus hidup Liriomyza huidobrensis pada tanaman kentang berlangsung selama 22-25 hari. Telur yang diletakkan pada bagian epidermis akan menetas setelah 2-4 hari. Stadium larva berlangsung selama 6-12 hari dan terdiri dari tiga instar. Larva instar kedua dan ketiga merupakan larva yang paling besar menimbulkan kerusakan. Pada fase berikutnya, larva akan berubah menjadi pupa, yang bersembunyi di dalam tanah atau di antara daun. Setelah delapan hari, stadium pupa selesai dan berubah menjadi lalat dewasa.

Pengendalian Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis)

Yang perlu diperhatikan dalam melakukan upaya pengendalian terhadap lalat Liriomyza huidobrensis adalah tingkat resistensi yang cukup tinggi terhadap aplikasi suatu jenis pestisida tertentu. Oleh karena itu, hindari penggunaan pestisida tunggal selama proses budidaya.

Pengendalian Kultur Teknis

Pengendalian ini menitik beratkan pada teknologi dan pola budidaya yang dilakukan oleh petani. Lakukan pembersihan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu secara berkala. Selain itu, jangan menanam komoditas yang rentan terhadap serangan lalat Liriomyza huidobrensis secara berturut-turut dalam kurun waktu lama. Dengan kata lain, penggiliran tanaman merupakan solusi efektif.

Pengendalian Mekanis

Gunakan perangkap kuning, yang terbuat dari papan atau plastik lembaran berukuran 15 x 15 cm. Oleskankan perekat, atau vaselin, atau oli, atau minyak goreng pada perangkap tersebut. Seperti halnya serangga lain, lalat penggorok daun ini juga tertarik dengan warna kuning. Dengan memasang perangkap sebanyak 100 buah per hektar, sudah mampu menekan serangan hingga 50%.

Pengendalian Biologis

Upaya pengendalian ini menitikberatkan pada pemanfaatan musuh alami Liriomyza huidobrensis. Salah satu parasitoid yang cukup efektif untuk mengendalikan hama ini adalah Hemiptarsenus varicorni H. varicornis (Hymenoptera : Eulophidae). Parasitoid ini banyak ditemukan di arela pertanaman kentang. Selain itu, dapat juga dengan memanfaatkan parasitoid dari keluarga tawon Braconidae, Pteromalidae, dan Eulopidae.

Pengendalian Kimiawi

Menurut beberapa penelitian yang dilakukan para ahli, diduga, lalat Liriomyza huidobrensis sudah resisten terhadap beberapa pestisida terutama dari golongan hidroklorin, organofosfat, karbamat, dan piretroid. Terlepas dari benar tidaknya penelitian tersebut, ada baiknya untuk tidak menggunakan pestisida dari golongan di atas. Beberapa jenis insektisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan Liriomyza huidobrensis antara lain, siromazin, abamektin, atau klorfenapir. Gunakan insektisida tersebut secara berseling. Dosis dan konsentrasi sesuai pada kemasan.

Demikian informasi termaik yang dapat kami sajikan, semoga artikel Hama Penggorok Daun (Liriomyza huidobrensis), bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

MANFAAT TIMUN BAGI KESEHATAN

Manfaat Timun Bagi Kesehatan – Buah timun sudah lama dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Buah ini memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sehingga sangat baik digunakan sebagai makanan penyegar. Biasanya, buah timun selalu hadir di berbagai acara perjamuan, entah sebagai buah segar maupun dijadikan makanan olahan, seperti rujak. Timun merupakan tanaman dari keluarga Curcubitaceae yang memiliki nama ilimia Cucumis sativus. Tanamannya berbatang lemah dan setengah merambat, sehingga untuk budidaya yang sudah dilakukan secara intensif, membutuhkan penopang tanaman yang berupa ajir atau lanjaran.

Buah timun mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk menopang kesehatan tubuh kita. Beberapa kandungan tersebut diantaranya adalah protein 0.65%, lemak 0.1%, karbohidrat 2.2%, dan air yang diperkirakan lebih dari 90%. Selain itu, buah timun juga mengandung berbagai mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, antara lain kalsium, kalium, phosphor, magnesium, zat besi, bahkan juga mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.

Manfaat Timun Bagi Kesehatan

Biji timun diketahui mengandung toksin alkaloid dari jenis hipoxanti yang berkhasiat ampuh untuk mengobati penyakit cacingan. Selain itu, kandungan air yang cukup tinggi pada buah timun juga bermanfaat untuk melancarkan buang air kecil, membantu tubuh dalam membuang dan menetralkan racun, serta melunturkan bakteri-bakteri di sepanjang usus dan kandung kemih. Oleh karena itu, mengonsumsi buah mentimun secara rutin akan membantu proses detoksifikasi dalam tubuh.

Kandungan kalium dalam buah mentimun juga berperan dalam mengeluarkan asam urat dan sisa-sisa dari proses metabolisme, melalui ginjal. Jika kandungan asam urat dalam darah terlalu tinggi, maka akan terjadi penumpukan krital asam urat, terutama di daerah persendian, sehingga menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Sementara sisa-sisa metabolisme yang berlebihan dan tidak dikeluarkan, akan menumpuk dan membentuk batu ginjal. Dengan demikian, mengonsumsi buah timun secara rutin juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah terjadinya serangan penyakit yang diakibatkan oleh menumpuknya asam urat.

Manfaat Timun Sebagai Obat Tradisional




Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan seperti tersebut di atas, timun juga berkhasiat sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit. Khasiat timun sebagai obat tradisional ini telah banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Berikut ini beberapa macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan obat tradisional dari timun.

Mengobati Jerawat

Salah satu manfaat buah timun sebagai obat tradisionala adalah untuk menyembuhkan jerwat. Jerawat sangat mengganggu, meskipun tidak terasa begitu sakit, tetapi membuat penampilan kita menjadi kurang pede. Bagi Anda yang memiliki jerawat, jangan khawatir, beli buah timun sebagai obat tradisional yang cukup ampuh. Cara memanfaatkannya pun sangat sederhana, cukup gosokkan irisan buah timun pada bagian tubuh yang terkena jerawat. Lakukan setiap hari hingga jerawat sembuh.

Menghilangkan Flek Bekas Jerawat

Beberapa jerawat terkadang ada yang meninggalkan bekas berupa flek hitam, tentu saja sangat mengganggu apalagi jika flek tersebut ada di wajah. Tapi jangan khawatir, ada cara tradisional untuk menghilangkannya. Iris buat timun kurang lebih sepanjang lima centimeter, lalu diparut dan ditambahkan parutan kunyit sebesar ibu jari. Campur parutan kunyit dan timun hingga merata, kemudian oleskan pada bagian tubuh yang terdapat flek hitam bekas jerawat. Lakukan setiap hari hingga flek menghilang. Lebih cepat lagi hasilnya dengan menambahkan satu sendok teh madu pada parutan kedua bahan tersebut.

Menyembuhkan Sakit Tenggorokan

Khasiat lain dari buah timun adalah untuk mengobati sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan terkadang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika kita menjadi tidak selera makan karena sakit untuk menelan, tentu saja tubuh kita menjadi lemas. Ambil kira-kira setengah genggam biji timun, kemudian tambahkan garam secukupnya. Tambahkan air hangat, lalu gunakan untuk berkumur berberapa kali sehari.

Mengobati Penyakit Darah Tinggi

Bahkan timun juga berkhasiat cukup ampuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tak heran jika para penderita penyakit tekanan darah tinggi banyak mengonsumsi timun. Untuk memanfaatkannya sebagai obat tradisional, cukup dilakukan dengan memarut dua buah timun kemudian diperas airnya, dan minumkan sekaligus pada penderita darah tinggi sebanyak tiga kali sehari.

Mengobati Sengatan Lebah

Bagi Anda yang pernah tersengat lebah, apalagi lebah hutan, tentu akan merasakan sakit yang luar biasa. Parut atau hancurkan dengan blender beberapa buah timun, kemudian oleskan pada bagian tubuh yang tersengat lebah. Lakukan secara berulang-ulang hingga rasa sakit atau gatal-gatal hilang.

Manfaat Timun Sebagai Obat Tipus

Ramuan dari timun yang diparut atau diblender juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit tipus. Cukup ambil dua buah timun, parut atau blender kemudian disaring airnya. Tambahkan satu sendok makan madu. Minumkan kepada penderita tipus tiga kali sehari.

Manfaat Timun Untuk Mengobati Diare Pada Anak

Diare merupakan penyakit yang mudah ditangani, tetapi jika penanganannya terlambat, maka akan sangat membahayakan penderita. Bagi Anda yang memiliki anak sedang menderita diare, bisa diberikan ramuan dari timun. Caranya cukup mudah, ambil satu buah timun, rebus hingga lunak lalu dihaluskan. Peras dan ambil airnya kemudian tambahkan sedikit madu. Minumkan pada anak yang terserang diare tiga kali sehari hingga sembuh.

Demikian informasi terbaik yang kami sajikan, semoga artikel Manfaat Timun Bagi Kesehatan, bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

MENGENAL IKAN MAS

Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang harganya cukup mahal. Konon, ikan mas sudah dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak dua ratus tahun silam. Namun, secara pasti belum ada data yang menyebutkan kapan tepatnya ikan mas mulai dibudidayakan. Terlepas dari kapan ikan mas mulai dibudidayakan, yang jelas hingga saat ini komoditas perikanan tersebut masih cukup digemari masyarakat, hal ini disebabkan selain cita rasanya yang istimewa, ikan mas juga hampir tidak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi para penderita kolesterol tinggi.

Lingkungan Hidup Ikan Mas

Habitat asli ikan mas adalah perairan dangkal yang mengalir pelan dengan suhu sejuk. Di danau-danau atau di sungai-sungai, ikan ini hidup menepi sambil mencari pakan berupa binatang-binatang kecil. Jentik-jentik nyamuk merupakan pakan alami yang sangat digemari oleh ikan mas. Di tepi-tepi danau maupun sungai ini ikan mas meletakkan telurnya pada rerumputan yang menjorok ke perairan. Lingkungan optimal untuk pertumbuhan dan perkembangannya yaitu perairan yang berada pada ketinggian antara 150-1.000 mdpl dengan suhu antara 20-25°C, dan pH ideal adalah 6,5-7,5.

Jenis Ikan Mas




Membedakan jenis ikan mas sebetulnya cukup sulit, namun ada beberapa ahli yang membedakannya dari segi fisik, misalnya dari bentuk sisik atau warna tubuhnya. Namun, pembagian berdasarkan kriteria tersebut dianggap kurang mengena, dan supaya bisa mendapatkan keturunan murni dari jenis ikan mas, maka seorang pakar perikanan, Dr. A.L. Buschkiel mencoba untuk menetapkan pembagian jenis ikan mas berdasarkan ciri-ciri sisiknya.

Terlepas dari penggolongan jenis ikan mas yang belum ditetapkan secara pasti dari segi biologinya, dipasaran banyak dijumpai berbagai jenis ikan mas, diantaranya adalah ikan mas majalaya, ikan mas punten atau karper, ikan mas kancra domas, sinyonya, fancy carp, kumpai, dll.

Ikan mas majalaya merpakan salah satu jenis ikan mas unggul yang diperoleh dari hasil seleksi yang dilakukan oleh seorang petani di Cipedas, Majalaya, Jawa Barat. Seleksi tersebut dilakukan selama tujuh tahun yang selesai pada tahun 1974. Ikan mas majalaya memiliki warna tubuh hijau kehitaman, bentuk badan relatif lebih pendek dibanding ikan mas lain, memiliki punggung tinggi sehingga tampak membungkuk, gerakannya lebih jinak. Ikan ini memiliki laju pertumbuhan yang cukup baik, sehingga sangat cocok dibudidayakan.

Ikan mas punten atau karper diperoleh dari hasil persilangan yang dilakukan di daerah Punten Jawa Timur, pada tahun 1919-1920. Ikan ini memiliki warna tubuh hijau kehitaman, dengan mata menonjol. Bentuk tubuhnya panjang dengan punggung lebar.

Kancra domas memiliki sisik yang berukuran kecil dengan warna tubuh agak kemerahan. Terdapat garis membujur pada bagian tengah tubuhnya, yang membatasi dengan bagian perut yang berwarna keperakan. Bagian punggung tampak gelap atau hijau kehitaman, dengan susunan sisik kecil-kecil yang tidak teratur.

Sinyonya biasa disebut juga dengan si putri yogya karena memang berasal dari daerah Yogyakarta. Bentuk dan ukuran sisiknya sama seperti ikan mas pada umumnya, dengan warna kuning muda. Mata tidak terlalu menonjol dengan bentuk normal saat masih muda, sedangkan ikan yang sudah tua memiliki mata yang agak sipit.

Fncy carp atau lebih dikenal dengan ikan mas koi, merupakan salah satu jenis ikan mas yang banyak dimanfaatkan sebagai ikan hias kolam. Warna tubuhnya sangat bervariasi, dengan corak warna yang beragam. Selain itu, bentuk tubuhnyapun agak memanjang, sehingga menyerupai terpedo. Salah satu keunggulan ikan mas koi adalah warna tubuhnya yang sangat menarik, sehingga oleh orang Jepang, ikan ini dijadikan sebagai ikan hias utama.

Klasifikasi Ikan Mas

Klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Species : (Cyprinus carpio)

Ikan mas merupakan spesies Cyprinus carpio yang termasuk dalam famili Cyprinidae, dengan bentuk tubuh pipih memanjang. Ikan ini memiliki mulut yang terletak di ujung tengah bagian tubuhnya. Pada bagian mulut tersebut, terdapat dua pasang sungut. Sementara warna tubuhnya sangat bervariasi, ada yang merah, kekuningan, hitam, hitam kehijauan, putih, atau bahkan kombinasi dari warna-warna tersebut. Secara umum, bagian tubuh ikan mas terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor.

Kandungan Gizi Dalam 100 gram Daging Ikan Mas

Selain cita rasanya yang banyak digemari masyarakat, ikan mas juga memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, sehingga menjadi salah satu alternatif bahan pangan sebagai sumber gizi keluarga. Berikut ini kandungan gizi dalam 100 gram daging ikan mas.
Kalori 95 kal, protein 4.5 gram, lemak 0.2 gram, karbohidrat 23.1 gram, kalsium 42 mg, fosfor 134 mg, besi 1 mg, vitamin B1 0.22 mg, air 71 gram.

Dengan komposisi dan kandungan gizi yang lengkap tersebut, ikan mas menjadi salah satu komoditas perikanan yang diperkirakan menjadi andalan sumber gizi bagi masyarakat.

MEMILIH INDUK IKAN GURAMI

Memilih Induk Ikan Gurami – Agar kegiatan agribisnis budidaya ikan gurami dapat menghasilkan keuntungan yang optimal, sebaiknya kegiatan tersebut harus ditopang dengan induk ikan gurami yang berkualitas baik. Oleh karena itu, sebagai pembudidaya, harus memiliki ketelitian saat menentukan indukan yang akan digunakan dalam produksi ikan gurami.

Kriteria Memilih Induk Ikan Gurami

Ada beberapa parameter atau kriteria yang harus dipenuhi saat memilih induk untuk menghasilkan benih atau larva ikan gurami yang berkualitas. Tentu saja, induk yang baik akan menghasilkan larva yang berkualitas baik pula.

Secara umum, calon induk ikan gurami harus memenuhi kriteria kualitas induk, diantaranya adalah warna mulus dan tidak pucat, badan tampak bersih dan mengkilap, serta memiliki gerakan yang lincah dan gesit. Ikan gurami yang memiliki kriteria tersebut menunjukkan kesehatan fisiknya yang cukup. Ikan gurami tersebut merupakan calon induk yang harus dipelihara secara terpisah di kolam lain. Padat penebaran di kolam pemeliharaan calon induk adalah tiga ekor per meter persegi, yang terdiri dari dua ekor ikan gurami betina dan satu ekor ikan gurami jantan. Dalam kolam pemeliharaan induk ini, ikan gurami diberi perlakuan yang sedikit berbeda, terutama pada pemberian pakannya. Berikan pakan yang mengandung protein lebih tinggi dibanding dengan kolam pemeliharaan ikan gurami bukan calon induk. Selain itu, pakan hijauan dari dedaunan juga harus ditambah agar pertumbuhan ikan semakin baik.

Perlu diperhatikan, bahwa induk ikan gurami yang masih muda belum menghasilkan anakan yang memuaskan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu, ada baiknya ikan gurami calon induk yang masih mudah dipisahkan terlebih dahulu, hingga cukup umur untuk melakukan pemijahan.

Umur ideal untuk induk ikan gurami betina adalah 5-10 tahun. Jika terlalu muda, di bawah lima tahun, atau terlalu tua, di atas sepuluh tahun, maka telur yang dihasilkan tidak akan banyak. Sedangkan induk ikan gurami jantan yang ideal adalah berumur 2-3 tahun. Jika terlalu muda atau terlalu tua, maka ikan gurami jantan tidak akan menghasilkan sperma yang cukup banyak, sehingga pembuahan tidak berjalan sempurna. Oleh karena itu, faktor umur sangat menentukan kualitas induk ikan gurami yang akan dipijahkan.

Untuk membedakan induk ikan gurami betina dan jantan, terdapat beberapa perbedaan fisik yang dapat diamati. Untuk induk ikan gurami betina, beberapa ciri fisik yang bisa diamati antara lain, tidak memiliki cula pada dahinya, dagu terlihat rata atau tidak menonjol, tutup insang berwarna putih kecokelatan, pangkal sirip dada berwarna agak hitam atau gelap, ujung sirip ekor lebih cembung atau cenderung membulat, perut lebih membundar.

Sedangkan induk ikan gurami jantan dapat dilihat dengan ciri-ciri fisik sebagai berikut: memiliki cula pada dahinya, dagu terlihat menonjol sehingga bibir bawah tampak lebih ke depan, tutup insang berwarna kekuningan, pangkal sirip dada berwarna putih atau lebih terang dibanding induk betina, ujung sirip ekor tidak membulat atau tampak rata, dan perut yang meruncing.

Ciri-ciri fisik tersebut dapat dijadikan pedoman saat menghitung jumlah induk jantan dan betina yang akan dipelihara pada kolam pemeliharaan induk. Pisahkan induk jantan dan betina terlebih dahulu, kemudian masukkan dalam satu kolam dengan perbandingan dua betina dan satu jantan. Yang juga perlu diperhatikan, padat penebaran jangan sampai melebihi tiga ekor per meter persegi.

Merawat Induk Ikan Gurami




Induk maupun calon induk jantan dan betina harus dipelihara di kolam yang berbeda. Pemisaan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pemijahan liar, mengatur pasangan induk atau calon induk, serta proses pematangan gonad berlangsung lebih baik. Selain itu, proses pemisaan pemeliharaan induk juga bermanfaat untuk menetapkan waktu pemijahan secara teratur. Kelemahan pemeliharaan induk yang dilakukan secara terpisah adalah memerlukan kolam pemeliharaan yang lebih banyak.

Sebaiknya kolam pemeliharaan dibuat tidak terlalu luas kurang lebih 25 m², agar memudahkan proses penanganan dan pemeliharaan. Ketinggian air kolam antara 80-100 cm. Debit air yang ideal adalah 10 liter/menit. Dengan debit air tersebut, kotoran atau sisa pakan yang mengendap di dasar kolam akan terbuang. Kepadatan penebaran untuk induk betina kurang lebih 2-3 ekor per meter persegi, sehingga pemberian pakan bisa lebih merata dan proses pematangan gonad berlangsung lebih baik.

Induk ikan gurami jantan akan membuat sarang, yang berfungsi sebagai tempat untuk mengerami telur dan merangsang lawan jenisnya. Induk jantan akan selalu menjaga sarangnya, dan akan mengusir semua binatang air lain dari areal sarang, kecuali ikan gurami betina. Dengan pertimbangan penguasaan daerah inilah, kepadatan penebaran ikan gurami jantan hanya 1 ekor per meter persegi, sehingga memberikan cukup ruang untuk sesama ikan gurami jantan.

Ciri-ciri Induk Ikan Gurami Telah Matang Gonad

Pengamatan terhadap tingkat kematangan gonad terutama dilakukan terhadap induk ikan gurami betina. Tingkat keberhasilan pemijahan sangat ditentukan oleh kematangan telur maupun sperma, sehingga induk ikan gurami yang akan dipijahkan harus dipastikan matang gonad. Untuk menentukan induk yang telah matang gonad, dapat dilakukan dengan mengamati ciri-ciri umum fisik induk ikan gurami.

Berikut ini ciri-ciri umum yang dapat dijadikan patokan untuk menentukan induk ikan gurami yang telah matang gonad:

Ciri-ciri Induk Jantan Matang Gonad

Induk ikan gurami jantan yang telah memasuki fase matang gonad bisa dilihat dari warna tubuhnya yang merah dan hitam terang. Bagian perut membentuk sudut tumpul dengan susunan sisik yang normal. Gerakan ikan gurami jantan matang gonad relatif lebih lincah. Selain itu, ikan gurami jantan matang gonad juga menunjukkan perilaku membuat sarang, serta sisi badannya jika disentuh dan sedikit ditekan akan mengeluarkan cairan berwarna putih susu.

Ciri-ciri Induk Betina Matang Gonad

Induk ikan gurami betina yang telah memasuki fase matang gonad bisa dilihat dari warna tubuhnya yang relatif lebih terang. Sementara bagian perut tampak membulat dan membesar dengan susunan sisik lebih membuka. Gerakan ikan gurami betina matang gonad relatif lebih lamban.

Demikian informasi terbaik yang dapat kami berikan, semoga artikel Memilih Induk Ikan Gurami, bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

KANDUNGAN DAN MANFAAT BUAH NANGKA

Kandungan Dan Manfaat Buah Nangka – Buah nangka merupakan salah satu jenis buah konsumsi yang memiliki aroma sangat tajam. Selain biasa dikonsumsi dalam bentuk buah tua yang matang, buang nangka juga sering dijadikan olahan, seperti selai, bahan campuran roti, maupun bahan campuran dalam es buah. Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan buah yang memiliki nama latin Artocarpus heterophyllus ini. Selain rasanya yang enak, dengan aroma wangi yang cukup menggoda, buah nangka juga memiliki kandungan nutrisi lengkap dan bermanfaat besar bagi kesehatan tubuh.

Buah yang dikenal dengan istilah jackfruit ini merupakan jenis buah tropis, sehingga banyak ditemukan di negara-negara beriklim tropis, seperti Indonesia. Pohon nangka diduga berasal dari daerah India Selatan, kemudian menyebar ke berbagai daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia. Hal tersebut tidak mengherankan, mengingan pohon nangka mampu tumbuh baik di berbagai daerah meskipun dengan cuaca yang kurang mendukung.

Secara umum, buah nangka diperkaya dengan vitamin A, B, dan C, kalsium, kalium, magnesium, dan ferum atau zat besi. Kandungan nutrisi tersebut bisa dibilang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan buah-buahan lain. Senyawa yang terkandung dalam buah nangka diantaranya adalah thiamin, riboflavin, dan niacin. Dalam 100 gram buah nangka, mengandung kurang lebih karbohidrat sebanyak 27,6%, protein 1,2%, dan kalori 106 kal. Namun, buah ini bisa menimbulkan gas di dalam perut, sehingga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi buah nangka terlalu banyak, karena justru berakibat tidak baik bagi kesehatan.

Dengan dikonsumsi secara terukur, buah nangka akan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Berikut ini kami uraikan secara singkat beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari buah nangka.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh




Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada buah nangka dapat berperan sebagai antioksidan yang cukup baik. Antioksidan diketahui dapat menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan meningkatkan fungsi sel darah putih. Selain itu, kandungan vitamin C yang terdapat pada buah nangka juga berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

Mencegah Resiko Serangan Penyakit Jantung Dan Stroke

Selain diperkaya dengan berbagai vitamin, buah nangka juga mengandung mineral yang cukup tinggi. Salah satu minerah yang terdapat pada buah nangka adalah kalium atau potassium. Kalium diketahui berperan besar dalam mengontrol tekanan darah dan dapat mengurangi resiko serangan penyakit jantung atau stroke. Selain itu, kalium juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Manfaat Buah Nangka Untuk Melindungi Tubuh Dari Serangan Penyakit Kanker

Buah nangka juga diperkaya dengan kandungan fitronutrient, seperti lignan, isoflavon, dan saponin. Senyawa tersebut diketahui mampu menahan tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi buah nangka secara terukur setiap hari dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari serangan penyakit kanker.

Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan vitamin A dan antioksidan yang cukup tinggi pada buah nangka sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Mengonsumsi buah nangka secara rutin dan terukur, akan membuat kulit tetap sehat, tampak lembab dan kelihatan cantik. Oleh karena itu, bagi buah nangka sangat disarankan bagi yang berkepentingan untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulitnya.

Manfaat Buah Nangka Untuk Meningkatkan Fungsi Tubuh

Kandungan mineral dan senyawa-senyawa penting yang terdapat pada buah nangka cukup lengkap, diantaranya adalah mangan, ferum, vitamin B6, niasin, dan asam folat. Nutrisi tersebut berperan dalam meningkatkan fungsi tubuh. Kandungan gula dalam bentuk glukosa dan sukrosa bermanfaat bagi penambah energi. Selain daging buahnya, biji buah nangka juga menjadi sumber protein dan gizi yang cukup tinggi. Biasanya biji buah nangka ini direbus dan dijadikan cemilan.

Demikian informasi terbaik yang dapat kami sajikan, semoga artikel Kandungan Dan Manfaat Buah Nangka, bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.

ARTIKEL POPULER